Masuk Bursa Terkuat di Pilpres 2024, Ini Dia Tantangan Para Figur Usai Masa Jabatan

Kontestasi  politik untuk pemilihan presiden tahun 2024 memang masih jauh, namun hiruk pikuknya sudah dapat dirasakan dari sekarang. Sejumlah nama-nama petinggi pemerintahan dan juga kepala daerah telah masuk dalam daftar calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Setiap nama yang masuk dalam daftar tersebut memiliki elektabilitas pada kategori yang berbeda-beda. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil atas survei yang dilakukan antara Politika Research  Consulting bersama dengan Parameter Politik Indonesia.

Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia mengatakan jika figur yang mendominasi bursa capres pada pilpres 2024 adalah kepala daerah.

“Jika dilihat dari peta koalisi serta pencapresan memang secara umum masih sangat didominasi oleh kepala daerah yang kini tengah menjabat,  namun selain itu juga didominasi oleh para elit-elit partai politik,” Kata Adi pada keterangannya (27/12/2021).

Dari hasil survei yang diperoleh dapat disimpulkan, terdapat tiga kategori elektabilitas sejumlah figur tersebut, termasuk kepala daerah. Kategori pertama yakni mpo88 terkait elektabilitas capres Top of Mind yang di dalamnya terdapat 3 kepala daerah. Mereka adalah Ganjar pranowo yang menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah dengan perolehan survei 17,2%, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dengan angka 9,1% dan yang ketiga yakni Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat dengan angka 4,0%.

Sedangkan pada survei elektabilitas dengan simulasi 32 nama, nama-nama kepala daerah tersebut juga masuk dalam daftar. Ganjar Pranowo sebanyak 23,1%, Anies Baswedan sebanyak 11,4%, Ridwan Kamil sebanyak 5,1%, dan dan Khofifah Indar Parawansa sebanyak 1,3%.

Keempat nama tersebut juga kembali masuk pada hasil survei  elektabilitas dengan simulasi 15 nama. Dan hasilnya Ganjar pranowo memperoleh 25,0%, Anies Baswedan mendapat 12,4%, Ridwan Kamil di angka 5,8%, serta Khofifah Indar Parawansa sebanyak 1,6%.

Tantangan pasca periode menjabat selesai

Meskipun nama-nama kepala daerah tersebut memiliki elektabilitas sebagai figur seorang Capres. Tetapi Adi juga menyatakan jika terdapat tantangan yang besar kedepannya untuk mereka. Tantangan tersebut akan muncul ketika mereka sudah tidak menjabat atau setelah masa jabatannya habis baik di tahun 2022 ataupun 2023.

Diketahui sebelumnya jika Pilkada di tahun 2022 dan 20023 memang ditiadakan pada tahun yang sama. Dan sebagai gantinya penyelenggaraan Pilkada tersebut  akan diselenggarakan secara serentak yakni bersamaan dengan pemilu 2024.

“Catatan dari saya, misalnya ada beberapa survei yang juga sudah kami lakukan. Tantangan terbesar yang akan dihadapi oleh kepala daerah yang masuk dalam daftar elektabilitas serta mendominasi sebagai capres pada Pemilu 2024. Yakni ketika mereka sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah baik di tahun 2022 atau 2023,”  lanjut Adi.

Selama masa kekosongan jabatan tersebut nantinya posisi kepala daerah akan diganti dengan Pelaksana Tugas atau PLT yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.

“Sebagai tambahan saat publik bertanya ini data yang sebenarnya kita miliki memang tidak ditampilkan. Jika PLT kepala daerah nantinya akan bekerja secara maksimal dan total jika tanggung jawab tersebut sudah benar-benar diberikan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya lagi. Sebelumnya diketahui survei serta penelitian ini dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden diambil secara proporsional di setiap provinsi berdasarkan data jumlah penduduk pada Pilpres 2019. dan kriteria responden yakni masyarakat  dengan usia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Nama Ganjar-Puan Digadang Menjadi Pasangan Untuk Pilpres 2024

Meski sebelumnya sempat diisukan bersitegang di kalangan internal PDIP Perjuangan pada pilpres 2024 mendatang. Kini Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar pranowo dan Ketua DPR RI yakni Puan Maharani justru digadang-gadang  akan dipasangkan untuk menyambut kontestasi politik tersebut.

