Mendengar Fadli Zon Kritiki Presiden, Ngabalin Serang Fadli Zon

Ketika sosok Wakil Ketum (Ketua Umum) Partai Gerindra yakni Fadli Zon mengkritiki Presiden RI, Joko Widodo. Ali Mochtar Ngabalin  sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden ( KSP ) tidak tinggal diam. Sedianya Ngabalin langsung merespon sejumlah sindiran pedas tersebut. Menurut Ngabalin, sedianya Fadli harus sering membaca peraturan dan ketentuan etika sebelum pihaknya melontarkan kritiknya.

Memang sebelumnya, Fadli sendiri memang sempat memberikan sindiran kepada Presiden tentang kapan jadwal kunjungan ke Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Dimana sudah tergenang banjir selama kurang lebih tiga pekan. Ngabalin sendiri mengatakan bahwasanya Fadli jangan kebanyakan ngoceh. Sebagai DPR tidak perlu berteriak-teriak, apa tidak punya malu. Selevel DPR tidak tahu akan peraturan yang sudah ditentukan.

Dalam responnya tersebut, Ngabalin menyuruh Fadli untuk belajar lagi. Karena memang Fadli kurang membaca regulasi mengenai pembagian tugas. Ya, tugas penanganan bencana dalam suatu wilayah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ngabalin, bahwasanya tidaklah semua bencana bisa ditangani oleh bapak Presiden, Jokowi.

Setidaknya seorang anggota DPR, Fadli harus tahu dan paham mengenai undang-undang regulasi. Ngabalin juga menyampaikan bahwasannya Fadli harus mpo88 membaca lagi Undang-Undang tersebut. Dengan begitu, Fadli tahu di tingkat manakah skala nasional harus ditangani. Tidak hanya bisanya teriak-teriak dan mengkritiki kinerja Presiden, Jokowi.

Fadli Zon Tidak Tahu Pasti Tentang Undang-Undang Regulasi.

Ali Mochtar Ngabalin sedianya menepis kritikan Fadli Zon yang ditujukan kepada Presiden, Joko Widodo. Menurutnya untuk bencana kebanjiran yang terjadi di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, penanganannya bisa melalui tingkat provinsi. Selain itu dibantu oleh pemerintah kabupaten maupun kota madya untuk bisa menanganinya. Jika sudah paham mengenai Undang-Undang Regulasi, tidak perlu Fadli teriak-teriak.

a. Bisa dimusyawarahkan baik-baik.

Dari permasalahan yang ada, sedianya Ngabalin juga memberikan kepada solusi terbaik kepada Fadli. Sebagai anggota DPR sebaiknya dimusyawarahkan baik-baik mengenai hal tersebut. Jangan terus diumbar di hadapan publik yang mana mencemarkan nama baik Presiden Jokowi. Bagi masyarakat yang tidak tahu tentang regulasi tersebut, pastinya memandang negatif kinerja Presiden Jokowi.

b. Kumpulkan danda sosial bersama dengan anggota dewan lainnya.

Jika niatnya ingin membantu wilayah yang terkena banjir, bukan begitu caranya. Pakai pola pikir yang baik, kumpulkan dana bersama para anggota dewan yang lainnya. Kemudian disalurkan ke wilayah yang terkena banjir. Jadi anggota DPR jangan bisanya cuma teriak-teriak saja. Berfikirlah yang logis.

c. Belajar lagi mengenai Undang-Undang Regulasi.

Sebagai anggota DPR, ya harus paham mengenai Undang-Undang. Termasuk salah satunya Undang-Undang Regulasi. Supaya tidak ada salah paham antara DPR dengan Pemerintah. Katanya DPR yang merupakan tempat aspirasi rakyat. Tetapi pada kenyataannya, ketika rakyat sedang membutuhkan bantuan, bisanya cuma teriak-teriak. Jadilah pelopor yang baik bagi anggota dewan lainnya dan mengayomi masyarakat.

Terkait permasalahan ini, sebelumnya sosok Wakil Ketum Gerindra tersebut menyindir dan mengkritiki kinerja Presiden Jokowi. Yang pada waktu itu lebih memilih untuk mencoba Sirkuit Internasional baru, Mandalika. Ketimbang mengunjungi wilayah yang terkena bencana banjir di Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Yang mana mengalami kesulitan di berbagai sektor selama tiga minggu. Sindiran dan kritikan tersebut sedianya dilontarkan oleh Fadli Zon melalui akun Twitternya. Yang mana Fadli mengutip cuitan dari Presiden Jokowi. Dan dalam cuitan Presiden Jokowi, pihaknya mengunggah foto yang sedang menjajal Sirkuit Internasional baru Mandalika. Dengan mengemudikan motor merk Kawasaki W175 yang sudah dimodifikasi. Dalam cuitannya tersebut, Fadli mengucapkan luar biasa, selamat peresmian Sirkuit Internasional Mandalika kepada Presiden Jokowi. Kemudian dilanjutkan dengan tinggal kapan ke sintang.