Anies Nyapres 2024? Banyakkah Partai yang Mendukungnya?

Tiga tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf belum berakhir. Banyak partai yang sibuk untuk memilih kandidat yang tepat untuk diusung pada pemilu 2024. Nama Anies santer disebutkan semenjak deklarasi Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES). Mereka secara terang-terangan mendukung Gubernur DKI Jakarta untuk meju mengikuti Pemilu 204. Bagaimanakah tanggapan dari banyak partai tentang Anies yang nyapres? Anda perlu membaca sampai selesai untuk mengetahui peluangnya.

Berapa Besar Peluang Anies Nyapres 2024?

Nama yang sering muncul ke pemberitaan untuk nyapres 2024 bukan hanya Anies. Ada nama Prabowo yang diagul-agulkan. Tidak gentar bersaing dengan Prabowo, ANIES positif untuk mendukung Anies Baswedan maju. ANIES mendeklarasikan diri sejak digelar di Gedung Joang pada 20 Oktober 2021. Deklarasi diajukan untuk mendukung refleksi kepemimpinan yang dilakukan oleh Anies Baswedan selama 4 tahun di Jakarta.

Koordinator dari deklarasi ANIES, Laode Basir, menyampaikan bahwa berawal dari diskusi terhadap hasil kepemimpinan Anies selama 4 tahun terakhir. Banyak dari komunitas turut berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi di Jakarta di bawah kepemimpinan Anies.

“Setiap kelompok berdiskusi untuk melakukan pengkajian terhadap perkembangan yang ada di Jakarta,” jelas Laode.

Dari sejumlah hasil diskusi terdapat satu buah kunci kesepakatan dimana lebih banyak perkembangan ke arah positif di masa pemerintahan Anies. Keberhasilan yang dimaksud slotmaha168 dinilai dari banyak instrumen. Instrumen yang dimaksud berupa penghargaan yang diperoleh Jakarta dari Kementerian Dalam Negeri berhubungan dengan pengelolaan pemerintah yang transparan dan akuntable.

Penghargaan tersebut bukan satu-satunya yang didapatkan oleh Jakarta. Masih ada penghargaan lainnya yang berdampak baik terhadap Jakarta selama pemerintahan Anies Baswedan. Meskipun di tengah segudang prestasi, Anies sendiri juga masih punya rapor merah dari catatan yang diberikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta. Tentunya dalam hal dunia demokrasi dan politik, memiliki sedikit rapor merah adalah hal yang lumrah asalkan pihak yang terkait terus mengusahakan untuk memperbaiki.

Menanggapi berapi-apinya ANIES mendukung Gubernur DKI Jakarta yang sekarang, PKS justru terang-terangan tidak akan membantu Anies terkait Pilpres 2024. Dilansir dari CNN, Ketua DPP PKS yang bernama Mardani Ali Sera menyampaikan bahwa Anies itu spesial dan akan mendapatkan momentumnya sendiri melihat kapasitasnya yang spesial.

Padahal PKS merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang menggusung pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. PKS pada masa itu sampai bekerjasama dnegan Gerindra untuk mendukung pasangan Anies-Sandi. Dalam penggusungan pasangan itu juga, partai PKS dan Gerindra turut mendapatkan dukungan dari partai lainnya yakni PAN, Idaman, dan Perindo.

Meskipun sempat unggul pada putaran pertama, namun PKS menilai bahwa partainya bukanlah partai yang berburu kekuasaan. Pengorbanan pada tahun 2017 dianggap hal yang lumrah, karena PKS menilai bahwa itu adalah harga yang harus dikeluarkan untuk bisa bermanfaat bagi warga. PKS secara halus berusaha untuk mengatakan tidak lagi berfokus memajukan Anies dalam Pilpres 2024.

PKS tengah mendukung Salim Segaf Al-Jufri untuk maju nyapres 2024 nanti. Di lain pihak, Gerindra juga mengumumkan dengan tegas bahwa mereka tetap mendukung Prabowo untuk kembali nyapres. Pernyataan partai Gerindra disampaikan oleh Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI yang bernama Muhammad Taufik.

