Gerindra Akui Peluang Koalisi Dengan PDIP Pada Pilpres 2024 Terbuka Cukup Lebar

Sempat ramai belakangan diperbincangkan publik terkait dengan pertemuan yang dilakukan oleh Megawati sebagai Ketua Umum PDIP dan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Akhirnya rasa penasaran publik pun lama-kelamaan mulai terjawab. Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum dari Gerindra memberikan keterangan jika peluang terjadinya koalisi partai antara PDIP dengan Gerindra terbuka cukup lebar.

Pernyataan tersebut memang seperti jawaban atas-pertemuan-pertemuan yang keduanya lakukan. Terutama di sela waktu pelantikan Jenderal Panglima TNI baru Andika Perkasa.

” Memang sudah sejak dulu Pak Prabowo dekat dan akrab dengan Bu Megawati dan juga Mbak Puan Maharani, jika mereka bertemu pasti sangat seru karena banyak hal yang dibahas juga diwarnai dengan canda tawa. Terkait dengan kemungkinan terjadinya koalisi di Pemilu 2024 nanti mpo88 memang sangat terbuka. PDIP bersama dengan gerindra memiliki sejarah pertemanan yang usianya sudah cukup panjang,” kata Habiburokhman dalam keterangannya pada  (19/11/2021).

Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya PDIP dan Gerindra juga pernah bekerja sama yakni saat Pemilu Tahun 2009. Meski kemudian pemilu selanjutnya di tahun 2014 dan 2019 keduanya berbeda kubu, tetapi pihak gerindra menyatakan secara ideologi tidak pernah bermusuhan sama sekali.

“Duku kami juga sudah pernah bekerja sama pada Pemilu 2009, namun pada Pemilu 2014 dan 2019 memang berbeda pilihan. Namun secara ideologi kami dari Gerindra memang tidak pernah sama sekali bermusuhan dengan mereka (PDIP),” lanjutnya.

Meskipun kontestasi Pemilu 2024 waktunya masih cukup lama. Kini Gerindra sedang menikmati kehangatan dan kebersamaan koalisinya bersama dengan PDIP.

“Namun begitu Pemilu 2024 kan juga waktunya masih cukup lama, jadi memang sebaiknya kita nikmati dulu kebersamaan saat ini. Yakni dengan terus bekerja melayani masyarakat semaksimal mungkin,” terang Habiburokhman.

Perbincangan hangat Megawati dan Prabowo

Diketahui sebelumnya Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bertemu dan berbincang-bincang bersama. Momen tersebut tertangkap saat keduanya menghadiri pelantikan Jenderal Panglima TNI baru, Kasad dan duta besar di Istana Negara, Rabu 17 November 2021 lalu.

Dalam foto-foto yang beredar, Megawati terlihat didampingi oleh Ketua DPR RI dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris jenderal PDIP yang juga turut hadir dalam proses pelantikan tersebut mengatakan jika Prabowo lah yang pertama kali menghampiri megawati. Kemudian keduanya bersalaman secara hangat, selanjutnya keduanya melakukan bincang-bincang di dalam ruangan VVIP.

“Ketika saya mendampingi Ibu Megawati, saya melihat Pak Prabowo berjalan dengan cepat menuju tempat Bu Mega. Kemudian saya menyampaikan ke Ibu Mega jika ada Pak Prabowo. Ibu Mega lalu menunggu dan keduanya menyapa bersalaman dengan hangat, dan masuk ke dalam ruangan VVIP bersama. Saya mendampingi keduanya bersama dengan Mas Pramono Anung,” kata Hasto.

Hasto juga mengungkapkan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo membahas banyak hal, dan tidak hanya soal politik. Seperti salah satunya tentang kuliah umum Prabowo di Universitas Pertahanan.

“Bersama dengan Pak Prabowo, Bu Mega mendiskusikan banyak hal, termasuk tentang Kuliah Umumnya di universitas Pertahanan. Hal tersebut pun mengingatkan Bu Mega saat dirinya pernah menjadi guru besar di universitas tersebut dan juga menaruh perhatian besar terhadap pertahanan. Dan momentumnya pun juga tepat yakni saat pelantikan Jenderal TNI dan Ksad,” lanjutnya.

