Gelombang, Survei elektabilitas 2024, Prabowo dan Gerinda Wajib Waspada

Meskipun jabatan presiden dan lembaga negara lainnya masih valid hingga 2024, akan tetapi masalah pemilu periode selanjutnya sudah mendapatkan perhatian dari publik. Hal inilah yang menyebabkan lembaga survei SMRC mulai melakukan beberapa survei mengenai elektabilitas tokoh dan partai politik di Indonesia. Dalam survei elektabilitas 2024 tersebut ditemukan beberapa hal yang menarik seperti halnya :

Survei elektabilitas 2024, elektabilitas PDIP yang menurun

Banyak sekali tokoh PDIP yang mendapatkan perhatian dari masyarakat politik salah satunya bahkan menang di pemilu terakhir yaitu presiden Joko Widodo. Pada pemilu di tahun 2019 PDIP merupakan salah satu partai yang masuk dalam golongan 3 besar partai yang banyak dipercaya publik.

Hal ini bisa dilihat pada dua survei yang dilakukan oleh SMRC pada tahun 2020 hingga 2021. Pada bulan Maret tahun 2020, berdasarkan survei yang dilakukannya, PDIP mendapatkan elektabilitas sekitar 25,9%. Sedangkan pada September 2001 elektabilitas dari PDIP menurun hingga angka 22,1%.

Gerinda keluar dari 3 besar partai paling populer di Indonesia

Sebagai partai yang mengusung Prabowo Subianto, partai Gerindra memang memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Akan tetapi pada survei yang dilakukan oleh SMRC di tahun 2021 ini gerinda harus mulai mawas diri karena ia keluar dari jajaran tiga partai link alternatif maha168 terbesar di Indonesia. Elektabilitas partai Gerindra juga menurun dari 13,6% di bulan Maret 2020 menjadi 9,9% di bulan September 2021.

Akan tetapi, meski partai Gerindra mengalami penurunan elektabilitas, nama Prabowo masih tetap menjadi pemenang dalam survei elektabilitas Pilpres tahun 2024. Prabowo mendapatkan persentase sebanyak 20,7% setelah itu disusul dengan nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Meskipun masih memimpin sebagai salah satu nama paling disukai untuk menjadi presiden tahun 2024, Prabowo Subianto memiliki elektabilitas yang cukup menurun jika dibandingkan tahun lalu. Pada survei yang dilakukan 2020 Prabowo Subianto mendapatkan elektabilitas sebanyak 24,4%. Sedangkan pada bulan Mei 2021 ini nilai elektabilitas Prabowo menurun hingga ke angka 20,7%

Persentase elektabilitas PKB cukup baik

Dibalik turunnya posisi gerinda ke angka 4, muncul nama partai PKB. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh SMRC kali ini, PKB menempati urutan ketiga dengan persentase sebanyak 10%. Persentase nilai ini merupakan salah satu tanda bahwa partai PKB mulai dipercaya kembali.

Berdasarkan hasil survei elektabilitas ini yang merupakan salah satu tokoh penting di PKB, yaitu Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa hasil survei elektabilitas ini merupakan salah satu tanda positif untuk partai PKB. Beliau-nya bahkan berharap akan segera menyalib partai yang berada di posisi dua, yaitu partai Golkar.

Selain itu, tokoh PKB ini juga menyatakan bahwa mereka semakin bersemangat untuk merancang rencana-rencana untuk pemenangan partai politik. Tidak hanya sampai di situ, Fawaid juga berharap bahwa survei yang akan dilakukan 3 bulan selanjutnya akan memberikan posisi yang lebih baik pada partai PKB.

Elektabilitas partai Demokrat naik

Sejak presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan masa baktinya, ada banyak sekali kader Demokrat yang mendapatkan kartu merah karena kasus korupsi. Hal ini menyebabkan elektabilitas Demokrat cukup menurun dan tidak mendapatkan banyak kepercayaan kembali.

Akan tetapi pada survei elektabilitas 2024 ini, hasil cukup mencengangkan bisa didapatkan oleh partai Demokrat. Berdasarkan survei tersebut partai Demokrat menduduki posisi kelima dengan persentase 8,6%. Banyak pihak yang mengungkapkan bahwa hal ini merupakan salah satu bukti dari kerja keras AHY.