Mantan Pilot Kepresidenan Saksikan Megawati Daratkan Pesawat Hercules A-1341

Sepertinya tidak banyak orang yang tahu mengenai kebiasaan unik Megawati. Ketua .Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ternyata mempunyai kebiasaan unik yang berhubungan dengan pesawat terbang. Mantan Pilot Kepresidenan Agus Sudarya sempat menyaksikan bahwa Megawati pernah mendaratkan pesawat Hercules A-1341.

Mantan Pilot Kepresidenan Saksikan Megawati Daratkan Pesawat

Dituturkan oleh Agus Sudarya, selaku mantan pilot kepresidenan yang kerap bertemu dengan Megawati semasa beliau masih menjabat. Rupanya beliau mempunyai kebiasaan yang sangat unik. Beliau seringkali duduk di dalam ruang kokpit dari Hercules A-1341.

Momentum unik yang sangat diingat oleh Agus pada saat dia bertugas menjadi pilot penerbangan kenegaraan dengan rute Bali – Madiun dan Jakarta – Bali. Saat melewati judi bola online rute Bali – Madiun inilah Megawati yang semula berada di belakang kursi pilot, mendadak meminta untuk duduk di kursi co-pilot.

Agus merasa kaget dan bingung. Pasalnya permintaan ini dilontarkan oleh Megawati ketika pesawat sedang berada di ketinggian 1.500 diatas permukaan laut. Agus seketika pada saat itu hanya dapat melontarkan jawaban kata “siap”.

Berikut penuturan Agus Sudarya kepada media. “Ibu Megawati Soekarnoputri menyentuh tangan sebelah kananku ketika berada di ketinggian 1500 dpl. Dia mengutarakan keinginannya untuk duduk di sebelah kanan sebagai co pilot” ujarnya.

Kemampuan Megawati Sebagai Co Pilot Cukup Fasih Berkomunikasi

“Ditengah kebingungan, saya kemudian menjawab “siap, laksanakan bu” kata Agus di channel Youtube PDIP pada hari minggu tanggal 23 Januari 2022. Pada saat itu, menurut Agus kemampuan berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara yang dimiliki oleh Ibu Megawati ternyata sangatlah bagus dan cukup fasih. Bahkan pada saat berada diatas langit Bali, Megawati sendirilah yang terus melakukan kontak dengan pemandu lalu lintas udara.

Agus melanjutkan ceritanya, “Disaat telah mencapai ketinggian 7000 feet diatas permukaan laut. Beliau langsung melakukan kontak dengan Bali control. Bali control this is Alpha 1341, Go Ahead, Bali Kontrol menjawab” jelasnya.

Setelah itu, tentu saja seluruh pilot dari maskapai penerbangan yang lain dan sedang berada di frekuensi komunikasi menjadi kaget. Pasalnya, co-pilot kepresidenan bisa berubah menjadi seorang perempuan. Akhirnya tanpa menunggu waktu lama, Agus meminta para maskapai penerbangan yang lain untuk kembali mendengarkan ulang itu suara siapa.

Tidak lama kemudian, setelah instruksi dari Agus, mereka semua kompak menjawab Merdeka. “Seluruh maskapai penerbangan lain yang ada dalam satu frekuensi kompak berkata merdeka, ibu dan presiden merdeka. Ibu Megawati pun menjawab terima kasih” ujar Agus menjelaskan.

Agus mengira bahwa Megawati tidak akan menemaninya menjadi awak pesawat sampai tuntas. Tetapi ternyata apa yang dipikirkannya adalah keliru. Ternyata mantan Presiden RI itu tetap menemani dan berada di sampingnya hingga pesawat mendarat di LANUD Iswahjudi Madiun Jawa Timur.

“Saya tidak percaya beliau berhasil mendaratkan pesawat. Hal inilah yang menjadi kebanggaan yang sangat tinggi untuk saya. Karena walaupun beliau pemimpin tetapi masih bisa menerbangkan pesawat yang terbilang cukup besar,” ujar Agus.

“Pengalaman ini adalah pengalaman yang tak terlupakan untuk saya khususnya. Karena telah berhasil mendaratkan pesawat bersama seorang Ibu Negara RI” tutur Agus kepada media. Kebiasaannya yang unik ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk kami sebagai pilot. Kebiasaan unik ibu Megawati merupakan sesuatu yang jarang diketahui oleh publik. Kemampuan beliau sebagai co-pilot dan kefasihannya dalam berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara tentu didapatkannya dari pengalaman berharganya. Rasa ingin tahu yang besar inilah dan ditunjang dengan kemampuan yang bagus yang berhasil menjadikannya sebagai presiden wanita pertama di Indonesia.

Gerindra Akui Peluang Koalisi Dengan PDIP Pada Pilpres 2024 Terbuka Cukup Lebar

Sempat ramai belakangan diperbincangkan publik terkait dengan pertemuan yang dilakukan oleh Megawati sebagai Ketua Umum PDIP dan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Akhirnya rasa penasaran publik pun lama-kelamaan mulai terjawab. Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum dari Gerindra memberikan keterangan jika peluang terjadinya koalisi partai antara PDIP dengan Gerindra terbuka cukup lebar.

Pernyataan tersebut memang seperti jawaban atas-pertemuan-pertemuan yang keduanya lakukan. Terutama di sela waktu pelantikan Jenderal Panglima TNI baru Andika Perkasa.

” Memang sudah sejak dulu Pak Prabowo dekat dan akrab dengan Bu Megawati dan juga Mbak Puan Maharani, jika mereka bertemu pasti sangat seru karena banyak hal yang dibahas juga diwarnai dengan canda tawa. Terkait dengan kemungkinan terjadinya koalisi di Pemilu 2024 nanti mpo88 memang sangat terbuka. PDIP bersama dengan gerindra memiliki sejarah pertemanan yang usianya sudah cukup panjang,” kata Habiburokhman dalam keterangannya pada  (19/11/2021).

Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya PDIP dan Gerindra juga pernah bekerja sama yakni saat Pemilu Tahun 2009. Meski kemudian pemilu selanjutnya di tahun 2014 dan 2019 keduanya berbeda kubu, tetapi pihak gerindra menyatakan secara ideologi tidak pernah bermusuhan sama sekali.

“Duku kami juga sudah pernah bekerja sama pada Pemilu 2009, namun pada Pemilu 2014 dan 2019 memang berbeda pilihan. Namun secara ideologi kami dari Gerindra memang tidak pernah sama sekali bermusuhan dengan mereka (PDIP),” lanjutnya.

Meskipun kontestasi Pemilu 2024 waktunya masih cukup lama. Kini Gerindra sedang menikmati kehangatan dan kebersamaan koalisinya bersama dengan PDIP.

“Namun begitu Pemilu 2024 kan juga waktunya masih cukup lama, jadi memang sebaiknya kita nikmati dulu kebersamaan saat ini. Yakni dengan terus bekerja melayani masyarakat semaksimal mungkin,” terang Habiburokhman.

Perbincangan hangat Megawati dan Prabowo

Diketahui sebelumnya Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bertemu dan berbincang-bincang bersama. Momen tersebut tertangkap saat keduanya menghadiri pelantikan Jenderal Panglima TNI baru, Kasad dan duta besar di Istana Negara, Rabu 17 November 2021 lalu.

Dalam foto-foto yang beredar, Megawati terlihat didampingi oleh Ketua DPR RI dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris jenderal PDIP yang juga turut hadir dalam proses pelantikan tersebut mengatakan jika Prabowo lah yang pertama kali menghampiri megawati. Kemudian keduanya bersalaman secara hangat, selanjutnya keduanya melakukan bincang-bincang di dalam ruangan VVIP.

“Ketika saya mendampingi Ibu Megawati, saya melihat Pak Prabowo berjalan dengan cepat menuju tempat Bu Mega. Kemudian saya menyampaikan ke Ibu Mega jika ada Pak Prabowo. Ibu Mega lalu menunggu dan keduanya menyapa bersalaman dengan hangat, dan masuk ke dalam ruangan VVIP bersama. Saya mendampingi keduanya bersama dengan Mas Pramono Anung,” kata Hasto.

Hasto juga mengungkapkan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo membahas banyak hal, dan tidak hanya soal politik. Seperti salah satunya tentang kuliah umum Prabowo di Universitas Pertahanan.

“Bersama dengan Pak Prabowo, Bu Mega mendiskusikan banyak hal, termasuk tentang Kuliah Umumnya di universitas Pertahanan. Hal tersebut pun mengingatkan Bu Mega saat dirinya pernah menjadi guru besar di universitas tersebut dan juga menaruh perhatian besar terhadap pertahanan. Dan momentumnya pun juga tepat yakni saat pelantikan Jenderal TNI dan Ksad,” lanjutnya.

Hasto kembali menambahkan, pertemuan hangat tersebut juga membahas terkait masalah politik kebangsaan serta dinamika politik nasional di Indonesia. “Ketika Mbak Puan bergabung kemudian berlangsunglah pembahasan hangat terkait dengan politik,” lanjutnya.

Pesan Singkat Megawati Saat Mengesahkan Patung Bung Karno di Semarang

caffreyforcongress.org – Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) yang merupakan putri Proklamator RI, Soekarno, tak dapat menyembunyikan rasa haru atas pengesahan patung Sang Proklamator di polder Stasiun Tawang, Area Kota Lama, Semarang, Rabu (29/9/2021). Meski terharu, Megawati bersama menggebu mengajak rakyat Indonesia untuk selamanya mengingat jasa para pahlawan bangsa.

“Memang betul beliau ayah biologis saya. Tetapi beliau termasuk ayah ideologis saya sebagai warga bangsa,” kata Megawati yang mewakili keluarga besar Bung Karno dikala prosesi peresmian yang terjadi secara hybrid tersebut.

Berkali-kali Megawati terlihat terisak dikala berbicara di dalam prosesi peresmian itu.

Megawati mengingat Bung Karno dulu membuktikan bahwa pahlawan yang sesungguhnya tak ingin pujian atas jasa-jasanya. Intinya, Megawati berharap patung Bung Karno tak sekadar sebagai warisan di dalam bentuk patung, melainkan termasuk pengetahuan akan jasa sang pahlawan yang mesti diketahui dan terus dihidupi.

“Kita mengetahui bunga mawar menyebarkan baunya tanpa menyebut-nyebut namanya, namun harum semerbak. Oleh dikarenakan itu bangsa yang mengetahui menjunjung agen judi slot pahlawannya itulah yang dapat menjadi bangsa yang besar. Karena itu jangan lupa histori dan hargailah pahlawan kita,” katanya.

Megawati sekaligus mengingatkan, keberadaan patung Bung Karno dan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang banyak tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, adalah sebagai pengingat dan sekaligus bukti bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil bantuan penjajah. Namun, sangat merupakan hasil kerja keras serta perjuangan para pahlawan bangsa.

“Di seluruh negara, mereka selamanya memiliki founding father. Itu terkecuali benar cara merebut kemerdekaannya, bukan diberikan,” kata Presiden kelima RI itu.

Megawati termasuk menceritakan histori hidup Soekarno dan para ayah bangsa lainnya bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang membiayai pembangunan patung tersebut.

Pada awal tahun 1946, kereta api lah yang membawa rombongan Soekarno dan pemimpin bangsa sementara itu, untuk hijrah ke Yogyakarta, di sedang teror dari pasukan penjajah.

Selain itu, Bung Karno termasuk dulu menjadi petugas di perusahaan kereta api yang dulu masih dikuasai Belanda. Bahkan, terang Megawati, fungsi pegawai kereta api di dalam suatu area republik diteruskan oleh Soekarno pada sebuah pantun. Disampaikan dalam perayaan dwidasawarsa PNKA atau Perusahaan Nasional Kereta Api pada 28 September 1965.

“Bunyinya adalah, ‘siapa bilang saya dari Tegal, saya dari Majalengka. Siapa bilang revolusi kami gagal, dikarenakan kami memiliki PNKA’,” ujar Megawati.

Mewakili keluarga, Megawati memberikan rasa menerima kasih yang besar pada PT KAI yang sudah membangunkan patung Bung Karno itu.

“Sekali kembali berterima kasih banyak dan saya menuturkann bismillahirohmanirohim, untuk pengesahan patung Ir Soekarno di polder stasiun Tawang Semarang, umum dibuka,” ujar Megawati sembari menekan tombol dan berkomunikasi secara maya.

Megawati putri dari Soekarno menghadiri secara virtual dari tempatnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, bersama didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Keluarga besar Bung Karno lainnya datang secara virtual dari tempatnya masing-masing, termasuk Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Ketua DPR Puan Maharani, Selain itu, datang termasuk Hasto Kristiyanto selaku sebagai Sekretaris Jenderal PDIP, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang ‘Pacul’ Wuryanto, dan pengurus PDIP lainnya.

Pihak PT KAI pun hadir. Di antaranya Komisaris Utama PT KAI KH Said Siradj, Dirut PT KAI Didiek Hartyanto dan mantan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. Patung itu sendiri dibuat oleh seniman Ketut Winata. Megawati mengekspresikan rasa penasarannya ingin melihat bentuk patung Bung Karno itu.

Sumber https://www.beritasatu.com

Megawati Ingin Kaum Penyandang DIsabilitas Terus Berprestasi

caffreyforcongres.orgMegawati Soekarnoputri  selaku Ketua Umum DPP PDIP mendukung grup disabilitas dengan sangat yakin dan mampu capai prestasi demi membawa nama baik bangsa.