Hasto kembali menambahkan, pertemuan hangat tersebut juga membahas terkait masalah politik kebangsaan serta dinamika politik nasional di Indonesia. “Ketika Mbak Puan bergabung kemudian berlangsunglah pembahasan hangat terkait dengan politik,” lanjutnya.

Diprediksi Hadapi PDIP-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih terhitung sekitar 3 tahun lagi, namun sudah banyak pengamat politik yang mengeluarkan konfigurasi politik untuk 2024 mendatang. Salah satu pengamat politik, M. Jamiluddin Ritonga, mengeluarkan prediksi bahwa Golkar akan bertarung dengan PDIP dan Gerindra. Namun, diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis.

Sarmuji, politikus Golkar, mengatakan bahwa pemilihan presiden 2024 masih tiga tahun lagi. Maka, saat diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis. Menurut Sarmuji, konfigurasi politik masih dinamis atau dapat berubah. Pihak Golkar mengklaim bahwa partainya dapat berkoalisi dengan siapapun untuk pilpres 2024, asalkan mempunyai visi terkait Indonesia yang majemuk.

Diprediksi Hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis. Inilah isi Prediksinya!

Prediksi pertama datang dari Jamiluddin yang merupakan seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul. Prediksinya inilah yang kemudian menimbulkan komentar-komentar dari setiap partai. Inilah beberapa prediksi yang sempat Jamiluddin sampaikan!

  1. Panggung pertarungan pemilu 2024 akan diisi oleh partai Golkar, PDI Perjuangan, dan Gerindra.
  2. Ketiga partai tersebut akan mencalonkan Capres (Calon Presiden) dari kader partainya masing-masing.
  3. PDI Perjuangan memenangkan pemilu 2019. Kini, Capres yang dipersiapkan adalah Puan Maharani.
  4. Kader Golkar yang akan diusung menjadi Capres adalah Airlangga Hartarto.
  5. Untuk kader Gerindra, yang akan diusung menjadi Capres adalah Prabowo Subianto.
  6. Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mpo88 tampak sudah cukup untuk menjadi Capres dan Calon Wapres.
  7. Prediksinya, Capres akan diisi oleh Prabowo Subianto (Gerindra) dan Calon Wapres diisi oleh Puan Maharani (PDI Perjuangan).
  8. Lalu untuk Golkar, tampaknya dibutuhkan satu atau bahkan 2 mitra yang berkoalisi dengan partai menengah agar kader Golkar dapat diusung menjadi Capres.
  9. Terkait siapa yang menang, tergantung dari solidaritas dan relawan masing-masing partai.

Jamiluddin mempertimbangkan prediksi tersebut karena belakangan ini terlihat ada wacana terkait pencalonan Capres dari masing-masing partai politik. Selain itu, sebelumnya terdapat pula rumor bahwa Prabowo dan Megawati akan berkoalisi untuk pemilu 2024 jika Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi. Hal inilah yang melahirkan prediksi Jamiluddin terkait koalisi Prabowo dan Puan Maharani.

Prediksi 3 Poros di Pemilihan Presiden 2024

Selain dari Jamiluddin, sebelumnya terdapat pula prediksi dari Gun Gun Heryanto yang merupakan pengamat politik. Gun Gun memprediksi bahwa akan adanya 3 poros pada pemilihan presiden 2024 mendatang. Inilah pembagian 3 poros tersebut!

  1. Poros pertama: PDIP dan Gerindra. Pada poros ini, diprediksi bahwa Prabowo Subianto dan Puan Maharani akan menduduki posisi Capres serta Wakil Capres.
  2. Poros kedua: Golkar, NasDem, dan PKS. Poros kedua diprediksi bahwa Airlangga Hartarto akan diusung menjadi kandidat. Airlangga berpotensi untuk dicalonkan dengan kepala daerah yang memiliki keterpilihan tinggi (Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Prabowo).
  3. Poros ketiga: Demokrat, PKB, PPP, dan PAN (partai menengah). Pada poros ketiga, Gun Gun memprediksi diperlukan adanya figur atau sosok yang kuat agar dapat diterima oleh seluruh partai politik.
  4. Skema partai sangat diperlukan untuk kekuasaan.

Berbagai prediksi konfigurasi politik dan poros partai untuk pemilihan presiden 2024 telah bermunculan dari pengamat politik. Namun, pihak partai masih menganggap itu hanya sebagai spekulasi saja. Karena pilpres akan berlangsung sekitar 3 tahun lagi, sehingga konfigurasi tersebut masih bersifat dinamis atau dapat berubah sewaktu-waktu.

