Menilik Deklarasi Partai Gerindra, 2024 Nanti Prabowo Maju Capres

Deklarasi Partai Gerindra menyambut baik gelaran Pemilu yang rencananya akan dilaksanakan di tahun 2024 nanti. Mereka bahkan telah merencanakan bahwa beberapa bulan lagi akan mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai Capres tahun 2024 nanti. Sekjen Partai menyampaikan bahwa beberapa bulan lagi di tahun 2022 mereka akan mengumumkan kandidatnya.

Deklarasi Partai Gerindra, Prabowo Calon  Presiden 2024

Untuk menyambut pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, Gerindra telah menyiapkan calon terkuatnya yaitu Prabowo Subianto mpo88 untuk menjadi Calon Presiden 1994. Prabowo akan mulai dideklarasikan oleh Gerindra di tahun 2022 ini. Berikut proses deklarasi partai Gerindra dari berbagai sumber :

Dua Alasan mengapa Gerindra deklarasi

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai ada dua alasan mengapa Gerindra mengumumkan Prabowo sebagai capres di tahun ini. “Deklarasinya bisa 2, 3, 12 bulan lagi. Tetapi faktor yang membuatnya mendesak saya lihat ada dua macam” kata Hendri saat ditemui pada Rabu 23-2-2022. Yang pertama adalah alasan penjaringan caleg dan yang kedua adalah pemantauan kondisi.

Untuk penjaringan Calon Legislatif

Hendri menuturkan bahwa pendeklarasian ini dikhususkan untuk menjaring calon legislatif (caleg) di dalam Partai Gerindra. Dengan adanya tokoh yang dicalonkan di Pilpres 2021, calon legislative potensial akan tetap maduk ke Gerindra. Banyaknya anggota baru yang akan memilih Gerindra sebagai labuhan politiknya.

Untuk Kepastian Pemantauan Koalisi

Hendri melanjutkan bahwa itu untuk kepentingan kepastian pemantauan koalisi. Apabila telah diumumkan saat sekarang, pasti Gerindra akan dapat menentukan koalisinya nanti siapa, dan siapa kiranya wapres yang akan mendampingi Prabowo nantinya. Dua hal itulah yang menyebabkan pentingnya untuk segera mengumumkan Deklarasi Capres mereka.

Momentum yang Pas

Apakah Prabowo masih menjadi magnet di peta Pemilu 2024? Lembaga pendiri riset kedai KOPI ini menilai apabila Prabowo masih akan menjadi magnet. Karena berdasarkan hasil survey sejumlah lembaga menempatkan Prabowo di urutan teratas. Hensat tidak bisa memprediksi hasil yang akan diperoleh pada tahun 2024 nanti dikarenakan ada banyak hal.

Namun momentum sekarang ini sangat menjanjikan kejutan. “Momentumnya sekarang ya itu. Momentum pemilihan kepada daerah yaitu Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dll.Jadi untuk sekarang masih bergantung pada lembaga survey, entah kapan itu nanti atau besok” tandas Hensat menjelaskan.

AD/ART Partai Ketua Umum yang berwenang mengusung Calonnya

Dia menjelaskan bahwa dalam AD/ART Partai Gerindra, Ketua Umumlah yang memiliki kewenangan penuh terhadap penentuan sosok yang akan diusung menjadi calon presiden. Tetapi sebagai orang yang demokratis, Prabowo kemungkinan akan melakukan deklarasi terbuka. Untuk sekarang masih menunggu keputusan darinya.

Menunggu Ceremony Deklarasi

“Sebagai seorang yang demokratis, Pak Prabowo biasanya dalam memberi ketetapan dalam keputusan pentingnya, apalagi mengenai calon kepala negara biasanya selalu memanggil. Soal presiden atau pemimpin bangsa ini biasanya aka nada ceremony. Baiknya kita tunggu saja undangannya.” Ujar Muzani.

Survei Akurat

Sebagai infromasi tambahan, survey yang digunakan diperoleh melalui wawancara tatap muka terhadap kurang lebih 1200 responden. Ini akan dipilih secara acak menggunakan metode pengambilan otomatis secara acak. Margin of errornya sebesar +/- 2,8% dan dapat disebutkan bahwa perbedaan pemilihan yang cukup signifikan dari ketiganya.