Hal tersebut disampaikan lewat konsolidasi dari sejumlah elemen masyarakat yang bernama Dewan Pimpinan Pusat atau DPP front Ganjar-Puan.

Muchtar Muhammad selaku ketua dewan pembina front Ganjar Puan menyatakan, jika keduanya memiliki peluang kemenangan yang cukup besar jika dipasangkan untuk maju pada pilpres mendatang.

“Tentunya ini diciptakan hetrik pada pemilu legislatif yang akan digelar pada 2024 mendatang.”  Kata Muchtar dalam keterangannya pada senin (20/12/2021).

Tidak hanya sekedar memasangkan saja, menurutnya terdapat beberapa indikator yang juga menjadi alasan dalam mengukur potensi keistimewaan dua tokoh tersebut. Yang pertama yakni pada ambang batas presidensial tersebut. Karena hanya PDIP Perjuangan sajalah yang mampu mpo88 mengusung pasangan capres dan cawapres dari internal sendiri. Yakni dengan memasangkan Ganjar dan Puan maka diyakini akan memiliki efek ekor jas

“Efek dari ekor jas partai yang mengusung kader-kadernya sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden tentunya akan berpengaruh terhadap perolehan suara serta kursi di legislatif  ada serta pilkada,” lanjut Muchtar.

Muchtar juga mengungkapkan pula jika Ganjar pranowo sangat berpotensi menarik preferensi para pemilih partai yang tidak memiliki calon presiden sendiri.  Sehingga munculnya nama Ganjar pranowo tentunya akan diklaim oleh banyak partai menjadi magnet terutama bagi para swing voters.

Memicu semangat perjuangan para internal kader PDIP

Muchtar melihat dengan adanya tradisi PDIP Perjuangan jika memasangkan pasangan sesama kader partai. Tentu akan membangkitkan semangat juang para kader kader lainnya dalam meraih kemenangan.

“Tradisi tersebut sudah terbukti salah satunya pada Pilkada provinsi Bali kemudian di provinsi Sumatera Sulawesi Utara yang mengusung Olly Dondokambey dan juga Steven Kandouw. Selain itu pada Pilkada Jawa Barat juga yang menghasilkan beberapa  pemimpin dan wakil pemimpin yang berasal dari sesama kader PDIP Perjuangan seperti Kuningan, Cirebon, Majalengka dan juga Pangandaran pada Pilkada serentak tahun 2020 lalu,” terang Muchtar.

Sedangkan tingkat kepercayaan publik pada pilihan ketua umum PDIP Perjuangan yakni Megawati Soekarnoputri dan kader yang siap untuk dijalankan menjadi capres maupun cawapres sangatlah tinggi. Hal itu juga berkaca pada jatuhnya rekomendasi ketua umum PDIP Perjuangan pada Pilpres tahun 2014 lalu yang jatuh kepada Joko Widodo atau Presiden Jokowi

“Sehingga untuk Pilpres pada tahun 2024 mendatang tentunya ini juga akan menjadi sebuah variabel yang penting untuk dibicarakan,” tukasnya lagi.

Diketahui memang sebelumnya pihak internal PDIP sempat  mengalami perbedaan pendapat atau bersitegang terkait dengan ketentuan calon yang akan diusung pada pilpres 2024. Beberapa kelompok kader bahkan sudah ada yang menyatakan sendiri untuk mendukung Ganjar pranowo menjadi calon presiden RI, padahal sang ketua umum sendiri belum mengambil keputusan terkait dengan hal tersebut.  Tentunya hal ini juga sempat menjadi permasalahan di internal PDIP karena tidak hanya satu kelompok kader internal saja yang menyatakan untuk mendukung Ganjar sebagai calon presiden yang diusung oleh PDIP. Sedangkan tanggapan dari para petinggi PDIP mengatakan agar semuanya bersabar terlebih dahulu terkait dengan keputusan yang akan diambil oleh ketua umum. Terkait dengan siapa nanti yang akan ditetapkan menjadi calon presiden sebenarnya yang diusung oleh PDIP.

Hasto: Ganjar Pranowo Tidak Mungkin Pindah Parpol

Sebagaimana diketahui, Ujang Komarudin, selaku Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar sedianya menilai. Bahwasanya PDI-P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) sedang berupaya untuk menjaga soliditas internal partai. Berita ini berkembang setelah adanya kabar yang beredar terkait polemik pencalonan Pilpres tahun 2024. Penilaian tersebut muncul ketika Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen (Sekretaris Jenderal) PDI-P menyinggung soal Ganjar Pranowo.

