Meski Sandiaga Curi Perhatian Publik, Gerindra Tetap Mantap Usung Prabowo Subianto Jadi Capres

Pembicaran siapa  yang akan digadang-gadang menjadi capres di kalangan semua fraksi partai semakin meriah saja seiring dengan berjalannya waktu. Meskipun masih digelar  3 tahun lagi, nyatanya sudah banyak partai mempersiapkan pencalonan pilpres tersebut mulai dari saat ini. Tak terkecuali pada Partai Gerindra.

Jika dulunya kedua orang petinggi partai tersebut yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bergabung menjadi capres cawapres. Lain halnya dengan saat ini yang masing-masing memiliki pamor tersendiri di mata masyarakat. Bahkan figur seorang Sandiaga sendiri cukup mencuri perhatian publik.

Hal tersebut juga diakui langsung oleh Andy Wijaya selaku Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra. Menparekraf tersebut tidak hanya dinilai mencuri perhatian publik, namun juga populer. Pernyataan mpo88 itu disampaikan secara langsung pada diskusi Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) yang mengusung tema Peta Politik dan Peluang Elektoral Capres Alternatif 2024 di Tebet, Jakarta Selatan pada 21/11/2021.

“Memang anggapan masyarakat, Sandiaga adalah salah satu yang dianggap alternatif. Karena masih muda dan berdarah segar,” terang Andy.

Meski begitu, ia juga menambahkan bahwa dari pihak Partai Gerindra sendiri tetap akan mengusung sang Ketua Umum menjadi capres pada Pilpres 2024 mendatang.

“Namun perlu diingat, jika keputusan Rakernas yang sudah diselenggarakan Gerindra tetap mengajukan nama Prabowo untuk maju. Meski hingga saat ini Pak Prabowo sendiri belum  memberika keterangan resmi akan maju mencalonkan diri atau mendeklarasikan diri kembali,” lanjut Andy.

Kembali naik, meski sempat turun

Dalam kesempatan yang sama Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia juga menyampaikan. Jika elektabilitas Sandiaga sendiri sempat turun yakni setelah Pilpres 2019 lalu. Namun kemudian kembali naik setelah terjadinya reshuffle kabinet Jokowi-Ma’ruf yang menetapkan Sandiaga sebagai Menparekraf pengganti dari Wishnutama.

Dari pernyataan tersebut bisa disimpulkan jika elektabilitas yang kembali mendongkrak nama Sandiaga  merupakan bentu apresiasi yang diberikan publik atas kinerjanya menjadi Menparekraf.

“Sehingga bukan suatu hal yang aneh, jika Sandiaga masuk dalam survei PRC sebagai Capres Alternatif. Hal tersebut karena publik menangkap bahwa prestasi dan akselerasinya saat menjadi Menteri Pariwisata cukup berhasil,” kata Adi.

Namun tidak hanya cukup itu, elektabilitas Sandiaga kembali naik juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya. Yakni ia merupakan sosok yang bisa diterima oleh semua golongan masyarakat serta kedekatannya dengan para basis-basis pemimpin muslim di Indonesia.

Adi menerangkan kembali jika eks Wagub DKI Jakarta memiliki magnet politik dengan kualitas yang cukup bagus. Bahkan beberapa waktu lalu Sandiaga juga pernah diasosiasikan menjadi sosok ketua umum dari beberapa partai islam yang ada di Indonesia.

“Sandi merupakan sosok yang mudah diterima hampir semua kalangan. Bahkan juga sempat digadang akan dijadikan sebagai ketua umum dari parpol tertentu yang basisnya islam. Sehingga bisa dikatakan jika memang Sandiaga memiliki magnet politik yang cukup kuat,” lanjutnya.

Adi menambahkan kembali jika Sandiaga memiliki kedekatan dengan mayoritas komunitas-komunitas muslim di Indonesia. Bahkan dia juga diketahui dekat dengan dengan kaum muslim yang dikenal dengan sebutan kelompok 212. “Data-data tersebut telah membuktikan, jika basis utama dari kaum muslim seperti Alumni dari kelompok 212 tidak mendukung dengan bulat Anis Baswedan. Bisa dilihat, sebagian besar dari mereka juga ada yang lebih mendukung Sandiaga Uno untuk menju menjadi Capres 2024,” tutup Adi.