Demikianlah informasi politik mengenai deklarasi calon presiden tahun 2024 dari partai gerindra yaitu Prabowo Subianto, Apabila kamu suka dengan sepak terjang beliau, akan sangat menggembirakan apabila dapat mendukungnya untuk menjadi presiden dalam pemilu tahun 2024.Adapun faktor yang menyebabkan dipercepatnya deklarasi dari Prabowo tersebut adalah karena penjaringan calon legislatif dan kepastian pendukung koalisi selanjutnya.

Survei PRC PPI: Simulasi Duet Prabowo-Anies Raih Angka Paling Tinggi

Salah satu lembaga survei yakni Politika research & Consulting (PRC) bersama dengan Parameter politik Indonesia (PPI). Telah merilis hasil survei terkait poros Parpol capres-cawapres pada Pemilu 2024 mendatang. Adi Prayitno selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan simulasi dengan jumlah calon sebanyak 3 pasangan menggunakan tiga skema.

Hasil dari survei yang tersebut menyatakan jika pasangan Ketua Umum Partai Gerindra yakni Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menduduki peringkat terkuat dari tiga skema tersebut.

Adapun 3 skema tersebut, yang pertama terdapat pasangan duet antara Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil, Prabowo Subianto-Puan Maharani, dan Anies Baswedan-Agus mpo88 Harimurti Yudhoyono. D hasil tertinggi diperoleh oleh pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil dengan angka sebanyak 32,1%. Sedangkan Prabowo Subianto-Puan Maharani mendapat 25,7%, dan untuk Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono sebanyak 23,7%.

Untuk skema dua, duet pasangan calon diikuti oleh Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno, Prabowo Subianto-Airlangga Hartarto, dan Anies Baswedan-AHY. Hasilnya pasangan duet dari Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno unggul dengan angka sebanyak 36,2%. Sedangkan Prabowo-Airlangga mendapatkan angka 26,9% serta Anies Baswedan-AHY 19,1%.

 Sedangkan untuk skema yang ketiga, pasangan duit yang mengikuti adalah Prabowo Subianto-Anies Baswedan, Sandiaga-Puan Maharani, serta Airlangga Hartarto-Muhaimin Iskandar. Hasilnya, pasangan duet paling unggul dari 3 skema  simulasi tersebut diraih oleh Prabowo-Anies dengan angka 499,7%. Untuk Anies-Puan sendiri mendapatkan 20,5% dan Airlangga-Cak Imin mendapatkan 3,8%.

Ganjar tempati posisi utama elektabilitas capres, disusul Prabowo dan Anies

Selain survei terkait duet pasangan, Politika research & Consulting (PRC) bersama dengan Parameter politik Indonesia (PPI) juga melakukan survei terhadap elektabilitas capres. Dan hasilnya Gubernur Provinsi Jawa tengah yakni Ganjar Pranowo menempati posisi elektabilitas pertama. Ganjar memiliki potensial yang cukup besar menjadi calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang dengan jumlah angka 25,5%.

Sedangkan untuk posisi kedua, elektabilitas capres dengan angka sebanyak 22,9% diraih oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dan untuk posisi ketiga ditempati oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan angka sebanyak 12,4%.

“Pada peta elektoral ada 15 nama, dan Ganjar telah mendahului peringkat dari Prabowo, memang perlu diakui jika sebagian besar masyarakat menganggap Ganjar memang layak diajukan menjadi capres,” kata Rio Prayogo dalam keterangannya pada konferensi pers daring (27/12/2021)

Kemudian setelah Anies Baswedan, posisi keempat elektabilitas capres diraih oleh Sandiaga uno dengan jumlah angka 9,4%. Lalu untuk urutan kelima diraih oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan perolehan angka sebanyak 5,8%.

“Elektabilitas Sandiaga sebenarnya juga efektif, namun sebagai cawapres. Sedangkan yang lainnya bisa belajar dari Ganjar tentang bagaimana cara mendapatkan elektabilitas yang baik,” lanjut Rio.

Survei PRC PPI sendiri menggunakan metode multistage random sampling. Dimana jumlah responden yang mengikuti kurang lebih sebanyak 1.600 orang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Responden terpilih akan diwawancarai secara tatap muka atau face to face. Pengumpulan serta pengolahan data para responden dilakukan kurang lebih selama 22 hari mulai tanggal 12 November sampai 4 Desember 2021. Sedangkan untuk significant level (tingkat kepercayaan) dari masyarakat terhadap survei ini sebanyak 95 persen dengan margin of error sebesar 2,5 persen.

