Kronologi PSI Jelaskan Awal Program Nasi Kotak Hingga Warga Keracunan

Insiden menghebohkan publik yang terjadi baru-baru ini ikut menyeret nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Insiden tersebut yaitu keracunan makanan yang terjadi pada warga Koja, Jakarta Utara. Setelah menyantap nasi kotak berlogo PSI. Oleh karena itu, pada Selasa (2/11) PSI jelaskan awal program nasi kotak hingga warga keracunan.

PSI memang rutin melaksanakan program pembagian nasi kotak ke berbagai wilayah di Indonesia. Sejak April 2021 lalu. Program ini awalnya hanya melibatkan para pengurus dan kader. Namun, pada bulan Agustus program ini sudah mulai melibatkan publik.

Kronologi PSI Jelaskan Awal Program Nasi Kotak Hingga Warga Keracunan

Saat dihubungi pada Selasa, (2/11) pihak PSI menyatakan bahwa program ini memiliki tujuan kemanusiaan. Yaitu ikut membantu masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19. Pihak PSI menegaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk memenuhi asupan makanan bergizi untuk masyarakat. Terutama yang haru menjalani isolasi mandiri.

  1. Penjelasan PSI terkait kasus keracunan makanan

PSI mengungkapkan bahwa kasus keracunan makanan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi. Ia mengatakan bahwa PSI akan lebih berhati-hati dalam mpo88 melaksanakan program semacam ini. “Pastinya lebih berhati-hati. Kemarin warung yang menyediakan rice-box itu juga sudah membuat 1000 porsi, namun sayangnya juga tetap terjadi kesalahan,” ujar Bimmo.

Sebelum PSI jelaskan awal program nasi kotak hingga warga keracunan tersebut. Bimmo bersama Giring Ganesha selaku Ketua Umum juga telah mengunjungi warga yang menjadi korban. Pihak PSI telah meminta maaf secara langsung atas insiden yang terjadi tersebut.

Program bagi-bagi nasi kotak gratis ini sebelumnya telah diunggah di akun Twitter PSI @psi_id saat membagikan nasi kotak kepada warga Banjar Pemangkalan, Denpasar Utara, Bali. Kesempatan tersebut telah dimanfaatkan oleh Giring selaku Ketum untuk berbincang dengan warga mengenai banyak hal, seperti cuitan yang diunggah PSI.

PSI juga telah bekerjasama dengan UMKM dengan memesan sejumlah nasi kotak untuk dibagikan pada warga ke UMKM tersebut. Ini artinya, PSI turut serta menghidupkan kembali UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

  • Sampel nasi kotak diperiksa BPOM

Yudi Dimyati selaku Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudin) Jakarta Utara mengatakan bahwa sampel nasi kotak berlogo PSI yang menyebabkan warga keracunan telah diperiksa oleh BPOM. “Sampel sudah diperikasi BPOM, tetapi hasilnya belum disampaikan,” ujar Yudi saat dihubungi Rabu, (27/10).

Yudi mengatakan bahwa BPOM telah mangambil sampel makanan dengan mendatangi lokasi warga pada Selasa, (26/10). Pihaknya dipastikan akan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan BPOM.

  • Warga yang keracunan makanan sudah berhasil pulang dari RS

Kasus keracunan makanan dimulai saat warga RW 006, Kelurahan Koja, Jakarta Utara usai menyantap nasi kotak gratis berlogo PSI pada Minggu (24/10). Mengenai kasus tersebut, sebenarnya para warga tidak terlalu mempermasalahkan. PSI sendiri juga dinilai telah bertanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Para warga yang dirawat di RSUD Koja juga sudah pulang dari RS dalam keadaan sehat. Hal itu seperti yang diutarakan Suratman saat ditemui pada Selasa (2/11). “Alhamdulillah, sudah pulang sejak beberapa hari lalu dan sudah sehat semaunya.”

Ia juga menyampaikan bahwa sejauh ini, belum ada lagi warga yang dimintai keterangan dari polisi. PSI sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maafnya dan bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.