IBU RISMA MARAH DI GORONTALO

Beberapa waktu lalu bererdar video viral menteri sosial RI Tri Rismaharini yang kerap disapa ibu Risma ini kepergok memarahi salah satu penjabat di Gorontalo. Imbas ibu Risma marah di Gorontalo ini sempat menjadi bahan perbincangan di jagad dunia maya.

Menteri sosial yang sedang melakukan kunjungan kerja ke provinsi Gorontalo itu tiba – tiba marah kepada salah satu petugas. Kemarahan ibu Risma di Gorontalo ini di tunjukan kepada salah satu penjabat pendamping keluarga harapan ( PKH ).

Banyak juga politikus yang mengomntari kejadian ibu risma marah di Gorontalo ini. Ada yang memberi dukungan ada pula yang menghujat dan memberi saran agar menteri sosial ini di evaluasi psikolog.

Imbas Ibu Risma Marah Di Gorontalo

1. Ibu Risma Sudah Meminta Maaf

Sebagaimana telah di sampaikan oleh Sekertaris Jendral Kementrian Sosial Harry Hikmat bahwa menteri sosial RI ini sudah meminta maaf secara langsung. Ibu Risma telah maha168 meminta maaf langsung kepada anggota komisi VIII DPR RI Idah Syahhidah dan juga minta maaf  kepada Gurbernur Gorontalo Rusli Habibie.

2. Gubernur Gorontalo Tak Ingin Lagi Ada Kejadian Ini.

Saat ini Gubernur Gorontalo tak ingin kejadian ibu Risma marah di Gorontalo terjadi lagi di daerah lain. Ia berharap ibu Risma mengurangi sifat marah – marahnya. Dalam kesempatan lain Gubernur Gorontalo ini juga meminta maaf kepada bu Risma bila ada kata atau kalimat yang menyinggung bu Risma mohon untuk dimaafkan ujarnya.

3. Penjabat Yang Dimarahi Juga Sudah Meminta Maaf

 Penjabat Pendamping Keluarga Harapan ( PKH ) yaitu Fajar Sidik Napu adalah sosok yang di marahi ibu Risma saat di Gorontalo. Fajar menilai kalau sifat ibu Risma ini adalah bentuk perhatian seorang ibu kepada anaknya.

Fajar mengaku kepada Gubernur Gorontalo sudah memaafkan kemarahan ibu Risma saat kejadian kemarin . Disinggung beberapa awak media apakah dia merasa keberatan dengan kejadian kemarin? Saya rasa tidak mungkin saya membalas orang tua yang memarahi saya, karena itu juga merupakan bagian dari pendidikan ‘’ujarnya.

4. Kemarahan Risma Karena Mendengar Penjelasan Pihak Perbankan

Pokok persoalan yang membuat ibu Risma marah di Gorontalo saat itu adalah tentang data 26 nama penerima PKH yang uangnya belum masuk. Saat itu Fajar sudah menjelaskan bila nama – nama tersebut belum masuk ke daftar Surat Perintah Pencairan Dana ( SP2D ).

Fajar juga menjelaskan waktu itu sedang terjadi pemadaan data dan menyebabkan terindikasi KPM ini dinonaktifkan dari pihak Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ). Saat itu juga ibu Risma bertanya ke staf kementerian yang memberi jawaban kalau data dan dari pihak bank juga menjawab begitu.

Saat ibu Risma mendengar jawaban pihak bank bila sudah dalam proses transaksi. Dan waktu itu juga ibu Risma langsung berdiri dan menunjuk saya dengan bulpoin sambil ber ujar ‘’ tak tembak kamu ya ‘’ jelasnya. Padahal yang di maksud pihak bank adalah data yang masuk untuk program Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) bukan  data yang menerima PKH seperti yang ibu maksud.

Itulah ulasan tentang ibu Risma yang marah di Gorontalo. Saat itu juga fajar melakuakan klarifikasi ulang kepada ibu Risma mengenai data – data penerima PKH. Ia juga menjelaskan kalau 26 data tersebut telah masuk ke e – PKH yang pengaktifannya mulai bulan Juni dan Juli mendatang.