Gerindra Akui Peluang Koalisi Dengan PDIP Pada Pilpres 2024 Terbuka Cukup Lebar

Sempat ramai belakangan diperbincangkan publik terkait dengan pertemuan yang dilakukan oleh Megawati sebagai Ketua Umum PDIP dan Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Akhirnya rasa penasaran publik pun lama-kelamaan mulai terjawab. Habiburokhman selaku Wakil Ketua Umum dari Gerindra memberikan keterangan jika peluang terjadinya koalisi partai antara PDIP dengan Gerindra terbuka cukup lebar.

Pernyataan tersebut memang seperti jawaban atas-pertemuan-pertemuan yang keduanya lakukan. Terutama di sela waktu pelantikan Jenderal Panglima TNI baru Andika Perkasa.

” Memang sudah sejak dulu Pak Prabowo dekat dan akrab dengan Bu Megawati dan juga Mbak Puan Maharani, jika mereka bertemu pasti sangat seru karena banyak hal yang dibahas juga diwarnai dengan canda tawa. Terkait dengan kemungkinan terjadinya koalisi di Pemilu 2024 nanti mpo88 memang sangat terbuka. PDIP bersama dengan gerindra memiliki sejarah pertemanan yang usianya sudah cukup panjang,” kata Habiburokhman dalam keterangannya pada  (19/11/2021).

Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya PDIP dan Gerindra juga pernah bekerja sama yakni saat Pemilu Tahun 2009. Meski kemudian pemilu selanjutnya di tahun 2014 dan 2019 keduanya berbeda kubu, tetapi pihak gerindra menyatakan secara ideologi tidak pernah bermusuhan sama sekali.

“Duku kami juga sudah pernah bekerja sama pada Pemilu 2009, namun pada Pemilu 2014 dan 2019 memang berbeda pilihan. Namun secara ideologi kami dari Gerindra memang tidak pernah sama sekali bermusuhan dengan mereka (PDIP),” lanjutnya.

Meskipun kontestasi Pemilu 2024 waktunya masih cukup lama. Kini Gerindra sedang menikmati kehangatan dan kebersamaan koalisinya bersama dengan PDIP.

“Namun begitu Pemilu 2024 kan juga waktunya masih cukup lama, jadi memang sebaiknya kita nikmati dulu kebersamaan saat ini. Yakni dengan terus bekerja melayani masyarakat semaksimal mungkin,” terang Habiburokhman.

Perbincangan hangat Megawati dan Prabowo

Diketahui sebelumnya Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bertemu dan berbincang-bincang bersama. Momen tersebut tertangkap saat keduanya menghadiri pelantikan Jenderal Panglima TNI baru, Kasad dan duta besar di Istana Negara, Rabu 17 November 2021 lalu.

Dalam foto-foto yang beredar, Megawati terlihat didampingi oleh Ketua DPR RI dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris jenderal PDIP yang juga turut hadir dalam proses pelantikan tersebut mengatakan jika Prabowo lah yang pertama kali menghampiri megawati. Kemudian keduanya bersalaman secara hangat, selanjutnya keduanya melakukan bincang-bincang di dalam ruangan VVIP.

“Ketika saya mendampingi Ibu Megawati, saya melihat Pak Prabowo berjalan dengan cepat menuju tempat Bu Mega. Kemudian saya menyampaikan ke Ibu Mega jika ada Pak Prabowo. Ibu Mega lalu menunggu dan keduanya menyapa bersalaman dengan hangat, dan masuk ke dalam ruangan VVIP bersama. Saya mendampingi keduanya bersama dengan Mas Pramono Anung,” kata Hasto.

Hasto juga mengungkapkan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo membahas banyak hal, dan tidak hanya soal politik. Seperti salah satunya tentang kuliah umum Prabowo di Universitas Pertahanan.

“Bersama dengan Pak Prabowo, Bu Mega mendiskusikan banyak hal, termasuk tentang Kuliah Umumnya di universitas Pertahanan. Hal tersebut pun mengingatkan Bu Mega saat dirinya pernah menjadi guru besar di universitas tersebut dan juga menaruh perhatian besar terhadap pertahanan. Dan momentumnya pun juga tepat yakni saat pelantikan Jenderal TNI dan Ksad,” lanjutnya.