Golkar Dan Nasdem Berkoalisi Di Pilpres 2024, Begini Tanggapan Pdip

Salah satu politikus dari PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno memberikan tanggapannya terkait kemungkinan yang dihadapi atas bersatunya Golkar-Nasdem pada Pilpres mendatang. Hendrawan mengungkapkan jika dari pihak internal tidak ingin berspekulasi atas hal tersebut.

Karena koalisi pada Pemilu Pilpres tahun 2024 masih cukup jauh, untuk saat ini belum ada urgensi khusus guna membahasnya.

“Jadi saat ini kita tidak boleh menempatkan diri sebagai pengamat. Terkait persoalan koalisi Pilpres yang waktunya masih beberapa tahun lagi, tidak ada urgensinya juga jika saat ini mengulasnya,” ungkap Hermawan pada Kamis (4/11/2021).

 Hendrawan juga mengatakan bahwa para kader PDIP tidak boleh berfikiran dan berspekulasi lebih jauh terkait politik, semuanya mpo88 harus mematuhi aturan yang sudah dibuat partaid dengan disiplin.

“Kami dan semua kader partai harus patuh serta disiplin terhadap asas, dan hanya boleh berbicara sesuai dengan apa yang diputuskan partai,” lanjutnya.

Mindo Sianipar selaku Ketua DPP PDIP mengungkapkan bahwa selama Megawati sebagai Ketua Umum belum memberikan keputusan terkait capres maupun arahan koalisi. Para kader partai akan tetap tertib.

“Kita akan selalu tertib terkait hal tersebut,” ujar Mindo.

Menurutnya, koalisi terkait Pilpres 2024 masih cukuplah jauh, dan saat ini setiap parpol sedang melakukan konsolidasi.

“Masih jauh dan biarkan setiap parpol melakukan konsolidasi ke rakyat dan apa yang harus dilakukan,” lanjut anggota DPR RI ini.

Sedangkan persoalan sekelompok orang yang mendeklarasikan dukungan pada Prabowo-Puan pada Pilpres 2024 juga sepenuhnya diserahkan kepada Ketua Umum partai.

“Sudah diamanatkan pada kongres partai, jika yang berhak menyampaikan hal tersebut adalah ketua umum,” lanjutnya.

Mindo mengatakan jika PDIP berbeda dengan parpol lainnya, selama Megawati belum menetapkan dan memberi perintah maka seluruh kadernya tidak boleh bertingkah.

” PDIP berbeda dengan partai-partai politik lainnya, di kongres partai yang terakhir ditekankan jika tidak boleh riweuh dan semuanya harus diserahkan kepada yang berwenang, yakni ketua umum. Sebagai anggota DPR kami hanya disuruh untuk menunggu dan mengamankan daerah pilihan serta berikan yang terbaik untuk daerah pilihan tersebut demi rakyat,” lanjutnya lagi.

Kemunculan 2 poros menjelang kontestasi Pilpres 2024

Sebelumnya, salah satu pengamat politik di Indonesia yakni Gun-Gun Heryanto mengamati jika nantinya akan ada tiga poros dalam Pilpres 2024. Diantaranya yakni PDIP-Gerindra vs Golkar-Nasdem.

Dia mengatakan jika para actor parpol sudah melakukan pergerakan  yang memiliki kecenderungan pada tiga poros tersebut. Poros pertama disiapkan oleh PDIP-Gerindra, yang kedua dari Golkar, PKS, Nasdem serta poros terakhir dari PAN, PKB, Demokrat dan beberapa partai menengah yang lain.

Dikatakan juga bahwa poros pertama kemungkinan akan mengusung capres Prabowo Subianto bersama Puan Maharani sebagai capre-cawapres.

“Dari segi chemistry bisa dilihat jika tidak ada problem antara Mega dengan Prabowo. Sedangkan poros kedua, Golkar dengan Nasdem, yang mengusung Airlangga Hartanto  sebagai bakal calon baik nantinya akan menjadi capres ataupun cawapres.” terang Gun-Gun.

Airlangga Hartanto nantinya dapat dipasangakan bersama beberapa kepala daerah yang nilai kepopulerannya cukup tinggi. Misalnya Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.

“Hal tersebut bisa menjadi pertmbangan bagi poros kedua. Sebab masih terdapat kemungkinan membutuhkan satu partai lagi, yakni PKS. Oleh karena itu, kalau dilihat masih ada komunikasi intens namun dinamis,” lanjutnya lagi.

Sedangkan untuk poros ketiga yang diduduki oleh partai menengah membutuhkan sosok yang bisa diterima dan tentunya kuat. “Yang terpenting adalah skema dari setiap parpol, keuntungan untuk bisa melanjutkan kekuasaan selanjutnya,” tambahnya lagi.

Nama Puan Muncul Dalam Pilpres 2024, Begini Tanggapan Publik

Belakangan ini tengah ramai disebut-sebut bahwasanya Ketua DPR RI yakni Puan Maharani bakal menju ke kontestasi Pilpres pada pemilu 2024 mendatang. Meskipun elektabilitas yang dimiliki Paun masih tertinggal dibawah beberapa tokoh publik lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anis Baswedan. Namun berbagai pihak dari kalangan tetap meyakini bahwa Puan akan tetap diusung oleh Aprtai Kepala Banteng (PDIP) untuk maju dalam Pilpres.

Iqbal Themi selaku Direktur Eksekutif Veritas Data menilai pengusungan Puan dalam Pemilu 2024 untuk maju capres-cawapres mendatang merupakan solusi tengah atas soliditas mesi politik PDIP.

Sedangkan menurut Ujang Komarudin selaku Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), PDIP akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan elektabilitas Puan demin siap maju dalam kompetisi Pilpres 2024.

“Bocoran dari Internal partai, jika PDIP akan tetap mengusung Puan sebagai Kandidat dalam capres 2024. Menurut mereka jika menang bersama, kalah pun juga mpo88 harus tetap bersama dan hal tersebut sudah memang resiko, karena untuk mendorong figur dengan elektabilits yang rendah,” jelas Ujang.

Adapun beberapa tanggapan yang muncul dari berbagai pihak terkait dengan  isu muncul nya nama Puan Maharani yang akan maju ke Pilpres 2024 mendatang:

Tanggapan berbagai Pihak atas diajukannya Pan menjadi Capres 2024

IPR (Indonesia Political Review)

Direktur utama dari IPR Ujang Komaruding meyakini bahwasanya pihak PDIP akan tetap mengusung puan untuk maju menjadi kandidat Capres Pemilu 2024. Oleh karena itulah, saat ini PDIP tengah gencar dalam menaikkan elektibilitas Puan agar siap dalam berkompetisi pada Pipres 2024.

Ujang juga meyakini terkait dengan pengusungan Puan Maharani unjuk maju ke Pilpres dibandingkan dengan kader lainnya disebabkan karena beberapa faktor.

Pertama yakni Puan merupakan Putra Mahkota dari Megawati Soekarnoputri, dan yang kedua karena dirinya merupakan tokoh sentral dalam partai, maka sangatlah layak untuk diajukan.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia juga menyebutkan, jika PDIP akan menempuh berbagai cara demi mendongkrak elektabilitas puan. Seperti dengan mensosialisasikan lewat baliho, pembagian semako, blusukan, hingga keikutsertaan dalam kunjungan kerja Jokowi ke beberapa daerah.

Ujang juga menambahkan lagi jika jabatan Puan sebagai Ketua DPR bisa mendongkrak elektabilitasnya jika  membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya pro rakyat.

Veritas Data

Diusungnya Puan Maharani sebagai Capres 2024 merupakan solusi jalan tengah untuk solidaritas mesin politik PDIP.

“Puan mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect atas asosiasi Puan tehadap PDIP yang sangat kuat,” jelas Iqal Direktur Eksekutif Veritas pada Minggu (31/10/2021).

Menurutnya, pertimbangan utama yang membuat Puan digadang menjadi capres yang diusung adalah karena terkait kapasitas serta pengalamannya di lembaga eksekutif dan legislatif. Dulu Puan pernah menjadi Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan saat ini Puan menjadi Ketua DPR.

Tidak hanya  terkait kapasitasnya saja, namun juga elektabilitas Puan memang patut menjadi pertimbangan untuk maju dalam Pilpres 2024.

“Soal elektabilitas dapat dilihat jika pada Pileg 2019 Puan mendapat banyak suara di Dapil Jateng. Sehingga masih ada waktu tersisa untuk membuat elektabilitas tersebut lebih optimal lagi,” tutur Ujang.

Pengamat Politik Universitas Paramadina

Hndri Satrio seorang pengamat politik dari Universitas paramadina mengatakan, sebagai Ketua DPP PDIP, Puan tidak perlu khawatir terkait dengan elektabilitasnya yang masih tertinggal dari beberapa tokoh internal lainnya. Sebab jika sudah ditetapkan menjadi capres maupun cawapres 2024, elektabilitasnya akan meroket.

“Berkaitan dengan elektabilitas Puan sendiri tidak perlu khawatir, karena hal tersebut akan otomatis naik jika sudah ditetapkan menjadi capres/cawapres 2024,” terang Hendro.

Dukung Maju Capres 2024, PKB Maluku Deklarasikan Cak Imin

Ketua Umum dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Muhaimin Iskandar atau yang lebih sering disapa Cak Imin mendapatkan dukungan penuh untuk maju ke Pilpres 2024. Seperti yang telah dilakukan oleh para kader-kader PKB di wilayah Maluku. pada Sabtu 30 Agustus 2021 kemarin dengan mantap mereka memberikan dukungan kepada Cak Imin melalui suatu deklarasi.

Deklarasi yang dipimpin langsung oleh Maluku Basri Damis selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Maluku diawali dengan pembacaan ikrar yang selanjutnya diikuti oleh kader partai. Adapun bunyi deklarasi yang disampaikan sebagai berikut:

“Atas berkat rahmat yang Allah selaku Tuhan yang maha Kuasa serta didorong dengan keinginan yang sangat luhur serat demi mewujudkan keadilan untuk seluruh rakyar di Indonesia. Dengan ini DPW PKB Maluku serta DPC PKB Kabupaten/Kota se wilayah Maluku menyatakan tekad dengan bulat yakni:

1. Pertama, mendaulatkan secara penuh Muhaimin Iskandar untuk maju dalam pencalonan sebagai presiden (Capres?) pada pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024.

2. Menjadi garda terdepan dalam mendukung demi kemenangan Muhaimin iskandar pada Pilpres 2024.

3. Siap dan setia dalam melakukan dharmabakti baik harta, tenang dan juga pikiran demi kemenangan Cak Imin pada Pilpres 2024.

Basri Damis juga mengatakan bahwa sebagai Capres 2024 Cak Imin disebut dengan ‘harga mati.’

“Mari kita semua mulai menyongsong kemenangan Cak imin dalam pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang, Cak Imin adalah harga mati, jelasnya dalam pemantapan dapil dan peluncuran caleg.

Semua kader PKB diminta untuk menggalang dukungan serta menopang atas elektabilitas Cak Imin di masyarakat.

Diharapkan juga para kader di tingkat daerah pemilihan (Dapil) segera membentuk dan memantapkan struktur kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Kemudian mpo88 pada Dewan pengurus ranting, Anak ranting, Badan Saksi serta membentuk Lembaga kemenangan yang berkedudukan di Kabupaten/Kota.

“Pada hari ini juga diserahkan SK DPC PKB se-Maluku, kemudian penandatanganan kerja, dan juga pemantapan dapil menuju kemenangan yang akan diraih Cak imin pada Pilpres 2024.” lanjutnya.

Jazilul Fawaid selaku Wakil Ketua Umum dari DPP PKB juga hadir serta juga mendukung penuh atas deklarasi tersebut.”Sepulangnya saya dari sini akan langsung menemui Cak Imin dan mengatakan bahwa para sahabat yang berada di maluku mendukung bulat tekad Cak Imin untuk maju ke Pilpres 2024.” ujar Fawaid.

PKB mampu ungguli Gerindra dan Golkar

Fawaid juga menyampaikan terkait keputusan Cak Imin untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang. Bahwa selain mendapat dukungan yang terus mengalir, berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh MSI menyebutkan. Bahwa PKB menempati urutan nomor tiga dan berhasil mengalahkan posisi Gerindra bahkan bisa melampaui Golkar meski hanya berbeda satu persen.

Kini PKB telah mengantongi jumlah kursi sebanyak 58 yang terdiri dari 80 dapil, dan masih ada sekitar 33 Dapil termasuk Maluku yang masih kosong.