Gerindra juga menjelaskan bahwa dia mempersilahkan Anies untuk maju menjadi presiden bila punya cukup dukungan.

“Kader Gerindra meminta Pak Prabowo untuk maju kembali. Kalau Pak Anies memiliki pendukung ya silakan maju menjadi presiden,” ungkap Taufik.

Namun Taufik juga menuturkan bahwa bukannya tidak mungkin jika Anies maju menjadi calon wakil presiden bersama Prabowo. Semua kemungkinan tetap bisa terjadi dalam dunia politik dan partai.

Pakar UGM Menyebutkan Kans Ganjar untuk Maju Pilpres Belum Tertutup meski Adanya Sanksi Partai

caffreyforcongress.org – Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menyebut kesempatan Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden (capres) 2024 tidak serta-merta hilang begitu saja setelah ancaman sanksi yang akan diberikan oleh internal PDIP. Mengingat mengenai konstelasi politik untuk pemilihan umum presiden boleh dikatakan masih lama.

“Saya mengira iya (kans Ganjar masih ada). Ini kan juga proses politiknya masih panjang ya dan partai politik terhadap akhirnya tak sekedar mereka bergantung terhadap pertimbangan-pertimbangan internal tersedia pertimbangan ideologis juga,” kata Wawan waktu dihubungi wartawan, Senin (20/9/2021).

Ia menilai, partai politik akan memperhitungkan juga sejumlah aspek lainnya. Terlebih di dalam ajang penentuan orang nomer satu di Indonesia.

“Pada akhirnya mereka atau partai politik akan memperhitungkan juga apa yang disebut sebagai aspek-aspek popularitas atau stabilitas berasal dari para kandidat” terangnya.

Hal itu juga terkait bersama dengan sanksi yang hakal diberikan kepada PDIP kepada Ganjar nantinya. Dekan Fisipol UGM itu menjelaskan seluruh mungkin masih selamanya akan terbuka.

Menurutnya kalau sebenarnya hasil klarifikasi Ganjar itu dianggap memuaskan oleh internal partai maka mampu saja tidak akan tersedia sanksi. Jadi kebijakan itu sebenarnya akan tergoda oleh hasil klarifikasi pada ke dua belah pihak.

“Kalau hasil pemanggilan (internal PDIP) mengganggap pak Ganjar sebenarnya melakukan langkah-langkah politik di luar kebijakan partai ya jelas Pak Ganjar akan meraih slotmaha168 peringatan atau apa seperti itu. Tinggal nanti titik pertemuan pada kandidat dan partai akan seperti apa,” tuturnya.

Ditanya berkenaan mungkin tertutupnya kans Ganjar maju Pilpres akan merugikan bagi PDIP, Wawan menyebut bahwa PDIP sendiri merupakan partai yang punyai struktur organisasi hingga tingkat bawah yang amat kuat.

“Jadi tidak, sebenarnya tersedia peran tokoh peran sosok di PDIP, di dalam konteks ini ketua lazim Bu Mega ya tapi terhadap waktu yang seiring PDIP ini partai yang punyai semacam jejaring hingga tingkat bawah yang juga amat kuat bersama dengan organisasi partai yang juga amat disiplin,” ucapnya.

Sehingga ia menilai di dalam konteks kesolidan atau solidaritas partai maupun nanti popularitas partai. Khususnya untuk penentuan legislatif kelak itu tidak akan jadi masalah barang siapa yang akan dicalonkan.

Namun, Wawan tidak memungkiri bahwa Pilpres adalah ajang yang tidak sama bersama dengan Pileg. Logika politik di di dalam konstelasi politik itu punyai perbedaan masing-masing.

Pilpres sendiri akan amat ditentukan oleh sosok. Sehingga bukan jadi jaminan contoh partai yang dapat dukungan di dalam legislatif itu kuat lantas calonnya mampu menang.