Hasto kembali menambahkan, pertemuan hangat tersebut juga membahas terkait masalah politik kebangsaan serta dinamika politik nasional di Indonesia. “Ketika Mbak Puan bergabung kemudian berlangsunglah pembahasan hangat terkait dengan politik,” lanjutnya.

Kabar Politik Terbaru : Prabowo Digandrungi Milenial Maju Pilpres 2024

Akhir-akhir ini, berbagai media masa banyak diramaikan dengan berita Capres mendatang sehingga menjadi kabar politik terbaru. Hasil survei menunjukan bahwa anak muda dan kaum milenial memilih prabowo sebagai Calon Presiden favoritnya. Hal ini karena tidak lepas dari perjuangan Prabowo dalam membela kepentingan rakyat Inonesia. Berikut ini liputan tentang Prabowo sebagai tokoh kuat untuk menjadi Capres.

Kabar Politik Terbaru : Anak Milenial dan Gerindra Usung Prabowo di Pilpres 2024

Prabowo menjadi Capres favorit kaum milenial semakin ramai dibicarakan. Berita tersebut menjadi kabar politik terbaru sehingga mendorong Gerindra untuk mengusungnya menjadi Capres, berikut ini liputannya.

Capres Favorit Anak Milenial

Dilansir dari suara.com bahwa Prabowo Subiyanto menjadi Calon Presiden favorit anak milenial. Pernyatan ini membuat ketar ketir para lawan politiknya. Berikut ini liputan lengkapmengenai Prabowo digandrungi generasi Y atau milenial ini.

Ahmad Muzani (Sekjen DPP Partai Gerindra) kembali mengatakan mengenai pencalonan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2024. Menurutnya, hasil survei menunjukan mpo88 Prabowo sebagai Capres favorit kaum pemula dan milenial.

Muzani mengutarakan pernyataan di atas pada acara Musyawarah Daerah TIDAR Lampung.

“Berdasarkan survei, kaum milenial memilih Prabowo sebagai capres favorit,” ujar Muzani.

Muzani meyampaikan bahwa kaum milenial tertarik pada Prabowo bukan karena hanya sebagai figur saja. Namun karena memiliki karakter pemimpin yang mempunyai visi dan misi untuk memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

”Kaum muda dan milenial memilih Prabowo karena visi, misi dan perjuangannya sampai sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang saat yang tepat untuk kita menginginkan Prabowo maju Pilpres 2024,” paparnya.

Menurut Muzani hasil survei tersebut harus diperkuat oleh semua elemen partai dan TIDAR. Sebagaimana dikethui TIDAR  merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang bergerak di kalangan anak muda.

Di samping itu, Muzani juga meminta pada semua elemen partai agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan partai. Soalnya, semua perjuangan pasti ada rintangan dan harus menghadapinya dengan kesabaran.

“Perjuangan tidak terlepas dari gangguan, ujian, dan cobaan. Hal ini membuat perjuangan tidak sampai dan kadang-kadang kita tidak fokus menangkp aspirasi dari rakyat. Harapan saya, TIDAR cerdas dalam menangkap semua gejala dan aspirasi tersebut.

Selanjutnya, Dia juga meminta TIDAR  untuk berperan aktif turun ke bawah. Tujuannya untuk meyakinkan kaum milenial dan pemilih muda lainnya. Hal ini sebagai upaya untuk memenangkan Prabowo Subiyanto pada Pilpres 2024 sebaga kabar politik terbaru.

”Tujuan turun ke lapangan untuk menemui seluruh lapisan masyarakat seperti petani, pedagang, buruh, dan lain-lain. Kita harus meyakinkan kaum muda dan anak-anak milenial untuk memilih dan memenngkan Prabowo pada Pilpres 2024,” ungkap Muzani.

Alasan Gerindra Usung Prabowo Capres 2024 Di lansir dari cnnindonesia mengenai alasan Gerindra kukuh mengusung Prabowo sebagai Capres 2024. Berikut ini liputan lengkap mengenai alasan tersebut.

Anies Nyapres 2024? Banyakkah Partai yang Mendukungnya?

