Soal Jokowi Maju Cawapres 2024, Ini Kata Komisi II DPR RI

Sekelompok orang yang menyatakan diri sebagai Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi telah mendeklarasikan dukungan kepada keduanya menjadi pasangan capres dan cawapres untuk maju pada Pemilu 2024.  Lalu pertanyaan yang banyak muncul di publik adalah apakah nantinya Jokowi memang bisa maju lagi pada pemilu berikutnya?

Wakil ketua komisi II  DPR RI yang berasal dari Fraksi PKB yakni Lukman Hakim menyatakan jika peraturan terkait dengan masa jabatan presiden dan wakil presiden sudah tercantum pada pasal 7 UUD 1945. Lukman mengatakan jika secara aturan Jokowi sudah tidak bisa maju lagi sebagai calon presiden pada pemilu 2024 karena periode nya sudah habis.

“Tentu sudah tidak bisa lagi Pak Jokowi maju menjadi calon presiden pada pemilu 2024 karena telah menjabat selama dua periode. Dalam pasal 17 UUD 1945 secara terang juga telah membatasi periodisasi presiden hanya sebanyak 2 kali saja, presiden serta wakil mpo88 presiden mengontrol jabatan selama lima tahun. Namun setelah itu akan dipilih ulang dalam jabatan yang sama dan hanya untuk masa jabatan satu kali saja” ungkap Lukman (15/01/2022).

“Pasal 7 UUD 1945 tersebut juga merupakan hasil dari amandemen konstitusi dalam rentang tahun 2000-2022 oleh MPR. Hal itu menjadi evaluasi atas perjalanan pemerintah dari orde lama dan orde baru yang sebelumnya memang tidak ada pembatasan periodesasi jabatan presiden. Dan pada pasal 7 UUD 1945 merupakan salah satu nyawa  bagian dari reformasi.

Dengan begitu Lukman menyimpulkan jika para pihak yang telah mendorong Jokowi untuk maju lagi sebagai capres pada tahun 2024 mendatang tidak memahami secara detail isi dari konstitusi. Dia juga mengaku sedih sebab banyak pihak termasuk para elit politik yang juga tidak memahami arti dari pasal 7 UUD 1945 tersebut.

“Mungkin para pihak yang telah menyatakan dukungan supaya Pak Jokowi kembali maju sebagai capres pada pemilu 2024 mendatang tidak memahami secara lengkap isi UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia. Dalam undang-undang tersebut diterangkan secara jelas bahwa batasan periode seseorang untuk bisa menjabat sebagai presiden presiden hanya sebanyak 2 kali saja. Tentunya saya juga sangat sedih melihat kenyataan ini  karena masih juga ada sebagian masyarakat bahkan ada juga tokoh-tokoh elite politik yang tidak pernah membaca 19 UUD 1945 tersebut,” Lanjutnya.

Benarkah Jokowi bisa maju menjadi cawapres di Pemilu 2024?

Lalu bagaimana jika Jika nantinya Jokowi kembali maju pada pilpres 2024 sebagai cawapres? Dimana jabatan tersebut berbeda dengan kedudukannya sebelumnya selama dua periode ini. Terkait dengan hal itu Lukman menyatakan jika bisa saja dilakukan. Dia juga mengungkapkan bahwa seseorang bisa saja kembali menjabat di pemerintahan jika kedudukan yang dipilih berbeda dari dua periode jabatan sebelumnya. Dengan begitu bisa dikatakan Jokowi mungkin saja bisa maju sebagai cawapres pada pemilu 2024.

“Menurut pasal 7 UUD 1945 hal tersebut memang bisa saja dilakukan jika sudah menjaba wapres 2 periode kemudian mencalonkan diri sebagai capres. Begitu juga dengan sebaliknya jika telah menjabat presiden selama 2 kali atau dua periode lalu mencalonkan diri sebagai wapres  maka menurut pasal 7 itu boleh saja,” terang lukman.

Meskipun begitu Lukman juga menyebutkan lagi jika masyarakat tentu akan mempertanyakan terkait dengan etika kepemimpinan Jokowi jika hal tersebut benar-benar dilakukan. Terlebih lagi pada beberapa kesempatan Jokowi mengungkapkan telah menolak untuk maju lagi pada pilpres 2024. “Pastinya nanti akan banyak masyarakat yang mempertanyakan terkait dengan etika kepemimpinan dan pak Jokowi pasti juga tidak akan bersedia hal tersebut sudah disampaikan berulang kali secara langsung,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.