Viani Limardi Resmi Dipecat, Psi Sudah Siapkan Penggantinya

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah melakukan persiapan terkait dengan pemberhentian salah satu anggotanya, Viani Limardi. Viani merupakan salah satu anggota yang sebelumnya juga duduk di kursi Dewan perwakilan Rakyat daerah (DPRD) DKI Jakarta. Siapapun nanti pengganti Viani, pihak PSi akan melakuan koordinasi bersama KPUD DKI Jakarta.

” Selanjutnya dari PSI sendiri  akan melakukan penegecekkan data terlebih dahulu dengan KPUD. Nanti juga akan ada surat yang dikirimkan ke KPUD. Jadi ya memang penggantinya sudah ada, dan pastinya kandidat tersebut mendapatkan suara terbanyak,” ungkap Michael Sianipar selaku ketua DPW PSI Jakarta selasa (12/10/2021).

5 Fakta-Fakta Terkait Pemecatan Viani Limardi

Sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSi telah memberikan penjatuhan sanksi kepada anggotanya, Viani  yang dinilai terlalu banyak melanggar aturan. Sanksi berupa slot maha168 pemberhentian selamanya tersebut juga sudah melalui proses yang panjang dan silakukan sesuai dengan prosedur internal di partai. Berikut ini beberapa aturan yang dilanggar oleh Viani hingga menyebabkan dirinya diberhentikan dari PSI:

1. Terjun ke dunia politik sejak tahun 2017

Karir Viani di dunia politik tanah air dimulai pada tahun 2017 silam. Sebelumnya di tergabung dalam Jangkar Solidaritas menjadi advokad hukum. Kariknya di dunia hukum juga sudah cukup lama, yakni sejak tahun 2011 silam.

Diketahui Viani juga pernah tergabung di beberapa firma hukum, seperti Legal Staff PT Jaya Proteksindo Sakti, Legal Assistant PT MARSH Indonesia, Partner Setiarto and Partners Law Firm dan Associate Supramono Vyori Santoso Law Office.

2. Menggelembungkan jumlah dana reses

Alasan utama yang menjadi dasar mengapa Viani diberhentikan dari keanggotan PSI adalah terkait penggelembungan dana. Ia diduga melakukan pembengkakakn laporan pada kegiatan reses menggunakan dana APBD.Setelah dilakukan pengecekkan ternyata dana yang tertulis pada laporan tersebut tidak sesuai dengan riilnya.

Sedangkan reses merupakan kegiatan yang selalu dilakukan secara rutin. Atas kesalahnnya terebut, Viani dinilai telah melanggar aturan perilaku anggota legislatif PSI yakni pada pasal 5 angka 3.

3. Melanggar aturan ganjil genap

Wanita berdarah Makassar tersebut juga pernah terciduk sedang adu mulut bersama engan petugas lalu-lintas. Viani diketahui telah melanggar aturan terkait ganjil genap yang diberlakukan, teatnya pda Agustus 2021 lalu. Namun, saat diklarifikasi Viani membantah jika dirinya sedang cekcok, melainkah hanya sekedar berbincang-bincang bersama petugas.

Terkait hal tersebut, akhirnya Viani juga dinilai telah melakukan pelanggaran sebagai anggota legislatif PSI yakni pada pasal 4 angka 3. Ia diangga tidak mematuhi peraturan dari DPP PSI akibat pelangaran aturan ganjil genap yang dilakukan.

4. Tidak melakukan pemotongan gaji

Di masa pandemi ini, PSI memberikan aturan kepada para kadernya yang duduk di kursi pemerintahan untuk pemotongan gaji. Pemotongan gaji tersebut merupakan bentuk bantuan untuk penanganan Covid-19. Namun instruksi yang tertuang pada pasal 11 angka 7 tersebut tidak dilakukan oleh Viani selaku anggota legislatif PSI.

5. Sudah diberi peringatan

Pemberhentian Viani bukanlah sebuah keputusan pertama yang diambil. Sebelumnya Viani juga sudah diberikan sejumlah surat peringatan dari PSI sebanyak dua kali. Namun untuk surat keputusan yang ketiga ini, PSI memutuskan untuk memberhentikan sanksi pemberhentian selamanya melalui Surat Keputusan DPP PSI Nomor 513/SK/DPP/2021. Nah itulah beberapa fakta-fakta yang dinilai menjadi penyebab mengapa Viani Limardi diberhentikan secara permanen dari partai yang mengusungnya. Selanjutnya tentang proses pergantian antar waktu (PAW) akan merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3.