Tiga tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf belum berakhir. Banyak partai yang sibuk untuk memilih kandidat yang tepat untuk diusung pada pemilu 2024. Nama Anies santer disebutkan semenjak deklarasi Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES). Mereka secara terang-terangan mendukung Gubernur DKI Jakarta untuk meju mengikuti Pemilu 204. Bagaimanakah tanggapan dari banyak partai tentang Anies yang nyapres? Anda perlu membaca sampai selesai untuk mengetahui peluangnya.

Berapa Besar Peluang Anies Nyapres 2024?

Nama yang sering muncul ke pemberitaan untuk nyapres 2024 bukan hanya Anies. Ada nama Prabowo yang diagul-agulkan. Tidak gentar bersaing dengan Prabowo, ANIES positif untuk mendukung Anies Baswedan maju. ANIES mendeklarasikan diri sejak digelar di Gedung Joang pada 20 Oktober 2021. Deklarasi diajukan untuk mendukung refleksi kepemimpinan yang dilakukan oleh Anies Baswedan selama 4 tahun di Jakarta.

Koordinator dari deklarasi ANIES, Laode Basir, menyampaikan bahwa berawal dari diskusi terhadap hasil kepemimpinan Anies selama 4 tahun terakhir. Banyak dari komunitas turut berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi di Jakarta di bawah kepemimpinan Anies.

“Setiap kelompok berdiskusi untuk melakukan pengkajian terhadap perkembangan yang ada di Jakarta,” jelas Laode.

Dari sejumlah hasil diskusi terdapat satu buah kunci kesepakatan dimana lebih banyak perkembangan ke arah positif di masa pemerintahan Anies. Keberhasilan yang dimaksud slotmaha168 dinilai dari banyak instrumen. Instrumen yang dimaksud berupa penghargaan yang diperoleh Jakarta dari Kementerian Dalam Negeri berhubungan dengan pengelolaan pemerintah yang transparan dan akuntable.

Penghargaan tersebut bukan satu-satunya yang didapatkan oleh Jakarta. Masih ada penghargaan lainnya yang berdampak baik terhadap Jakarta selama pemerintahan Anies Baswedan. Meskipun di tengah segudang prestasi, Anies sendiri juga masih punya rapor merah dari catatan yang diberikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta. Tentunya dalam hal dunia demokrasi dan politik, memiliki sedikit rapor merah adalah hal yang lumrah asalkan pihak yang terkait terus mengusahakan untuk memperbaiki.

Menanggapi berapi-apinya ANIES mendukung Gubernur DKI Jakarta yang sekarang, PKS justru terang-terangan tidak akan membantu Anies terkait Pilpres 2024. Dilansir dari CNN, Ketua DPP PKS yang bernama Mardani Ali Sera menyampaikan bahwa Anies itu spesial dan akan mendapatkan momentumnya sendiri melihat kapasitasnya yang spesial.

Padahal PKS merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang menggusung pasangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. PKS pada masa itu sampai bekerjasama dnegan Gerindra untuk mendukung pasangan Anies-Sandi. Dalam penggusungan pasangan itu juga, partai PKS dan Gerindra turut mendapatkan dukungan dari partai lainnya yakni PAN, Idaman, dan Perindo.

Meskipun sempat unggul pada putaran pertama, namun PKS menilai bahwa partainya bukanlah partai yang berburu kekuasaan. Pengorbanan pada tahun 2017 dianggap hal yang lumrah, karena PKS menilai bahwa itu adalah harga yang harus dikeluarkan untuk bisa bermanfaat bagi warga. PKS secara halus berusaha untuk mengatakan tidak lagi berfokus memajukan Anies dalam Pilpres 2024.

PKS tengah mendukung Salim Segaf Al-Jufri untuk maju nyapres 2024 nanti. Di lain pihak, Gerindra juga mengumumkan dengan tegas bahwa mereka tetap mendukung Prabowo untuk kembali nyapres. Pernyataan partai Gerindra disampaikan oleh Dewan Penasihat DPD Gerindra DKI yang bernama Muhammad Taufik.

Gerindra juga menjelaskan bahwa dia mempersilahkan Anies untuk maju menjadi presiden bila punya cukup dukungan.