Sehingga kalau dilihat di dalam konteks khususnya untuk legislatif maka tidak akan tersedia persoalan. Tetapi kalau lihat konteks Pilpres maka mampu jadi partai wajib berjuang lebih keras kalau tidak tidak mencalonkan sosok yang popularitas dan akseptabilitasnya cukup kuat.

“Tapi kan ini belum jelas ya kami karena masih lama ya. Kalau untuk jangka pendek sekarang ini ngga akan tersedia kerugian apa pun berasal dari PDIP dikala tersedia ancaman soal sanksi dan lain-lain. Karena tidak tersedia event politik yang terkait bersama dengan proses elektoral yang terdekat,” tandasnya.

Diketahui bahwa nama Ganjar Pranowo makin lama terdengar untuk dijagokan maju di dalam Pilpres 2024 mendatang. Terbukti berasal dari makin lama masifnya deklarasi perlindungan untuk Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Namun di sisi lain internal PDIP lantas juga tidak tinggal diam. Bahkan partai berlambang banteng itu akan memberi tambahan sanksi kepada kadernya yang dapat dukungan maju Pilpres sebelum meraih ketetapan berasal dari Ketua Umum PDIP.

Sumber https://jogja.suara.com

DPR Sebut Jika Pemilu 2024 Digelar terhadap Bulan Mei Dapat Memicu Kekacauan

caffreyforcongress.org – Luqman Hakim selaku Wakil Ketua Komisi II DPR RI mengatakan, pendapat pemerintah sehingga hari H pengambilan suara Pemilu 2024 di bulan April atau Mei dirasa tidak cukup tepat.

“Pemerintah tetap belum perhitungkan terlampau pentingnya jarak sementara antara pengesahan hasil Pemilu bersama dengan tahapan pendaftaran calon kepala tempat ke KPUD yang paling lambat mesti dikerjakan bulan Agustus 2024. Jika coblosan Pemilu 2024 di bulan April atau Mei 2024, hampir tidak tersedia sementara jeda antara pengesahan hasil pemilu bersama dengan pendaftaran calon kepala derah ke KPDU,” kata Luqman terhadap wartawan, Jumat (17/9/2021).

Dia berharap pemerintah perhitungkan jarak sementara yang pendek antara Pemilu dan Pilkada jikalau pemilu digelar April atau Mei 2024.

“Saya prediksi dapat terjadi kekacauan tahapan pilkada jikalau coblosan Pemilu dikerjakan bulan April atau Mei 2024,” sadar Luqman.

Dia terhitung mengingatkan, betapa pentingnya pelaksanaan pemilu yang berkualitas. Sebab, Pemilu 2024 adalah fasilitas rakyat manfaatkan kedaulatannya untuk membentuk kekuasaan negara secara damai.

Oleh gara-gara itu, Luqman berharap pemerintah sepakat bersama dengan KPU untuk laksanakan Pemilu 2024 terhadap bulan Februari.

“Karena itu, agenda pemilu mesti dipahami sebagai super prioritas, terhitung Pilkada untuk pilih kepala/wakil kepala daerah. Saya berharap, nantinya pemerintah judi online memiliki pandangan yang serupa terhadap urgensi Pemilu dan Pilkada bersamaan 2024, sehingga dapat sadar perlunya coblosan Pemilu dikerjakan di bulan Februari 2024,” kata dia.

Tito Karnavian  selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tidak menerima usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkaitan hari H Pemilu 2024 yang jatuh di hari Rabu 21 Februari 2024.

Hal ini disampaikannya sementara dalam Rapat Bersama bersama dengan Komisi 2 DPR RI.

“Kalau untuk pemilu, kita mengusulkan sehingga hari H dikerjakan terhadap bulan April seperti pemilu th. sebelumnya. Atau lebih-lebih kalau tetap terlalu mungkin Mei 2024,” kata Tito Kamis (16/9/2021).