25 anggota dari DPRD maluku sebelumnya terpilih dari 39 Dapil, sedangkan 14 Dapil sisanya masih dalam keadaan kosong.

Meski sudah mengaku siap untuk berlaga dalam Capres pada pemilu 2024, Cak Imin belum memberikan keputusan secara resmi karena menunggu perkembangan serta situasi politik yang akan datang.

Sedangkan perlu diketahui, bahwasanya sudah ada beberapa nama-nama terkait capres dan cawapres yang bermunculan pada Pemilu tahun 2024 mendatang. Seperti Puan maharani dan ganjar Pranowo di Internal PDIp, Prabowo Subianto dari gerindra dan juga Airlangga Hartarto dari partai Golkar.

Kabar Politik Terbaru : Prabowo Digandrungi Milenial Maju Pilpres 2024

Akhir-akhir ini, berbagai media masa banyak diramaikan dengan berita Capres mendatang sehingga menjadi kabar politik terbaru. Hasil survei menunjukan bahwa anak muda dan kaum milenial memilih prabowo sebagai Calon Presiden favoritnya. Hal ini karena tidak lepas dari perjuangan Prabowo dalam membela kepentingan rakyat Inonesia. Berikut ini liputan tentang Prabowo sebagai tokoh kuat untuk menjadi Capres.

Kabar Politik Terbaru : Anak Milenial dan Gerindra Usung Prabowo di Pilpres 2024

Prabowo menjadi Capres favorit kaum milenial semakin ramai dibicarakan. Berita tersebut menjadi kabar politik terbaru sehingga mendorong Gerindra untuk mengusungnya menjadi Capres, berikut ini liputannya.

Capres Favorit Anak Milenial

Dilansir dari suara.com bahwa Prabowo Subiyanto menjadi Calon Presiden favorit anak milenial. Pernyatan ini membuat ketar ketir para lawan politiknya. Berikut ini liputan lengkapmengenai Prabowo digandrungi generasi Y atau milenial ini.

Ahmad Muzani (Sekjen DPP Partai Gerindra) kembali mengatakan mengenai pencalonan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2024. Menurutnya, hasil survei menunjukan mpo88 Prabowo sebagai Capres favorit kaum pemula dan milenial.

Muzani mengutarakan pernyataan di atas pada acara Musyawarah Daerah TIDAR Lampung.

“Berdasarkan survei, kaum milenial memilih Prabowo sebagai capres favorit,” ujar Muzani.

Muzani meyampaikan bahwa kaum milenial tertarik pada Prabowo bukan karena hanya sebagai figur saja. Namun karena memiliki karakter pemimpin yang mempunyai visi dan misi untuk memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

”Kaum muda dan milenial memilih Prabowo karena visi, misi dan perjuangannya sampai sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang saat yang tepat untuk kita menginginkan Prabowo maju Pilpres 2024,” paparnya.

Menurut Muzani hasil survei tersebut harus diperkuat oleh semua elemen partai dan TIDAR. Sebagaimana dikethui TIDAR  merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang bergerak di kalangan anak muda.

Di samping itu, Muzani juga meminta pada semua elemen partai agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan partai. Soalnya, semua perjuangan pasti ada rintangan dan harus menghadapinya dengan kesabaran.

“Perjuangan tidak terlepas dari gangguan, ujian, dan cobaan. Hal ini membuat perjuangan tidak sampai dan kadang-kadang kita tidak fokus menangkp aspirasi dari rakyat. Harapan saya, TIDAR cerdas dalam menangkap semua gejala dan aspirasi tersebut.

Selanjutnya, Dia juga meminta TIDAR  untuk berperan aktif turun ke bawah. Tujuannya untuk meyakinkan kaum milenial dan pemilih muda lainnya. Hal ini sebagai upaya untuk memenangkan Prabowo Subiyanto pada Pilpres 2024 sebaga kabar politik terbaru.

”Tujuan turun ke lapangan untuk menemui seluruh lapisan masyarakat seperti petani, pedagang, buruh, dan lain-lain. Kita harus meyakinkan kaum muda dan anak-anak milenial untuk memilih dan memenngkan Prabowo pada Pilpres 2024,” ungkap Muzani.