Sedianya Hasto mengungkapkan bahwasanya politisi PDI-P yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah tersebut. Tidak tertarik untuk pindah parpol, meski pun sudah ada beberapa tawaran menari dari parpol lainnya. Terkait pencalonan Pemilihan Presiden tahun 2024. Memang hingga sekarang, antara Ganjar dengan  PDI-P masih menjaga hati dan diri. Yang jelas masih tetap saling menghormati antara satu sama lainnya.

Memang hal tersebut merupakan sebuah trik yang dilakukan oleh Ganjar dan PDI-P. Supaya tidak adanya kendala yang bergejolak di dalam tubuh PDI-P. Sementara menurut sudut pandang Ujang, yang disampaikan mpo88 oleh Sekjen PDI-P tersebut merupakan hal yang biasa dalam berpolitik. Dengan tujuan, supaya publik melihat bahwasanya internal PDI-P kondisinya baik-baik saja. Meskipun sedang ada gejala polemik yang terjadi secara internalnya.

Adanya Trik Yang Diperagakan Ganjar Pranowo Dengan PDI-P

Fenoma yang terjadi dalam parpol untuk menjaga soliditas sudah sering terjadi. Dan fenomena kali ini terjadi antara Ganjar Pranowo dengan PDI-P. Memang trik tersebut diperagakan oleh Ganjar maupun PDI-P, supaya internal PDI-P tetap adem ayem dan tidak terjadi keributan. Akan tetapi menurut Ujang, ungkapan dari Hasto tersebut memang sebuah strategi penting PDI-P. Supaya Ganjar tidak pindal ke parpol lainnya, dengan kata lain mengunci Ganjar untuk tetap menjadi Politikus PDI-P.

Karena hingga sekarang ini diketahui belum ada parpol yang mengusung Ganjar untuk maju ke Pilpres 2024. Dari pihak PDI-P sendiri memang belum ada kabar untuk mengusung kembali Ganjar. Dari pihak Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri, belum ada mandat atau perintah sama sekali untuk Ganjar. Akan tetapi dari kubu PDI-P sendiri pastinya mempertimbangkan elektabilitasnya. Yang mana terhitung tinggi dari sejumlah hasil yang dilakukan melalui survey nasional.

Menurut Ujang sendiri, jika PDI-P masih pasif belum ada tanda-tanda dukungannya kepada Ganjar. Dan padahal elektabilitas Ganjar sendiri tinggi di tingkat nasional. Pastinya Ganjar bisa berpindah parpol, memang untuk sekarang belum ada tanda-tanda mengenai hal itu. Namun yang namanya politik semua bisa berubah, untuk kelanjutannya pasti tidak tahu. Memang dalam waktu dekat, Ganjar masih bertahan di PDI-P.

Jika memang Ganjar Pranowo menghendaki untuk pindah Parpol lain. Ujang memprediksikan bahwasanya Ganjar bisa saja melakukannya pada waktu menjelang pendaftaran capres dan cawapres di KPU (Komisi Pemilihan Umum). Namun Ujang menilai dengan adanya potensi permasalahan yang terjadi di internal PDI-P. Hal tersebut pasti dimanfaatkan oleh Ganjar jika benar-benar hendak beralih ke parpol lainnya. Tentu saja untuk pencalonan pilpres 2024.

Memang sebelumnya diberitakan, pihak Sekjen PDI-P mengklaim bahwasanya Ganjar sama sekali tidak tertarik adanya tawaran dari parpol lain, salah satunya dari Partai Golkar. Beberapa kali dari parpol Golkar sudah melakukan penawaran kepada pihak Ganjar. Pastinya tawaran untuk bisa bergabung menjadi politisi di partai Golkar. Dan sekaligus menjadi calon Pilpres 2024 wakil dari partai Golkar. Adanya tawaran yang dilakukan oleh partai Golkar terhadap Ganjar Pranowo tersebut diketahui oleh Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto. Dari keterangan Hasto sendiri, partai Golkar membuka sebuah peluang . Untuk bisa mencalonkan Ganjar bilamana tidak jadi diusung oleh PDI-P.

