Belum Terkonfirmasi di Indonesia, Berikut Fakta Varian Omicron

WHO kembali mengeluarkan peringatan penting tentang kemungkinan indikasi varian baru Corona yakni: Omicron yang mungkin menyebar ke seluruh wilayah di dunia.

Hal ini menyusul merebaknya varian baru yang diberi nama Varian Omicron di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Hongkong dan Belgia yang baru diketahui sepekan terakhir ini oleh WHO.

Fakta Varian Omicron

Varian Omicron adalah hasil mutasi genetis varian Covid-19 yang mengalami perubahan yang amat dinamis khususnya pada bagian protein spike. Varian Omicron yang mpo88 dalam istilah medis memiliki kode B.1.1.529 ini diketahui pertama kali setelah WHO mendapatkan laporan indikasi varian baru tersebut tanggal 24 November 2021 dengan wilayah terkonfirmasi yakni: Afrika Selatan.

Hasil penelian resmi Technical Advisory Group on SARS-COV-2  Virus Evolution mengkategorikan varian ini sebagai Variant of Concern (VOC) yang kemudian oleh WHO diberi nama Varian Omicron.

Varian Omicron adalah Kategori Varian Covid Tertinggi

Perihal penamaan varian baru ini dengan Omicron yang merujuk pada huruf ke-15 huruf alfabet Yunani adalah mengindikasikan jika varian jenis ini masuk dalam kategori tertinggi dari berbagai varian virus Covid-19 yang pernah ada sebelumnya, seperti: Alpha, Beta, Gamma dan yang terakhir Varian Delta.

Indikasi Infeksi Ulang yang Tinggi

WHO juga menyebut jika varian Omicron ini memiliki resiko infeksi ulang yang tinggi mengingat varian ini sudah mengalami mutasi genetis yang amat banyak bahkan hingga 30 kali proses mutasi virus dari sejak pertama kali Virus Covid-19 ditemukan.

Varian Omicron juga amat mungkin menimbulkan resiko pandemi baru yang akan sangat menyulitkan dalam hal vaksinnya, salah satu contohnya adalah Afrika Selatan yang memiliki kemampuan mutasi dengan amat cepat.

Pentingnya Vaksinasi

Oleh karena itu, dibalik upaya pencegahan masuknya varian baru virus Covid-19 ini ke Indonesia, pemerintah terus menggalakkan masyarakat untuk melakukan vaksin secara tuntas untuk mencegah kemungkinan munculnya varian baru atau bahkan masuknya Varian Omicron ke Indonesia yang amat mungkin dibawa oleh warga negara asing asal daerah yang terdampak varian baru ini.

Bahkan, WHO mengindikasikan jika Varian Omicron ini akan sangat mempengaruhi kinerja vaksin sebab amat mungkin vaksin yang sudah disuntikkan ke tubuh tak memiliki kemampuan dalam melawan virus Varian Omicron ini, meskipun sejauh ini penelitian yang mengarah ke hal tersebut belum terjadi.

Hanya saja yang perlu diwaspadai terhadap virus Varian Omicron ini adalah sifatnya yang sangat mudah menular bahkan sangat mungkin terjadi infeksi ulang terhadap masyarakat yang sudah pernah terinfeksi Virus Covid-19.

Tindakan Cepat Pemerintah Indonesia

Untuk mengantisipasi kemungkinan merebaknya virus Varian Omicron ini pula, pemerintah Indonesia bertindak cepat dengan memberikan batasan terhadap kunjungan warga dari negara-negara yang sudah terkonfirmasi varian Omicron ini.

Terlebih beberapa negara yang terkonfirmasi itu diketahui warganya amat sering bepergian ke wilayah Indonesia untuk berbagai keperluan, oleh karena itu sebelum virus Varian Omicron itu masuk dan merebak ke wilayah Indonesia, pengawasan terhadap pintu masuk kedatangan kian diperketat. Tak hanya untuk warga negara terkonfirmasi saja, warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia juga wajib menjalani karantina khusus selama 2 x 24 jam dan melakukan tes PCR paling sedikit dua kali untuk memastikan jika warga negara asing tersebut bukanlah carrier dari Varian Omicron yang hingga kini masih dalam tahap penelitian perihal kemungkinan tingkat keganasan virus serta indikasi infeksi lanjutannya.