Alasan Gerindra Usung Prabowo Capres 2024 Di lansir dari cnnindonesia mengenai alasan Gerindra kukuh mengusung Prabowo sebagai Capres 2024. Berikut ini liputan lengkap mengenai alasan tersebut.

Pilpres 2024: Airlangga Hartarto Klaim Elektabilitasnya Naik Berkat Pasang Billboard

Billboard dengan foto Airlangga Hartarto  sebagai Ketua Umum Golkar, tersebar di banyak kota di Indonesia. Berkat pemasangan billboart tersebut, Airlangga Haratarto menggklaim kalau elektabilitas dirinya naik menjelang Pemilihan Presiden 2024. Hal tersebut menurutnya diiringi dengan meningkatnya elektabilitas Partai Golkar.

Penyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke 57 Partari Golkar pada hari Sabtu 23 Oktober 2021. “Alhamdulillah, tren elektabilitas Partai Golkar terus mengalami peningkatan yang signifikan. Demikian pula dengan calon presiden yang ditandu Partai Golkar, popularitasnya mengalami kenaikan dan elektabilitasnya, sudah menggambarkan tren adalah yang kita kerjakan masih 2 tahun lagi, kita kerja keras,” ungkapnya.

Kerja Keras Kader Golkar  

Arilangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menko Perekonomian ini mengatakan kalau naiknnya elektabilitas dirinya dan Parta Golkar adalah berkat kerja keras mpo88 dari semua kader partai. Kerja keras tersebut terimplementasi dalam upaya sosialisasi kepada masyarakat baik dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan maupun pemasangan billboard yang tersebar di berbagai kota.

“Hal ini (elektabilitas) tentu karena kerja keras seluruh kader Partai Golkar yang sudah bekerja mempublikasikan gambar ketua umum partai lewat pemasangan billboard dan media luar,” katanya. Seperti yang dapat disaksikan di banyak tempat, foto Airlangga Hairtarto dengan background warna kuning khas Golkar terpampang. Dalam billboard tersebut juga disertai slogan Kerja untuk Indonesia, Airlangga Hartarto 2024.

Menko Perekonomian presiden Joko Widodo ini juga mengatakan kalau dirinya secara seksama mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan dari para kader Golkar. Utamanya, yang dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi krisi akibat pandemi Covid-19.

“Salah satunya bakti sosial Jumat peduli yang telah dilaksanakan oleh Ikatan Istri Partai GOLKAR (IIPG) yang dipimpin Ibu Yanti Airlangga,” ujarnya. Oleh karena itu, Airlangga Hartarto mengajak seluruh kader untuk terus melaksanakan strategi pemenangan Pemilu 2024.

Dirinya berharap agar semua kader selalu fokus bekerja, demi mendongkrak elektabilitas selama dua tahun ke depan. Selain itu, ia juga berkeinginan untuk meningkatkan kualitas kader Partai Golkar supaya lebih banyak mendapatkan pengetahuan dan kemampuan.

Konsisten Dukung Pemerintahan Joko Widodo hingga 2024

Dalam forum yang sama, Airlangga Hartarto juga memastikan bahwa partai yang ia pimpin akan tetap akan tetap memihak pemerintahan presiden Joko Widodo sampai tahun penyelenggaraan Pemilu 2024. Dirinya menilai bahwa pemerintah saat ini memiliki kinerja yang sangat baik kendati harus menghadapi pandemi covid-19.

Sebagai ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja pemerintah selama dua tahun di periode kedua kepemimpinan Joko Widodo. Terlebih, dalam upaya penanganan pandemi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga ekonomi masyarakat.

“Sebagai bagian kelompok pendukung pemerintahan Presiden Bapak Jokowi, partai Golkar tetap dan berkomitmen untuk mengawal, mendukung dan menyukseskan pemerintahan hingga tahun 2024,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada keraguan bagi Parta Golkar untuk terus secara aktif membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. “Partai Golkar wajib tetap memiliki peran aktif dan bersumbangsih untuk pemulihan ekonomi nasional dalam rangka membangun kembali ekonomi terutama penciptaan lapangan kerja untuk rakyat,” kata sambungnya.