Diprediksi Hadapi PDIP-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih terhitung sekitar 3 tahun lagi, namun sudah banyak pengamat politik yang mengeluarkan konfigurasi politik untuk 2024 mendatang. Salah satu pengamat politik, M. Jamiluddin Ritonga, mengeluarkan prediksi bahwa Golkar akan bertarung dengan PDIP dan Gerindra. Namun, diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis.

Sarmuji, politikus Golkar, mengatakan bahwa pemilihan presiden 2024 masih tiga tahun lagi. Maka, saat diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis. Menurut Sarmuji, konfigurasi politik masih dinamis atau dapat berubah. Pihak Golkar mengklaim bahwa partainya dapat berkoalisi dengan siapapun untuk pilpres 2024, asalkan mempunyai visi terkait Indonesia yang majemuk.

Diprediksi Hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis. Inilah isi Prediksinya!

Prediksi pertama datang dari Jamiluddin yang merupakan seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul. Prediksinya inilah yang kemudian menimbulkan komentar-komentar dari setiap partai. Inilah beberapa prediksi yang sempat Jamiluddin sampaikan!

  1. Panggung pertarungan pemilu 2024 akan diisi oleh partai Golkar, PDI Perjuangan, dan Gerindra.
  2. Ketiga partai tersebut akan mencalonkan Capres (Calon Presiden) dari kader partainya masing-masing.
  3. PDI Perjuangan memenangkan pemilu 2019. Kini, Capres yang dipersiapkan adalah Puan Maharani.
  4. Kader Golkar yang akan diusung menjadi Capres adalah Airlangga Hartarto.
  5. Untuk kader Gerindra, yang akan diusung menjadi Capres adalah Prabowo Subianto.
  6. Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mpo88 tampak sudah cukup untuk menjadi Capres dan Calon Wapres.
  7. Prediksinya, Capres akan diisi oleh Prabowo Subianto (Gerindra) dan Calon Wapres diisi oleh Puan Maharani (PDI Perjuangan).
  8. Lalu untuk Golkar, tampaknya dibutuhkan satu atau bahkan 2 mitra yang berkoalisi dengan partai menengah agar kader Golkar dapat diusung menjadi Capres.
  9. Terkait siapa yang menang, tergantung dari solidaritas dan relawan masing-masing partai.

Jamiluddin mempertimbangkan prediksi tersebut karena belakangan ini terlihat ada wacana terkait pencalonan Capres dari masing-masing partai politik. Selain itu, sebelumnya terdapat pula rumor bahwa Prabowo dan Megawati akan berkoalisi untuk pemilu 2024 jika Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi. Hal inilah yang melahirkan prediksi Jamiluddin terkait koalisi Prabowo dan Puan Maharani.

Prediksi 3 Poros di Pemilihan Presiden 2024

Selain dari Jamiluddin, sebelumnya terdapat pula prediksi dari Gun Gun Heryanto yang merupakan pengamat politik. Gun Gun memprediksi bahwa akan adanya 3 poros pada pemilihan presiden 2024 mendatang. Inilah pembagian 3 poros tersebut!

  1. Poros pertama: PDIP dan Gerindra. Pada poros ini, diprediksi bahwa Prabowo Subianto dan Puan Maharani akan menduduki posisi Capres serta Wakil Capres.
  2. Poros kedua: Golkar, NasDem, dan PKS. Poros kedua diprediksi bahwa Airlangga Hartarto akan diusung menjadi kandidat. Airlangga berpotensi untuk dicalonkan dengan kepala daerah yang memiliki keterpilihan tinggi (Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Prabowo).
  3. Poros ketiga: Demokrat, PKB, PPP, dan PAN (partai menengah). Pada poros ketiga, Gun Gun memprediksi diperlukan adanya figur atau sosok yang kuat agar dapat diterima oleh seluruh partai politik.
  4. Skema partai sangat diperlukan untuk kekuasaan.

Berbagai prediksi konfigurasi politik dan poros partai untuk pemilihan presiden 2024 telah bermunculan dari pengamat politik. Namun, pihak partai masih menganggap itu hanya sebagai spekulasi saja. Karena pilpres akan berlangsung sekitar 3 tahun lagi, sehingga konfigurasi tersebut masih bersifat dinamis atau dapat berubah sewaktu-waktu.