Nama Puan Muncul Dalam Pilpres 2024, Begini Tanggapan Publik

Belakangan ini tengah ramai disebut-sebut bahwasanya Ketua DPR RI yakni Puan Maharani bakal menju ke kontestasi Pilpres pada pemilu 2024 mendatang. Meskipun elektabilitas yang dimiliki Paun masih tertinggal dibawah beberapa tokoh publik lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anis Baswedan. Namun berbagai pihak dari kalangan tetap meyakini bahwa Puan akan tetap diusung oleh Aprtai Kepala Banteng (PDIP) untuk maju dalam Pilpres.

Iqbal Themi selaku Direktur Eksekutif Veritas Data menilai pengusungan Puan dalam Pemilu 2024 untuk maju capres-cawapres mendatang merupakan solusi tengah atas soliditas mesi politik PDIP.

Sedangkan menurut Ujang Komarudin selaku Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), PDIP akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan elektabilitas Puan demin siap maju dalam kompetisi Pilpres 2024.

“Bocoran dari Internal partai, jika PDIP akan tetap mengusung Puan sebagai Kandidat dalam capres 2024. Menurut mereka jika menang bersama, kalah pun juga mpo88 harus tetap bersama dan hal tersebut sudah memang resiko, karena untuk mendorong figur dengan elektabilits yang rendah,” jelas Ujang.

Adapun beberapa tanggapan yang muncul dari berbagai pihak terkait dengan  isu muncul nya nama Puan Maharani yang akan maju ke Pilpres 2024 mendatang:

Tanggapan berbagai Pihak atas diajukannya Pan menjadi Capres 2024

IPR (Indonesia Political Review)

Direktur utama dari IPR Ujang Komaruding meyakini bahwasanya pihak PDIP akan tetap mengusung puan untuk maju menjadi kandidat Capres Pemilu 2024. Oleh karena itulah, saat ini PDIP tengah gencar dalam menaikkan elektibilitas Puan agar siap dalam berkompetisi pada Pipres 2024.

Ujang juga meyakini terkait dengan pengusungan Puan Maharani unjuk maju ke Pilpres dibandingkan dengan kader lainnya disebabkan karena beberapa faktor.

Pertama yakni Puan merupakan Putra Mahkota dari Megawati Soekarnoputri, dan yang kedua karena dirinya merupakan tokoh sentral dalam partai, maka sangatlah layak untuk diajukan.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia juga menyebutkan, jika PDIP akan menempuh berbagai cara demi mendongkrak elektabilitas puan. Seperti dengan mensosialisasikan lewat baliho, pembagian semako, blusukan, hingga keikutsertaan dalam kunjungan kerja Jokowi ke beberapa daerah.

Ujang juga menambahkan lagi jika jabatan Puan sebagai Ketua DPR bisa mendongkrak elektabilitasnya jika  membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya pro rakyat.

Veritas Data

Diusungnya Puan Maharani sebagai Capres 2024 merupakan solusi jalan tengah untuk solidaritas mesin politik PDIP.

“Puan mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect atas asosiasi Puan tehadap PDIP yang sangat kuat,” jelas Iqal Direktur Eksekutif Veritas pada Minggu (31/10/2021).

Menurutnya, pertimbangan utama yang membuat Puan digadang menjadi capres yang diusung adalah karena terkait kapasitas serta pengalamannya di lembaga eksekutif dan legislatif. Dulu Puan pernah menjadi Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan saat ini Puan menjadi Ketua DPR.

Tidak hanya  terkait kapasitasnya saja, namun juga elektabilitas Puan memang patut menjadi pertimbangan untuk maju dalam Pilpres 2024.

“Soal elektabilitas dapat dilihat jika pada Pileg 2019 Puan mendapat banyak suara di Dapil Jateng. Sehingga masih ada waktu tersisa untuk membuat elektabilitas tersebut lebih optimal lagi,” tutur Ujang.

Pengamat Politik Universitas Paramadina

Hndri Satrio seorang pengamat politik dari Universitas paramadina mengatakan, sebagai Ketua DPP PDIP, Puan tidak perlu khawatir terkait dengan elektabilitasnya yang masih tertinggal dari beberapa tokoh internal lainnya. Sebab jika sudah ditetapkan menjadi capres maupun cawapres 2024, elektabilitasnya akan meroket.

