Adanya Krisis Politik Ketika Masih Berlangsungnya Pandemi

caffreyforcongress.org – Bukan hanya krisis ekonomi dan krisis kesehatan saja, yang dikhawatirkan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, sebab adanya masalah krisis politik juga menjadi bahasan utama diberbagai negara hingga saat ini. Mengapa begitu? Sebab adanya pandemi ternyata pada akhirnya juga dapat memperparah sampai memicu ketidakstabilan politik yang memang bahasannya cukup rentan.

Contoh Ketidakstabilan Politik di Luar Negeri

Apabila Anda penasaran bahwa tidak hanya di Indonesia saja adanya masalah politik ini, beberapa negara lain nanti pun akan dibahas seperti apa masalahnya, salah satunya yakni di negara Malaysia dan Tunisia. Berikut selengkapnya!

Pada negara Malaysia, yang sistem negaranya yakni monarki konstitusional, yang mana memanglah Raja yang mempunyai kekuasaan dalam segala keadaan yang darurat juga mengalami masalah atau krisis politik dikala pandemi Covid-19 ini.

Nah, masalah ini terkait perdana menteri Malaysia yang bernama Muhyiddin Yassin. Maka beliau pun kini harus menghadapi adanya seruan, yang mengharuskannya terpaksa mengundurkan diri pada akhir Juli 2021 kemarin. Hal tersebut pun juga ada penyebabnya, yakni karena beliau sempat mencabut adanya aturan darurat nasional dalam pembatasan Covid-19 tanggal 21 Juli, namun hal tersebut tanpa persetujuan dari Raja Malaysia sendiri.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terkait sistem pemerintahan di Malaysia, akhirnya kerajaan pun memutuskan bahwasannya PM Muhyiddin melanggar adanya situs judi online konstitusi yang ada. Walau memang sejak Maret 2020 lalu, kepemimpinan Muhyiddin sudah agak rapuh dikarenakan adanya koalisi pemerintahan yang kurang stabil, tapi setelah adanya situasi pandemi Covid-19 ini terlihat semakin parah.

Krisis politik ini pun tak berhenti sampai sana, karena selesai adanya perseteruan dengan Raja tersebut, terjadilah aksi demonstrasi yang cukup besar untuk pertama kalinya di negara Malaysia. Jadi para warga di Malaysia ini memproteskan terkait adanya penanganan Covid-19 yang mungkin terasa kurang maksimal.

Sebab terdapat kabar bahwa pada minggu awal di bulan Agustus 2021 ini, Malaysia tercatat terdapat rekor kasus Covid-19 yang menembus melebihi 20.000 kasus.

Negara yang Selanjutnya yakni bernama Tunisia, yang juga mengalami adanya krisis politik semakin parah dikarenakan pandemi Covid-19. Sebab terjadinya demonstrasi yang besar akhirnya justru berujung pada Presiden Kais Saied yang awalnya memecat Perdana Menteri, akhirnya juga membubarkan pemerintahan serta membekukan parlemen yang tepatnya di tanggal 25 Juli 2021 ini.

Tidak berhenti di sana, namun krisis politik semakin menemukan kebingungan, karena belum terbentuk lagi pemerintahan baru Tunisia sekitar dua pekan setelah terjadinya pemecatan di atas.

Negara ini sendiri memang mempunyai angka yang cukup tinggi untuk kasus Covid-19, karena itu awal diadakannya kebijakan karantina nasional membuat para warganya kesulitan bekerja, yang akhirnya ditolak oleh masyarakat. Masalah ini juga datang bersamaan dengan vaksin Covid-19, yang cukup sulit didapat di sana karena distribusinya yang kacau.

Terakhir, yakni dari negara Indonesia sendiri yang merupakan tanah air kita. Adapula beberapa kasus politik yang terjadi di sini, terutama semenjak semakin naiknya kasus virus Covid-19, beserta varian barunya yakni Delta.

Ketika semua merasakan dampak pandemi ini, adanya beberapa tokoh politik pun hadir yang diduga bertujuan mencari perhatian di publik, dengan adanya pemasangan beberapa baliho. Selain itu, terdapat juga perang tertentu terhadap sesama politisi, yang dikabarkan juga mengerahkan adanya buzzer di sosial media.

Sekian beberapa kasus krisis politik di beberapa negara, termasuk Indonesia juga, selama pandemi Covid-19 ini berlangsung. Semoga semuanya tetap fokus bersama dalam menghadapi pandemi sekarang ini, dan menjaga kesehatan.

Sumber: m.republika.co.id