HUT TNI Indonesia Ke-76, Menilik Momentum Sakral Perjuangan TNI

Baru saja rakyat Indonesia merayakan HUT TNI Indonesia yang ke 76 yag diperingati setiap tanggal 5 Oktober. TNI atau Tentara Nasional Indonesia merupakan angkatan bersenjata Negara Indonesia yang terdiri dari 3 bagian, yakni TNI Angkatan Darat atau AD, TNI Angkatan Udara atau TNI AU dan TNI Angkatan Laut atau TNI AL. TNI memiiki tugas untuk menjaga kedaulatan dan mempertahabkan wilayah negara sesuai dengan UUD 1945 dan juga Pancasila.

5 fakta menarik disamping HUT TNI Indonesia ke 76

TNI lahir bersamaan saat perjuangan dalam melawan masa penjajahan Belanda. TNI memiliki kontribusi yang sangat besar dalam upaya mendapatkan serta mempertahankan Kemerdekaan Reublik Indonesia. Berikut ini beberapa fakta-fakta menarik yang terjadi disekitar perjalanan TNI:

  1. Hari TNI diperingati setiap tanggal 5 Oktober

Di awal pembentukannya, dulu TNI memiliki nama TKR atau Tentara Kemamanan Rakyat yang pertama kali dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945. Kemudian TKR  selanjutnya diganti lagi menjadi TRI (Tentara Republik Indonesia). Selanjutnya dilakukan perubahan lagi yang terakhir yakni TNI atau Tentara Nasional Indonesia pada tanggal 3 Juni 1947 dan digunakan hingga sekarang.

2. Tantangan TNI pada awal kemerdekaan

Ketika perang kemerdekaan terjadi, yakni pada tahun 1945 sampai 1949 Indonesia pernah mengalami krisis. Dan saat itulah TNI menunjukkan kekuatannya yang maksimal meskipun juga mendapat tekanan dari militer dan lini politik. Tekanan politik pada TNI tersebut slot online maha168 merupakan imbas dari adanya golongan komunis yang ingin mempengaruhi keberadaaan TNI. Sedangkan dari segi militer, terdapat gejolak perang yang muncul akibat peristiwa pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia).

3. TNI berubah menjadi ABRI

Nama TNI juga pernah berganti menjadi ABRI atau Angkatan Bersenjata Repubik Indonesia). Hal tersebut terjadi pada tahun 1962, kemudian di tahin 1999 nama ABRI diganti lagi menjadi TNI.

4. HUT TNI yang pernah kelabu

Peringatan HUT TNI pada tanggal 5 Oktober 1965 pernah dirayakan dengan isak tangis. Ketika itu 6 orang jendral serta seorang perwira TNI AD gugur karena menjadi korbar dari keganasan pasukan G30S/PKI. Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia saat ituyakni Jendral Abdul Harris Nasution mengungkapkan belasungkawa yang menadalam atas kejadian tersebut.

Terlebih Jendral Nasutio merupakan salah satu orangyang masuk dalam incaran PKI yang akan diculik oleh pasukan Tjakrabirawa. Namun, Nasution berhasil lolos sedangkan ajudannya yakni Letnan Pierre Andries Tendean yang menjadi korban. Nasution mengngkapkan bahwa hari TNI tersebut menjadi hari peringatan TNI yang paling kelam sepanjang masa.

5. TNI pamer 112 Alutsistapada HUT Ke-76 di Istana Merdeka

Kini, TNI sudah semakin berbenah dan semakin kuat dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Pada perayaan HUT TNI ke 76 tahun ini, TNI memperlihatkan kurang lebih 112 alat pertahanan atau alutsista di halaman Istana Merdeka. Namun karena masih dalam masa pandemi, jumlah prajurit yang diikutsertakan juga dibatasi.

Jenis-jenis alutsista yang dipertontonkan antara lain kendaraan taktis Sherpa Light Sciut 2 unit, Indonesia Light Strike Vehicle atau ILSV 8 unit, kendaraan taktis Anoa 35 unit, Rantis Bushmater 2 unit dan P6 Atav 19 unit. Terdapat juga Aligator 1 unit, Rudal Mistral 24 unit, peluncur roket multiple 5 unit, Armed Caesar 166 MM 5 unit dan masih banyak lagi. Nah itulah beberapa fakta-fakta menarik yang terjadi dalam perjalanan panjang TNI di Indonesia. Untuk memperingati HUT TNI Indonesia yang ke 76 ini, tentunya semua masyarakat berharap TNI semakin kuat. Dengan pertahanan TNI yang kuat, maka kemanan, dan kedaulatan Indonesia akan selalu tetap terjaga