Kubu Moeldoko Gugat Jabatan Presiden Tiga Periode

CaffreyForCongress – Panggung politik Indonesia mulai hangat untuk diperbincangkan. Apalagi mengenai jabatan presiden tiga periode. Yang mana sudah diputuskan oleh menkumham. Terkait hasil dari KLB Deli Serdang yang sudah final. Memang dalam sidang KLB Deli Serdang menghasilkan keputusan, bahwasanya bapak Jokowi bisa mencalonkan presiden untuk tiga periode. Nah persoalan baru ini menjadi pembahasan paling hangat. Bagi kalangan elit politik memang memandang bisa saja, namun apakah mungkin.

Seperti halnya pengamat politik dari salah satu universitas nasional (unas), mengatakan bahwasanya gugatan yang dilakukan oleh kubu moeldoko sendiri kepada Menkumham, Yasonna H Laoly. Yang pada waktu itu bertempat di PTUN Jakarta cuma untuk menghangatkan panggung politik di kubu Moeldoko. Sebagaimana yang dilansir oleh media SINDOnews pada hari sabtu (26/6), Robi mengatakan bahwa keputusan menkumham bisa saja terjadi. Namun jika dikatakan terkait jangka waktu dalam sebuah perjalanan masih terlalu jauh.

Selain Robi, ada salah satu tokoh deputi balitbang dari DPP partai Demokrat, yakni Syahrial Nasution. Melalui akun twitternya, Syahrial mengatakan bahwasanya gugatan tersebut sangatlah politis. Yang mana sejumlah orang dalam kekuasaan pemerintahan justru melawan adanya keputusan pemerintah. Sebelumnya memang Syahrial sudah mendengar berita ada hubungannya dengan keputusan masa jabatan dari presiden dalam tiga periode.

Jabatan Presiden Tiga Periode, Moeldoko Tidak Setuju.

Memang jika membahas politik yang ada di Indonesia sangatlah menarik dan seru. Apalagi tentang adanya keputusan dari menkumham yang baru-baru ini muncul di kalangan politik. Waktu sebelumnya, jabatan presiden hanya bisa dua periode saja. Nah sekarang muncul kabar terbaru tentang jabatan presiden tiga periode. Pastinya banyak yang pro maupun kontra, apalagi di dalam pemerintahan Bapak Jokowi.

Terkait twitter dari akun Syahrial sendiri, sedianya SINDOnews sudah mendapatkan ijin untuk bisa mengutipnya. Nah kutipan tersebut berupa bahwasanya KSP Moeldoko yang mana masih mengaku sebagai ketua umum Partai Demokrat namun tidak diakui jabatannya. Sedianya menggugat keputusan dari Yasonna Laoly selaku Menkumham. Dengan adanya gugatan tersebut Syahrial juga mengatakan bahwa hal tersebut sangatlah politis.

Ada peringatan bahwasanya ada berita hangat terkait masa jabatan dari presiden dalam tiga periode tersebut. Syahrial mengatakan bahwa di dalam kabinet yang diusung bapak Jokowi sedang ada gejolak. Yang mana nantinya bisa merusak pemerintahan dari dalam.

Pada dasarnya situs judi slot deposit pulsa dalam panggung politik, Moeldoko sedang berulah. Setelah gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarata pusat terkait hasil KLB Deli serdang gagal. Sekarang kubu Moeldoko kembali menyerang keputusan Menkumham, Yasonna H Laoly, dengan menggugat hasil keputusan mengenai jabatan presiden yang akan datang.

Seperti yang diketahui, setelah ditolaknya pengesahan terkait hasil dari KLB Deli Serdang oleh Menkumham. Kubu Moeldoko berupaya keras supaya gugatan tersebut disahkan. Dari pihak kuasa hukum kubu Moeldoko yakni Rusdiansyah, pada hari jumat (25/6). Mengatakan bahwa gugatan terkait tata usah yang sudah dilaporkan pihak KLB Demokrat Deli Serdang dengan tergugat Menkumham. Yang mana Kemenkumham sendiri selaku badan atau pejabat tata usaha negara. Jika digamblangkan pihak kubu Moeldoko sendiri tidak puas dengan keputusan dari sidang KLB Demokrat Deli Serdang. Dan kembali mengajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat namun ditolak oleh pihak Kemenkumham. Lantas dengan adanya berita jabatan presiden tiga periode tersebut, menjadi senjata kubu Moeldoko untuk ganti menggugat pihak Kemenkumham, Yasonna H Laoly. Begitulah gambaran politik yang ada di Indonesia. Dalam satu pemerintahan bisa saja saling menjatuhkan demi memperoleh jabatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *