Berhasil Kalahkan Moeldoko, Elektabilitas Demokrat Dibawah Kepemimpinan AHY Terus Naik

Akhir-akhir ini diketahui tren elektabilitas dari Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus naik. Trend tersebut tidak hanya meningkatkan elektabilitas dari partai, melainkan juga elektabilitas dar sang ketua umum. Peningkatan elektabilitas tersebut tidak lepas dari tata kepemimpinan yang solid serta bisa merangkul semua elemen di masyarakat.

Menurut Tomi Satryatomo selaku Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat mengungkapkan jika kenaikan trend tersebut juga salah satu hasil dari kemenangan AHY atas Moeldoko. Dimana Moeldoko sebelumnya ingin mencoba merebut kepemimpinan Demokrat dari AHY melalui cara yang inkonstitusional.

“Ini tidak hanya menjadi bukti yang menunjukkan bahwa AHY bisa menghadapi lika-liku hukum yang terjadi dalam internal partai. Namun juga kemampuan politik AHY yang bisa merangkul semua elemen kekuasaan yang lainnya,” terang Tomi pada keterangan tertulis Selasa (7/12/2021).

Menurut Tomi, dukungan dari semua publik tidak perlu diragukan lagi. Sebab semua pasti setuju jika apa yang dilakukan oleh Moeldoko merupakan sebuah kekeliruan dan telah mencoreng demokrasi. Meski begitu, Tomi juga mengatakan jika publik masih tetap merasa was-was dan khawatir jika ada oknum-oknum kekuasaan lainnya yang ikut membantu Moeldoko dalam merebut kembali Partai Demokrat. Dan pada fase inilah, kepemimpinan Demokratis dibawah AHY diuji.

“Kemenangan yang diperoleh AHY di politik dan hukum inilah yang menjadi bukti untuk bisa meyakinkan publik. Bahwa AHY memiliki kemampuan dalam mengatur mpo88 kepemimpinan partai yang sangat menjanjikan, dan dibutuhkan untuk membawa negara indonesia bisa menjadi yang lebih baik lagi,” lanjut Tomi.

Dirinya juga mengemukakan bahwa memang rakyat Indonesia menyukai persatuan namun juga rentan terhadap perpecahan. Oleh karena itulah, diperlukan pemimpin yang bisa merangkul semua elemen masyarakat dan tegas dalam melawan ketidakadilan dan ketidakbenaran.

“Masyarakat memiliki prinsip cinta damai, namun lebih mencintai kemerdekaan. Jika semua bersatu kita semua bisa senang, tetapi kalau ada penguasa yang menindas, maka otomatis rakyat akan melawannya. Memang tidak semua penguasa suka menindas, masih ada juga yang baik hati. Dan AHY telah menunjukkan kemampuan lobby politik yang digunakan dalam melawan penguasa yang ingin menindas demokrasi, seperti Moeldoko. Serta merangkul para penguasa yang masih setia dalam membela demokrasi di Indonesia,” lanjutnya.

Tomi menjelaskan, jika tidak semua penguasa yang ada sepakat dengan cara-cara yang digunakan oleh Moeldoko. Ahy bisa mengkapitalisasi siapa saja penguasa yang tidak sesuai dengan cara yang digunakan oleh Moeldoko.

“Saya rasa kemampuan yang dimiliki AHY tersebut akan diapresiasi oleh publik, serta tercermin dari naiknya tren elektabilitas yang konsisten dalam periode 2 tahun terakhir. Dan insyaallah hal tersebut akan terus naik,” tutup Tomi.

Tren Kenaikan Elektabilitas Demokrat Diungkap Oleh Dua Lembaga Survei

Sebelumnya, survei terkait tren kenaikan elektabilitas Partai Demokrat dilakukan oleh dua lembaga, yakni Indikator maupun Polmatrix. Hasil dari survei yang melibatkan kurang lebih sebanyak 2020 responden tersebut menunjukkan jika elektabilitas Demokrat terus naik sejak Januari 2020 sebanyak 4,6%. Adapun kenaikan dari rincian tersebut yakni untuk Bulan September 2020 sebanyak 5,6%, Januari 2021 5,4%, April 2021 7,5%, Juli 2021 9% dan Desember 2021 mencapai 10%. Dengan kenaikan elektabilitas yang mencapai 10% tersebut, kini Partai demokrat berhasil menduduki urutan keempat setelah PDIP, Gerindra, dan Golkar.