“Berkaitan dengan elektabilitas Puan sendiri tidak perlu khawatir, karena hal tersebut akan otomatis naik jika sudah ditetapkan menjadi capres/cawapres 2024,” terang Hendro.

Dukung Maju Capres 2024, PKB Maluku Deklarasikan Cak Imin

Ketua Umum dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar atau yang lebih sering disapa Cak Imin mendapatkan dukungan penuh untuk maju ke Pilpres 2024. Seperti yang telah dilakukan oleh para kader-kader PKB di wilayah Maluku. pada Sabtu 30 Agustus 2021 kemarin dengan mantap mereka memberikan dukungan kepada Cak Imin melalui suatu deklarasi.

Deklarasi yang dipimpin langsung oleh Maluku Basri Damis selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Maluku diawali dengan pembacaan ikrar yang selanjutnya diikuti oleh kader partai. Adapun bunyi deklarasi yang disampaikan sebagai berikut:

“Atas berkat rahmat yang Allah selaku Tuhan yang maha Kuasa serta didorong dengan keinginan yang sangat luhur serat demi mewujudkan keadilan untuk seluruh rakyar di Indonesia. Dengan ini DPW PKB Maluku serta DPC PKB Kabupaten/Kota se wilayah Maluku menyatakan tekad dengan bulat yakni:

1. Pertama, mendaulatkan secara penuh Muhaimin Iskandar untuk maju dalam pencalonan sebagai presiden (Capres?) pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024.

2. Menjadi garda terdepan dalam mendukung demi kemenangan Muhaimin iskandar pada Pilpres 2024.

3. Siap dan setia dalam melakukan dharmabakti baik harta, tenang dan juga pikiran demi kemenangan Cak Imin pada Pilpres 2024.

Basri Damis juga mengatakan bahwa sebagai Capres 2024 Cak Imin disebut dengan ‘harga mati.’

“Mari kita semua mulai menyongsong kemenangan Cak imin dalam pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang, Cak Imin adalah harga mati, jelasnya dalam pemantapan dapil dan peluncuran caleg.

Semua kader PKB diminta untuk menggalang dukungan serta menopang atas elektabilitas Cak Imin di masyarakat.

Diharapkan juga para kader di tingkat daerah pemilihan (Dapil) segera membentuk dan memantapkan struktur kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Kemudian mpo88 pada Dewan pengurus ranting, Anak ranting, Badan Saksi serta membentuk Lembaga kemenangan yang berkedudukan di Kabupaten/Kota.

“Pada hari ini juga diserahkan SK DPC PKB se-Maluku, kemudian penandatanganan kerja, dan juga pemantapan dapil menuju kemenangan yang akan diraih Cak imin pada Pilpres 2024.” lanjutnya.

Jazilul Fawaid selaku Wakil Ketua Umum dari DPP PKB juga hadir serta juga mendukung penuh atas deklarasi tersebut.”Sepulangnya saya dari sini akan langsung menemui Cak Imin dan mengatakan bahwa para sahabat yang berada di maluku mendukung bulat tekad Cak Imin untuk maju ke Pilpres 2024.” ujar Fawaid.

PKB mampu ungguli Gerindra dan Golkar

Fawaid juga menyampaikan terkait keputusan Cak Imin untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. Bahwa selain mendapat dukungan yang terus mengalir, berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh MSI menyebutkan. Bahwa PKB menempati urutan nomor tiga dan berhasil mengalahkan posisi Gerindra bahkan bisa melampaui Golkar meski hanya berbeda satu persen.

Kini PKB telah mengantongi jumlah kursi sebanyak 58 yang terdiri dari 80 dapil, dan masih ada sekitar 33 Dapil termasuk Maluku yang masih kosong.

25 anggota dari DPRD maluku sebelumnya terpilih dari 39 Dapil, sedangkan 14 Dapil sisanya masih dalam keadaan kosong.

Meski sudah mengaku siap untuk berlaga dalam Capres pada pemilu 2024, Cak Imin belum memberikan keputusan secara resmi karena menunggu perkembangan serta situasi politik yang akan datang.

Sedangkan perlu diketahui, bahwasanya sudah ada beberapa nama-nama terkait capres dan cawapres yang bermunculan pada Pemilu tahun 2024 mendatang. Seperti Puan maharani dan ganjar Pranowo di Internal PDIp, Prabowo Subianto dari gerindra dan juga Airlangga Hartarto dari partai Golkar.

