Juliari Batubara Digugat Warga Jabodetabek Terkait Korupsi Bansos

caffreyforcongress.org – Sejumlah warga Jabodetabek bakalan menggugat eks Menteri Sosial (Mensos), Juliari Batubara terkait ganti rugi korupsi dana bantuan sosial (bansos) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021).

Nelson Nikodemus Simamora yang merupakan kuasa hukum penggugat dari LBH Jakarta mengatakan, gugatan ini adalah langkah awal warga penerima bansos untuk meminta ganti rugi atas korupsi yang dilakukan oleh Juliari.

“Tujuan kita melakukan gugatan adalah meminta ganti kerugian sebagai bentuk reparasi dalam konteks hak asasi manusia dan kemudian dalam konteks antikorupsi ini adalah bentuk kompensasi,” ujar Nelson dalam konferensi pers, Minggu (13/6/2021).

Nelson juga mengatakan, gugatan itu hanya upaya penggabungan perkara yang saat ini dihadapi Juliari.

Saat ini Juliari sedang menghadapi kasus pidana korupsi bansos bersama komplotannya judi slot pulsa.

“Nanti ada dua putusan, perkara pidana dan perdata dalam perihal ganti rugi”, kata Nelson.

Sementara itu, Peneliti dari ICW (Indonesia Corruption Watch) Kurnia Ramadhana mengatakan, warga jabodetabek adalah kelompok masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dengan terjadinya kasus korupsi bansos, warga jabodetabek semakin terpukul.

“Korupsi yang dilakukan oleh Juliari bersama dengan komplotannya termasuk korupsi paling keji sepanjang sejarah Republik Indonesia dikarenakan saat ini sedang parah parahnya bencana terjadi, uang itu malah jadi bancakan oleh mantan Mensos”, ungkap Kurnia.

JPU jaksa penuntut umum (JPU) KPK mendakwa Juliari menerima uang fee dana bansos Covid-19 di Jabodetabek adalah sebesar Rp 32,48 Miliar

Uang tersebut diterima oleh Juliari dari 109 perusahaan yang terlibat didalam pengadaan bansos, Uang tersebut diduga diterima oleh Juliari melalui dua stafnya yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Majelis hakim juga sudah memvonis dua orang yang menyuap Juliari dalam perkaran ini yaitu Dirut PT Tigapilar Agro Utomo, Adrian Iskandar Maddanatja serta Harry Van Sidabukke.

Kedua orang ini divonis oleh majelis hakin dengan kurungan 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta, subsider 4 bulan kurungan. Majelis hakim menilai keduanya sudah terbukti melakukan suap pada Juliari.