agama bahai

Kontroversi Penyataan Menang Yaqut dan Kisah Agama Baha’i

Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas dua hari belakangan  menjadi perbincagan publik lantaran videonya  sekitar empat bulan lalu viral di dunia maya. Dalam video yang beredar tersebut, nampak Yaqut Cholil Quomas mengucapkan selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB yang ditujukan kepada umat Baha’i.

Sorotan publik terhadap ucapat selamat itu pun membuat kata kunci Baha’i trending di twiiter pada Kamis 29 Juli 2021. Pasalnya, ucapan Menteri Agama menjadi kontroversial karena agama Baha’i tidak diakui di Indonesia.

Apakah Anda suda pernah mendengar agama Baha’i? Jika belum, berikut adalah penjelasan mengenai Agama Baha’i.

Fakta Terkait Agama Baha’i

1. Lahir di Iran

Ini merupakan agama yang lahir di tanah Iran pada abad 19 yang didirikan oleh Baha’ullah. Agama ini muncul saat seorang bernama Sayyid ‘Ali Muhammad, tokoh di Shiraz, Iran mendeklariskan dirinya sebagai penerima wahyu terbaru dari Tuhan, tepatnya pada tahun 1844. Tokoh dengan gelar Sang Bab (pintu) ini, mengemukakan jika dirinya akan membawa manusia menuju jalan yang lebih agung lagi.

2. Membawa wacana progressif

Agama Bab hadir dengan cukup berani dan progressif di tengah kondisi sosial politik masyarakat Iran kala itu. Mereka dengan tegas menolak perbudakan serta perkawinan kontrak atau nikah sementara. Dua hal yang kala itu sangat wajar dilakukan masyarakat di Iran.

Ajaran tersebut ternyata banyak disambut positif oleh penduduk setempat. Perlahan tapi pasti, jamaah mereka terus bertambah.

3. Upaya pembungkaman dari pemerintah

Pemerintah dan pemimpin agama di Iran melihat perkembangan agama Bab tidak boleh dibiarkan. Beragam upaya pun dilakukan untuk meredam popularitas dan penyebaran agama tersebut.

Sang Bab, Sayyid Ali Muhammad dipenjara di benteng Mah-Ku yang letaknya di pegunungan Azerbaijan. Dia dikurung di benterng bernama Chihriq. Namun begitu, pengaruhnya belum juga meredup.

Pemerintah pun mengeksekusi matai Sang Bab di Kota Tabriz. Sekali lagi, pengikutnya menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Mereka secara diam-diam mengambil jenazahnya untuk dibawa ke bukit Karmel di wilayah Palestina. Baha’ullah lah yang menentukan tempat pemakaman tersebut.

4. Baha’ullah menjadi penerus firman

Mirza Husayn Ali adalah nama dari laki-laki yang mendapatkan gelar Baha’ullah tersebut. Dia adalah pengikut utama Sang Bab sekaligus warga Iran dari kelas Bangsawan.

Dia juga sempat dipenjara di bawah tanag Siyah-Chal, Kota Teheran, pada tahun 1852. Sesuai dengan yang diramalkan oleh Sang Bab, Baha’ullah menerima misi illahinya dan bermimpi memperoleh firman-firman yang agung.

5. Kebangkitan Baha’ullah di Baghdad

Setelah dibebaskan dari penjara, ternyata Baha’ullah harus mengalami pengasingan di Kota Baghdad. Di sana ia menjumpai para pengikut agama Bab yang nampak berantakan dari terlihat hina.

Selanjutnya ia mulai mendidikan dan kembali menghidupkan kembali telada-teladan yang diyakininya. Selama masa pengasingan, Baha’ullah berhasil menuntaskan kitab suci sedikitnya dalam tiga judul. Yakni, Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah, da Kitab Keyakinan.

Tepat pada tahun 1963 di Taman Ridwan, Baha’ullah menyampaikan misinya kepada Judi Slot Online Deposit Pulsa pengikut-pengikut Sang Bab. Inilah awal mula kemunculan nama agama Baha’i.

6. Inti Ajaran Baha’i

Agama ini memiliki ajaran dasar yakni keesaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Kendati demikian, agama ini tidak menganggap bahwa persatuan adalah sebuah tujuan melainkan sebagai jalan untuk memecahkan masalah-masalah lainnya.

Di suatu kesempatan, Sang Baha’ullah juga pernah mengatakan, “Begitu kuatnya cahaya persatuan, sehingga mampu menerangi bumi”.