Mantan Kapolri RI ini menjelaskan, alasannya menolak hari H Pemilu 2024 dipercepat gara-gara bentrok bersama dengan bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Selain itu, risau terdapatnya polarisasi di penduduk jikalau sementara tahapan Pilpres terlampau panjang.

“Agar efektif gara-gara pemungutan nada dapat berdampak ke belakang terhadap tahapan, ini berdampak terhadap polarisasi, stabilitas keamanan, eksekusi program Pemda dan pusat dan seluruh berdampak,” kata Tito.

Untuk itu, Tito berharap sehingga pengambilan ketentuan berkenaan hari pemungutan nada Pemilu 2024 dapat diundur untuk lebih dari satu sementara ke depan sebelum saat DPR meniti masa reses. Ia mengatakan, didalam sementara dekat, pemerintah dapat langsung laksanakan rapat internal bersama dengan kementerian, lembaga, dan pihak-pihak berkaitan untuk mengkaji usulan ini. “Setelah itu laksanakan terhitung rapat bersama dengan tim konsinyering yang tersedia perwakilan berasal dari KPU, Bawaslu, lantas berasal dari DPR Komisi 2 lebih-lebih untuk laksanakan exercise untuk pemilihan sementara pemungutan nada tersebut,” ujar Tito.

Tito menambahkan, pemerintah tidak mempersoalkan usulan KPU berkaitan hari pemungutan nada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 yang jatuh terhadap 27 November 2024. “Kalau untuk masalah pilkada, gara-gara sebenarnya dikunci oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 mesti di bulan November 2024, maka usulan hari Rabu 27 November kita kira enggak masalah,” kata Tito.

Sebelumnya, Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan, KPU mengusulkan hari pemungutan nada Pemilu 2024 jatuh terhadap 21 Februari 2024 sehingga menambahkan sementara lumayan didalam penyelesaian perbedaan suatu lembaga atau dewan dan pemilihan umum presiden serta pernyatan hasil pemilu berikut bersama dengan jadwal pencalonan pilihan kepala daerah ( Pilkada ). Selain itu, KPU terhitung menyimak beban kerja badan ad hoc terhadap tahapan pemilu yang beririsan bersama dengan tahapan pemilihan. Ilham mengatakan, proses pemungutan nada terhitung sudah diperhitungkan sehingga tidak bertepatan bersama dengan hari raya keagamaan. Begitu pula bersama dengan proses penghitungan nada terhitung sudah diatur sehingga tidak bertepatan bersama dengan Hari Raya Idul Fitri. “Karena sekali lagi ini pertama kali kita menggelar pemilu dan pilkada di tahun yang serupa tentu harus dipikirkan kembali bagaimana nanti partai politik harus mempunyai kursi yang ditentukan oleh Undang-undang Pemilihan, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016,” kata Ilham, didalam rapat dengar pendapat bersama dengan Komisi II, Senin (6/9/2021).

Deklarasi Besar-Besaran Ganjar Pranowo ke Pilpres 2024

caffreyforcongress.org – Dukungan kepada Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024 semakin menguat. Sekelompok relawan menamakan dirinya ‘Sahabat Ganjar’ mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah tersebut agar maju di Pilpres 2024 dalam 34 provinsi.

“Kami mendeklarasikan semangat yang digaungkan kepada Pak Ganjar pada 51 kota di 34 provinsi se-Indonesia,” ungkap Ketua Umum Sahabat Ganjar, yakni Lenny Handayani,Minggu 22 Agustus 2021.

Ia mengatakan bahwa tujuan dari deklarasi serentak ini untuk konsolidasi supaya bergerak secara bersama-sama sesuai dengan visi-misi Sahabat Ganjar, yakni mengusung Ganjar untuk maju ke Pilpres 2024.

“Sahabat Ganjar bisa dijadikan sebagai perpanjangan tangan untuk menyebarluaskan semangat kepemimpinan Pak Ganjar ke masyarakat yang lebih luas,” imbuhnya.