Airlangga juga menyinggung soal perlunya akselerasi agar pendapatan masyarakat kembali meningkat. Ketimpangan ekonomi harus dikurangi secara signifikan  dan kelompok kelas menengah harus diperbesar lagi. “Pandemi COVID tentu berdampak terhadap sektor ekonomi, kehidupan sosial dan juga tingkat kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Celeng Vs Banteng, Sinisme Politik Terbaru Jelang Pilpres 2024

Meski masih akan diselenggarakan 3 tahun lagi, pemberitaan mengenai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sudah banyak dibincangkan. Hal ini dapat diketahui di masyarakat yang semakin hangat saja berbicara mengenai Pilpres yang akan datang tersebut. Tak terkecuali di wilayah Jawa tengah, bahkan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jateng terus mendapatkan dukungan. para simpatisan Ganjar mendukung penuh agar dirinya mencalonkan diri sebagai presiden.

Tak berbeda jauh dengan pilpres yang digelar 2014 lalu, kini seiring dengan pembicaraan mengenai Pilpres 2024 yang menghangat juga memunculkan Sinisme politik. Jika pada tahun 2014 ada sebutan Cebong vs kampret, maka jelang Pilpres 2024 ini muncul istilah Celeng vs Banteng.

Namun sinisme politik baru yang muncul jelas Pilpres 2024 ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dulu Cebong vs kampret merujuk pada dua calon atau dua kubu yang berbeda karena persaingan. Maka Celeng vs Banteng ini justru muncul ditengah-tengah polemik yang sedang terjadi slot online maha168 di internal partai PDIP. Bahkan tidak hanya sebutan Celeng saja, sebutan bebek juga muncul akibat dari pendeklarasian dukungan kepada Gubernur Jawa tengah tersebut. Beberapa simpatisan PDIP memberikan dukungan tersendiri kepada ganjar untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Diketahui istilah tersebut pertama kali muncul dari Bambang wuryanto selaku ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Dirinya mengatakan jika simpatisan atau pendukung Ganjar bukan bernama banteng, tetapi celeng.

Masalah tersebut selanjutnya ditanggapi oleh para simpatisan yang lain seperti Albertus Sumbogo, Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo dengan perlawanan. Dengan adanya sebutan celeng, justru membuat semangat mereka lebih terbakar lagi untuk melakukan perlawanan serta berjuang mempertahankan kebenaran sesuai dengan nurani yang diyakini.

“Teman-teman yang sudah membuat meme tersebut tidak hanya tersinggung namun juga merasa prihatin, tetapi juga tetap ada semangat untuk melakukan perlawanan. Meskipun dianggap dengan sebutan celeng, namun harus tetap berjuang untuk kebenaran faktanya dan nurani,” jelas Sumbogo pada Selasa (12/10/2021).

Para simpaisan yang menyebutnya sebagai Barisan Celeng Berjuang tersebut juga membuat sebuah logo beruga gambar celeng warna merah dengan taring putih. Logo tersebut dibuat oleh Eko Lephex dan menjadi simbol serta semangat perjuangan dalam membela kebenaran.

“Barisan celeng adalah kita sebagai kader-kader dari PDIP yang akan berjuang demi membela kebenaran agar partai bisa semakin besar dengan mengusung Ganjar Pranowo untuk maju ke Pilpres 2024,” jelas Eko.

Taring panjang warna putih pada logo tersebut menggambarkan semangat perjangan yang tanpa kenal takut. Sedangkan warna merah mewakili rasa keberanian untuk memperjuangkan kebenaran. Dan warna putih menunjukkan kebenaran hati nurani.

Sinisme politik Cebong vs Kampret

Polemik yang menggunakan nama hewan menjelang pilpres memang bukan hal yang pertama kali terjadi. Sebelumnya pada pilpre tahun 2014 bentuk sinisme politik seperti ini sudah pernah terjadi, bahkan setelah Pilpres 2014 selesai digelar, sebutan cebong vs kampret justru semakin marak dibicarakan.

Kala itu Cebongers merupakan julukan yang diberikan kepada simpatisan Jokowi, sedangkan kampret menjadi sebutan untuk orang-orang yang pro dengan Prabowo. Sinisme politik merebut kembali memanas dan meruncing ketika memasuki Pilpres 2019. Akhirnya popularitas sinisme politik antara cebong vs kampret terus ada sampai saat ini karena media sosial yang terus membuat suasana politik semakin hangat. Akibatnya sinisme politik tersebut ada sebagai bentuk dari ekspresi fanatik pada politik hingga sekarang.