Menurut dia, seluruh instrumen negara telah letakkan kaum disabilitas sejajar bersama seluruh orang.

Adapun ini disampaikan Megawati selagi memberi sambutan pada acara pemberian penghargaan kepada para pengurus dan atlet Paralimpiade Tokyo 2020 di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021).

Ia menceritakan, kala berumur 13 th. pernah ditawari ayahnya Presiden Pertama RI Bung Karno ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Megawati kecil melihat tersedia orang yang dilahirkan berbeda, namun selalu punya sukacita.

“Lalu, saya melihat tetap menerus, mereka diajari, diberi alat bantu. Jadi saya melihat harusnya lingkungan pun kudu mengikutsertakan memicu mereka punya kebanggaan,” kata Megawati.

Dari pengalamannya tersebut, Megawati kala menjadi Presiden Kelima RI dan menjadi partai selalu mengingatkan untuk menjunjung presiden grup disabilitas. Khususnya atlet yang ikuti Paralimpiade.

“Karena saya menginginkan merangsang lagi bahwa kala saya menjadi presiden tersedia kebijakan yang saya buat, yang jelas-jelas sesungguhnya memicu mereka yang agen slot online terpercaya mempunyai kekurangan itu terlampau mampu bergerak seperti apa adanya, seperti manusia normal,” kata dia.

Megawati Soekarnoputri  sebagai Ketua Umum DPP PDIP dalam acara penyampaian penghargaan kepada para atlet dan pengatur Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendorong grup disabilitas yakin diri dan mampu capai prestasi demi mengharumkan bangsa.

Menurut dia, seluruh instrumen negara telah letakkan kaum disabilitas sejajar bersama seluruh orang.

Ia menceritakan, kala berumur 13 th. pernah ditawari oleh ayahnya Presiden Pertama RI Bung Karno ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Megawati kecil melihat tersedia orang yang dilahirkan berbeda, namun selalu punya sukacita.

“Lalu, saya melihat tetap menerus, mereka diajari, diberi alat bantu. Jadi saya melihat harusnya lingkungan pun kudu mengikutsertakan memicu mereka punya kebanggaan,” kata Megawati.

Dari pengalamannya tersebut, Megawati kala menjadi Presiden Kelima RI dan memimpin partai selalu mengingatkan untuk menjunjung presiden grup disabilitas. Khususnya atlet yang ikuti Paralimpiade.

“Karena saya menginginkan merangsang lagi bahwa kala saya menjadi presiden tersedia kebijakan yang saya buat, yang jelas-jelas sesungguhnya memicu mereka yang mempunyai kekurangan itu terlampau mampu bergerak seperti apa adanya, seperti manusia normal,” kata dia.

Beri Perlindungan

Kebijakan yang dimaksud Megawati adalah UU RI Nomor 23 Tahun 2002 perihal Perlindungan Anak dan UU RI Nomor 13 Tahun 2003 perihal Ketenagakerjaan. UU berikut sesuaikan peyandang disabilitas berhak meperoleh pendidikan dan rehabilitasi pemberian sosial dan juga perlindungan taraf kesejahteraan.

Tentang hal yg berhubungan dengan tenaga kerja , akses buat memperoleh latihan kerja dari entrepreneur mempekerjakan penyandang disabilitas kudu memberi perlindungan. Pebisnis juga tidak diperbolehkan laksanakan pemutusan pertalian kerja bersama alasan buruh atau pekjerja di dalam situasi cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena pertalian kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka selagi penyembuhannya belum mampu dipastikan.

“Jadi kudu selalu dilakukan. Jadi yang namanya PDI Perjuangan pun harusnya demikianlah untuk menambahkan pemberian khusus kepada anak-anak tersebut. Karena tentu saja dari anak-anak akan menjadi orang dewasa yang mereka akan bergerak hidup,” sadar Megawati.

Ketua Dewan Pengarah BPIP ini mengingatkan, peraturan itu juga sesuaikan jika pekerja buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak mampu laksanakan pekerja sehabis lampaui batas 12 bulan mampu mengajukan pemutusan pertalian kerja. Selain itu, diberikan duwit pesangon dua kali, duwit penghargaan dua kali, dan duwit pengganti hak sesuai ketentuan.

“Kenapa ini ibu bacakan? Karena tampaknya saya merasa sepertinya itu sudah  agak jauh di sana. Saya menginginkan lagi memopulerkan bahwa ini telah merupakan UU Negara Republik Indonesia. Jadi jangan tidak yakin diri,” kata Megawati.