Sebagai orang yang sangat dekat sekali dengan banyak elemen masyarakat, termasuk juga pemuda, Ganjar adalah seorang pemimpin yang merakyat, ramah, judi online mengedepankan dialog, dan dinamis. Lalu, Sahabat Ganjar bakal mendukung Ganjar agar bisa maju secara nyata.

Deklarasi ini sudah dilakukan di kota Yogyakarta pada tanggal 20 Juni 2021 lalu. Lalu, diperluas sampai 33 provinsi di 51 kota se-Indonesia.

Lenny mengatakan jika 52 kota itu diantaranya adalah Surabaya, Medan, Aceh, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Serang, Lampung, Kuningan, Bogor, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Karawang, dan beberapa kota lain.

Deklarasi yang diserukan Sahabat Ganjar juga ditandai pembagian paket sembako beserta masker pada masyarakat yang sedang isolasi mandiri.

Deklarasi tersebut dikemas juga dengan cara yang tergolong unik, contohnya di Cirebon, mereka melakukan deklarasi diatas perahu nelayan. Lalu di Kuningan, deklarasi dengan iring-iringan delman.

Di Solo, Medan, Bojonegoro, dengan iringan becak. Di Bali, mereka memborong jajan kaki lima. Berikutnya di Semarang, aktivitas menarik yaitu aksi tanam pohon bakau.

Sahabat Ganjar merupakan sekelompok relawan yang terbentuk pad 20 Juni 2021 lalu. Kelompok tersebut terdiri dari beberapa elemen masyarakat yang datang agar membantu menyosialisasikan seluruh informasi mengenai Ganjar.

Relawan Ganjar Pranowo Lainnya

Dukungan pada Ganjar sebagai suksesor Joko Widodo sebenarnya lebih dulu menggaung di Blitar, atau tepat saat HUT RI ke-76. Relawan yang menamakan diri mereka sebagai ‘Ganjarist’, sudah mendeklarasikan dukungan mereka di rumah yang terletak di Jl. Panem, Blitar.

Penjaringan Ganjarist se-Blitar Raya tersebut dimulai semenjak 3 bulan yang lalu. Kemudian, proses simpatisan dan kaderisasi hasil pendataan terakhir telah diklaim sebanyak 3.900 orang, ditargetkan akan terus bertambah.

“Dengan kapabilitas dan kredibilitas Pak Ganjar, hasilnya sangat bagus. Kami yakin sekali bahwa Pak Ganjar adalah sosok yang bisa meneruskan berbagai program Jokowi saat ini,” ungkat Ketua Ganjarist Blitar bernama Yusuf Wibisono.

“Harapan seluruh Ganjarist adalah nantinya pada Pilpres 2024, Ganjar mendapat rekomendasi dari partai politik manapun. Lebih bagus dari partai penginduknya saat ini [PDIP],”tambahnya.

Relawan Ganjar Blitar Raya merasa yakin bahwa ini adalah pilihan yang tepat saat mendeklarasikan hal ini, meskipun Pilpres 2024 masih sangat lama. Penyebabnya, persiapan ke 2024 tidak dapat dilakukan dengan mudah.

“Banyak sekali yang menilai bahwa deklarasi Ganjaris se-Blitar Raya ini terlalu awal. Namun tidak sama sekali untuk kamu. Sebab kinerja relawan kalau waktunya cepat akan dirasa terlalu berat.”

Dukungan relawan Ganjar Pranowo di Yogyakarta juga tidak mau kalah. Deklarasi lewatGanjarist DIY dihelat kemarin dengan cara cukup menarik. Seluruh anggotanya menggunakan baju lurik dan dikombinasikan dengan kain jarit serta blangkon. “Ganjar Pranowo adalah alternatif seorang pemimpin dan orang yang sangat mumpuni untuk memimpin Indonesia kedepannya,” sebut Hendriantoro [Ketum Ganjarist DIY], ketika deklarasi di Sleman, Minggu 22 Agustus 2021.