Celeng Vs Banteng, Sinisme Politik Terbaru Jelang Pilpres 2024

Meski masih akan diselenggarakan 3 tahun lagi, pemberitaan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sudah banyak dibincangkan. Hal ini dapat diketahui di masyarakat yang semakin hangat saja berbicara mengenai Pilpres yang akan datang tersebut. Tak terkecuali di wilayah Jawa tengah, bahkan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jateng terus mendapatkan dukungan. para simpatisan Ganjar mendukung penuh agar dirinya mencalonkan diri sebagai presiden.

Tak berbeda jauh dengan pilpres yang digelar 2014 lalu, kini seiring dengan pembicaraan mengenai Pilpres 2024 yang menghangat juga memunculkan Sinisme politik. Jika pada tahun 2014 ada sebutan Cebong vs kampret, maka jelang Pilpres 2024 ini muncul istilah Celeng vs Banteng.

Namun sinisme politik baru yang muncul jelas Pilpres 2024 ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu Cebong vs kampret merujuk pada dua calon atau dua kubu yang berbeda karena persaingan. Maka Celeng vs Banteng ini justru muncul ditengah-tengah polemik yang sedang terjadi slot online maha168 di internal partai PDIP. Bahkan tidak hanya sebutan Celeng saja, sebutan bebek juga muncul akibat dari pendeklarasian dukungan kepada Gubernur Jawa tengah tersebut. Beberapa simpatisan PDIP memberikan dukungan tersendiri kepada ganjar untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Diketahui istilah tersebut pertama kali muncul dari Bambang wuryanto selaku ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Dirinya mengatakan jika simpatisan atau pendukung Ganjar bukan bernama banteng, tetapi celeng.

Masalah tersebut selanjutnya ditanggapi oleh para simpatisan yang lain seperti Albertus Sumbogo, Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo dengan perlawanan. Dengan adanya sebutan celeng, justru membuat semangat mereka lebih terbakar lagi untuk melakukan perlawanan serta berjuang mempertahankan kebenaran sesuai dengan nurani yang diyakini.

“Teman-teman yang sudah membuat meme tersebut tidak hanya tersinggung namun juga merasa prihatin, tetapi juga tetap ada semangat untuk melakukan perlawanan. Meskipun dianggap dengan sebutan celeng, namun harus tetap berjuang untuk kebenaran faktanya dan nurani,” jelas Sumbogo pada Selasa (12/10/2021).

Para simpaisan yang menyebutnya sebagai Barisan Celeng Berjuang tersebut juga membuat sebuah logo beruga gambar celeng warna merah dengan taring putih. Logo tersebut dibuat oleh Eko Lephex dan menjadi simbol serta semangat perjuangan dalam membela kebenaran.

“Barisan celeng adalah kita sebagai kader-kader dari PDIP yang akan berjuang demi membela kebenaran agar partai bisa semakin besar dengan mengusung Ganjar Pranowo untuk maju ke Pilpres 2024,” jelas Eko.

Taring panjang warna putih pada logo tersebut menggambarkan semangat perjangan yang tanpa kenal takut. Sedangkan warna merah mewakili rasa keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Dan warna putih menunjukkan kebenaran hati nurani.

Sinisme politik Cebong vs Kampret

Polemik yang menggunakan nama hewan menjelang pilpres memang bukan hal yang pertama kali terjadi. Sebelumnya pada pilpre tahun 2014 bentuk sinisme politik seperti ini sudah pernah terjadi, bahkan setelah Pilpres 2014 selesai digelar, sebutan cebong vs kampret justru semakin marak dibicarakan.

Kala itu Cebongers merupakan julukan yang diberikan kepada simpatisan Jokowi, sedangkan kampret menjadi sebutan untuk orang-orang yang pro dengan Prabowo. Sinisme politik merebut kembali memanas dan meruncing ketika memasuki Pilpres 2019. Akhirnya popularitas sinisme politik antara cebong vs kampret terus ada sampai saat ini karena media sosial yang terus membuat suasana politik semakin hangat. Akibatnya sinisme politik tersebut ada sebagai bentuk dari ekspresi fanatik pada politik hingga sekarang.