Nama Puan Muncul Dalam Pilpres 2024, Begini Tanggapan Publik

Belakangan ini tengah ramai disebut-sebut bahwasanya Ketua DPR RI yakni Puan Maharani bakal menju ke kontestasi Pilpres pada pemilu 2024 mendatang. Meskipun elektabilitas yang dimiliki Paun masih tertinggal dibawah beberapa tokoh publik lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anis Baswedan. Namun berbagai pihak dari kalangan tetap meyakini bahwa Puan akan tetap diusung oleh Aprtai Kepala Banteng (PDIP) untuk maju dalam Pilpres.

Iqbal Themi selaku Direktur Eksekutif Veritas Data menilai pengusungan Puan dalam Pemilu 2024 untuk maju capres-cawapres mendatang merupakan solusi tengah atas soliditas mesi politik PDIP.

Sedangkan menurut Ujang Komarudin selaku Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), PDIP akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan elektabilitas Puan demin siap maju dalam kompetisi Pilpres 2024.

“Bocoran dari Internal partai, jika PDIP akan tetap mengusung Puan sebagai Kandidat dalam capres 2024. Menurut mereka jika menang bersama, kalah pun juga mpo88 harus tetap bersama dan hal tersebut sudah memang resiko, karena untuk mendorong figur dengan elektabilits yang rendah,” jelas Ujang.

Adapun beberapa tanggapan yang muncul dari berbagai pihak terkait dengan  isu muncul nya nama Puan Maharani yang akan maju ke Pilpres 2024 mendatang:

Tanggapan berbagai Pihak atas diajukannya Pan menjadi Capres 2024

IPR (Indonesia Political Review)

Direktur utama dari IPR Ujang Komaruding meyakini bahwasanya pihak PDIP akan tetap mengusung puan untuk maju menjadi kandidat Capres Pemilu 2024. Oleh karena itulah, saat ini PDIP tengah gencar dalam menaikkan elektibilitas Puan agar siap dalam berkompetisi pada Pipres 2024.

Ujang juga meyakini terkait dengan pengusungan Puan Maharani unjuk maju ke Pilpres dibandingkan dengan kader lainnya disebabkan karena beberapa faktor.

Pertama yakni Puan merupakan Putra Mahkota dari Megawati Soekarnoputri, dan yang kedua karena dirinya merupakan tokoh sentral dalam partai, maka sangatlah layak untuk diajukan.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia juga menyebutkan, jika PDIP akan menempuh berbagai cara demi mendongkrak elektabilitas puan. Seperti dengan mensosialisasikan lewat baliho, pembagian semako, blusukan, hingga keikutsertaan dalam kunjungan kerja Jokowi ke beberapa daerah.

Ujang juga menambahkan lagi jika jabatan Puan sebagai Ketua DPR bisa mendongkrak elektabilitasnya jika  membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya pro rakyat.

Veritas Data

Diusungnya Puan Maharani sebagai Capres 2024 merupakan solusi jalan tengah untuk solidaritas mesin politik PDIP.

“Puan mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect atas asosiasi Puan tehadap PDIP yang sangat kuat,” jelas Iqal Direktur Eksekutif Veritas pada Minggu (31/10/2021).

Menurutnya, pertimbangan utama yang membuat Puan digadang menjadi capres yang diusung adalah karena terkait kapasitas serta pengalamannya di lembaga eksekutif dan legislatif. Dulu Puan pernah menjadi Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan saat ini Puan menjadi Ketua DPR.

Tidak hanya  terkait kapasitasnya saja, namun juga elektabilitas Puan memang patut menjadi pertimbangan untuk maju dalam Pilpres 2024.

“Soal elektabilitas dapat dilihat jika pada Pileg 2019 Puan mendapat banyak suara di Dapil Jateng. Sehingga masih ada waktu tersisa untuk membuat elektabilitas tersebut lebih optimal lagi,” tutur Ujang.

Pengamat Politik Universitas Paramadina

Hndri Satrio seorang pengamat politik dari Universitas paramadina mengatakan, sebagai Ketua DPP PDIP, Puan tidak perlu khawatir terkait dengan elektabilitasnya yang masih tertinggal dari beberapa tokoh internal lainnya. Sebab jika sudah ditetapkan menjadi capres maupun cawapres 2024, elektabilitasnya akan meroket.

“Berkaitan dengan elektabilitas Puan sendiri tidak perlu khawatir, karena hal tersebut akan otomatis naik jika sudah ditetapkan menjadi capres/cawapres 2024,” terang Hendro.