AHY Bakal Lawan Moeldoko Yang Pamer Kekuasaan

Sebagaimana diketahui, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Ketum (Ketua Umum) Partai Demokrat, sediannya mengatakan. Bahwa dirinya menerima sebuah informasi mengenai gugatan AD/ART ke MA yang dilakukan mantan kader. Bakal memenangkan keputusan Mahkamah Agung (MA). Setelah diberi sebuah arahan dari KSP (Kepala Staf Presiden), Moeldoko. AHY mengungkapkan, bahwa para penggugat sedianya yakin adanya faktor kekuasaan bakal berhasil. Tentu saja memenangkan hak uji materi terhadap AD/ART dari Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui, pemohon dalam permasalahan sengketa yakni dari Demokrat kubu KSP Moeldoko. Yang memang diwakili oleh Yusril Ihza Mahendra. Padahal sebelumnya Agus Harimurti sendiri sudah tahu persis bahwa pihak MA bakal menolak sebuah permohonan yang disampaikan oleh Yusril. Pada dasarnya sebuah permohonan uji materi dari pihak KSP Moeldoko tidaklah masuk akal.

Yang jelas permohonan tersebut diadakan untuk bisa mengambilalih sebuah kepemimpinan yang sah. Tentu saja dalam Partai Demokrat, yang sekarang ini diketuai oleh Agus Harimurti. Agus juga menyatakan bahwa sertifikat yang sah serta diakui pemerintah cuma satu. Dan Moeldoko tidak mempunyai hak apa pun terhadap Partai Demokrat. Apakah tidak malu dengan jabatan sebagai Kepala Staf Presiden? Dan ingin mengacak-ngacak AD/ART Partai Demokrat.

AHY Tetap Berpegang Teguh Pada Pendiriannya

Menurut AHY yang dilakukan oleh KSP Moeldoko yang berani menghasut dan juga pamer kekuasaan di hadapan para kader Partai Demokrat. Tentu saja hal mpo88 tersebut bisa mencoreng nama baik dari Presiden RI, Joko Widodo. Selain itu juga Moeldoko telah melanggar kode etika politik, kemudian moral serta merendahkan supremasi hukum yang ada di Indonesia.

Menurut kuasa hukum Demokrat dari kubu Agus Harimurti yakni Hamdan Zoelva. Yang dilakukan oleh pihak MA sangatlah tepat. Tentu saja mengenai permohonan uji materi AD/ART milik Partai Demokrat yang sah. Oleh karena itu Hamdan sedianya mengapresiasi keputusan tepat dari MA. Karena MA sendiri sudah membuat keputusan tepat, sesuai dengan sudut pandang akademisi.

  • Pertama, Agus Harimurti sendiri sudah mencium adanya pergerakan dari pihak Moeldoko. Yang mana suka menghasut dan juga suka memamerkan sebuah kekuasannya sebagai KSP.
  • Kedua, sebagai Ketum yang sah dari Partai Demokrat, Agus Harimurti mengucapkan banyak terima kasih. Tentu saja kepada beberapa tokoh penting mengenai putusan MA. Yang bersedia menolak permohonan uji materi AD/ART Partai Demokrat.
  • Ketiga, tidak lupa, AHY menghimbau semua kader Partai Demokrat untuk tetap bisa rendah hati dengan berita tersebut. Karena tidak ada yang harus dirayakan dalam keputusan tersebut. Yang ada banyak-banyaklah bersyukur.
  • Keempat, sebelumnya memang MA menolak permohonan uji materi AD/ART milik Partai Demokrat yang sah. Yang mana diajukan oleh beberapa mantan kader Demokrat yang didampingi oleh Yusril Ihza Mahendra.

Pernyataan dari Andi Samsan Nganro, sebagai Jubir (Juru Bicara) MA sedianya menegaskan. Bahwasanya MA tidak memiliki wewenang untuk memeriksa, mengadili serta memutus objek sebuah gugatan berupa AD/ART milik Partai Politik. Pada dasarnya AD/ART milik Partai Politik bukanlah norma hukum sebagaimana mengikat hukum tersebut.

Andi juga menambahkan bahwasanya Partai Politik bukanlah sebuah lembaga negara, badan atau mungkin lembaga yang terbentuk oleh UU (Undang-Undang) atau pemerintah. Jadi AD/ART Partai Politik hanya mengikat sisi internal dari Partai Politik yang bersangkutan. Dengan begitu, tidak asal membuat permohonan atau menggugat mengenai AD/ART milik Partai Politik.

Untuk itulah mengapa AHY tetap berpegang teguh pada pendiriannya. Bahwa dirinya beserta orang-orang yang berpengaruh di Partai Demokrat bisa memenangkan gugatan uji materi AD/ART milik Partai Demokrat. Tidak lupa pihaknya memberikan apresiasi bagi MA akan keputusan tepatnya.