Pakar UGM Menyebutkan Kans Ganjar untuk Maju Pilpres Belum Tertutup meski Adanya Sanksi Partai

caffreyforcongress.org – Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menyebut kesempatan Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden (capres) 2024 tidak serta-merta hilang begitu saja setelah ancaman sanksi yang akan diberikan oleh internal PDIP. Mengingat mengenai konstelasi politik untuk pemilihan umum presiden boleh dikatakan masih lama.

“Saya mengira iya (kans Ganjar masih ada). Ini kan juga proses politiknya masih panjang ya dan partai politik terhadap akhirnya tak sekedar mereka bergantung terhadap pertimbangan-pertimbangan internal tersedia pertimbangan ideologis juga,” kata Wawan waktu dihubungi wartawan, Senin (20/9/2021).

Ia menilai, partai politik akan memperhitungkan juga sejumlah aspek lainnya. Terlebih di dalam ajang penentuan orang nomer satu di Indonesia.

“Pada akhirnya mereka atau partai politik akan memperhitungkan juga apa yang disebut sebagai aspek-aspek popularitas atau stabilitas berasal dari para kandidat” terangnya.

Hal itu juga terkait bersama dengan sanksi yang hakal diberikan kepada PDIP kepada Ganjar nantinya. Dekan Fisipol UGM itu menjelaskan seluruh mungkin masih selamanya akan terbuka.

Menurutnya kalau sebenarnya hasil klarifikasi Ganjar itu dianggap memuaskan oleh internal partai maka mampu saja tidak akan tersedia sanksi. Jadi kebijakan itu sebenarnya akan tergoda oleh hasil klarifikasi pada ke dua belah pihak.

“Kalau hasil pemanggilan (internal PDIP) mengganggap pak Ganjar sebenarnya melakukan langkah-langkah politik di luar kebijakan partai ya jelas Pak Ganjar akan meraih slotmaha168 peringatan atau apa seperti itu. Tinggal nanti titik pertemuan pada kandidat dan partai akan seperti apa,” tuturnya.

Ditanya berkenaan mungkin tertutupnya kans Ganjar maju Pilpres akan merugikan bagi PDIP, Wawan menyebut bahwa PDIP sendiri merupakan partai yang punyai struktur organisasi hingga tingkat bawah yang amat kuat.

“Jadi tidak, sebenarnya tersedia peran tokoh peran sosok di PDIP, di dalam konteks ini ketua lazim Bu Mega ya tapi terhadap waktu yang seiring PDIP ini partai yang punyai semacam jejaring hingga tingkat bawah yang juga amat kuat bersama dengan organisasi partai yang juga amat disiplin,” ucapnya.

Sehingga ia menilai di dalam konteks kesolidan atau solidaritas partai maupun nanti popularitas partai. Khususnya untuk penentuan legislatif kelak itu tidak akan jadi masalah barang siapa yang akan dicalonkan.

Namun, Wawan tidak memungkiri bahwa Pilpres adalah ajang yang tidak sama bersama dengan Pileg. Logika politik di di dalam konstelasi politik itu punyai perbedaan masing-masing.

Pilpres sendiri akan amat ditentukan oleh sosok. Sehingga bukan jadi jaminan contoh partai yang dapat dukungan di dalam legislatif itu kuat lantas calonnya mampu menang.

Sehingga kalau dilihat di dalam konteks khususnya untuk legislatif maka tidak akan tersedia persoalan. Tetapi kalau lihat konteks Pilpres maka mampu jadi partai wajib berjuang lebih keras kalau tidak tidak mencalonkan sosok yang popularitas dan akseptabilitasnya cukup kuat.

“Tapi kan ini belum jelas ya kami karena masih lama ya. Kalau untuk jangka pendek sekarang ini ngga akan tersedia kerugian apa pun berasal dari PDIP dikala tersedia ancaman soal sanksi dan lain-lain. Karena tidak tersedia event politik yang terkait bersama dengan proses elektoral yang terdekat,” tandasnya.

Diketahui bahwa nama Ganjar Pranowo makin lama terdengar untuk dijagokan maju di dalam Pilpres 2024 mendatang. Terbukti berasal dari makin lama masifnya deklarasi perlindungan untuk Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Namun di sisi lain internal PDIP lantas juga tidak tinggal diam. Bahkan partai berlambang banteng itu akan memberi tambahan sanksi kepada kadernya yang dapat dukungan maju Pilpres sebelum meraih ketetapan berasal dari Ketua Umum PDIP.

Sumber https://jogja.suara.com