“Kader Gerindra meminta Pak Prabowo untuk maju kembali. Kalau Pak Anies memiliki pendukung ya silakan maju menjadi presiden,” ungkap Taufik.

Namun Taufik juga menuturkan bahwa bukannya tidak mungkin jika Anies maju menjadi calon wakil presiden bersama Prabowo. Semua kemungkinan tetap bisa terjadi dalam dunia politik dan partai.

Gelombang, Survei elektabilitas 2024, Prabowo dan Gerinda Wajib Waspada

Meskipun jabatan presiden dan lembaga negara lainnya masih valid hingga 2024, akan tetapi masalah pemilu periode selanjutnya sudah mendapatkan perhatian dari publik. Hal inilah yang menyebabkan lembaga survei SMRC mulai melakukan beberapa survei mengenai elektabilitas tokoh dan partai politik di Indonesia. Dalam survei elektabilitas 2024 tersebut ditemukan beberapa hal yang menarik seperti halnya :

Survei elektabilitas 2024, elektabilitas PDIP yang menurun

Banyak sekali tokoh PDIP yang mendapatkan perhatian dari masyarakat politik salah satunya bahkan menang di pemilu terakhir yaitu presiden Joko Widodo. Pada pemilu di tahun 2019 PDIP merupakan salah satu partai yang masuk dalam golongan 3 besar partai yang banyak dipercaya publik.

Hal ini bisa dilihat pada dua survei yang dilakukan oleh SMRC pada tahun 2020 hingga 2021. Pada bulan Maret tahun 2020, berdasarkan survei yang dilakukannya, PDIP mendapatkan elektabilitas sekitar 25,9%. Sedangkan pada September 2001 elektabilitas dari PDIP menurun hingga angka 22,1%.

Gerinda keluar dari 3 besar partai paling populer di Indonesia

Sebagai partai yang mengusung Prabowo Subianto, partai Gerindra memang memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Akan tetapi pada survei yang dilakukan oleh SMRC di tahun 2021 ini gerinda harus mulai mawas diri karena ia keluar dari jajaran tiga partai link alternatif maha168 terbesar di Indonesia. Elektabilitas partai Gerindra juga menurun dari 13,6% di bulan Maret 2020 menjadi 9,9% di bulan September 2021.

Akan tetapi, meski partai Gerindra mengalami penurunan elektabilitas, nama Prabowo masih tetap menjadi pemenang dalam survei elektabilitas Pilpres tahun 2024. Prabowo mendapatkan persentase sebanyak 20,7% setelah itu disusul dengan nama Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Meskipun masih memimpin sebagai salah satu nama paling disukai untuk menjadi presiden tahun 2024, Prabowo Subianto memiliki elektabilitas yang cukup menurun jika dibandingkan tahun lalu. Pada survei yang dilakukan 2020 Prabowo Subianto mendapatkan elektabilitas sebanyak 24,4%. Sedangkan pada bulan Mei 2021 ini nilai elektabilitas Prabowo menurun hingga ke angka 20,7%

Persentase elektabilitas PKB cukup baik

Dibalik turunnya posisi gerinda ke angka 4, muncul nama partai PKB. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh SMRC kali ini, PKB menempati urutan ketiga dengan persentase sebanyak 10%. Persentase nilai ini merupakan salah satu tanda bahwa partai PKB mulai dipercaya kembali.

Berdasarkan hasil survei elektabilitas ini yang merupakan salah satu tokoh penting di PKB, yaitu Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa hasil survei elektabilitas ini merupakan salah satu tanda positif untuk partai PKB. Beliau-nya bahkan berharap akan segera menyalib partai yang berada di posisi dua, yaitu partai Golkar.

Selain itu, tokoh PKB ini juga menyatakan bahwa mereka semakin bersemangat untuk merancang rencana-rencana untuk pemenangan partai politik. Tidak hanya sampai di situ, Fawaid juga berharap bahwa survei yang akan dilakukan 3 bulan selanjutnya akan memberikan posisi yang lebih baik pada partai PKB.

Elektabilitas partai Demokrat naik

Sejak presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyelesaikan masa baktinya, ada banyak sekali kader Demokrat yang mendapatkan kartu merah karena kasus korupsi. Hal ini menyebabkan elektabilitas Demokrat cukup menurun dan tidak mendapatkan banyak kepercayaan kembali.

Akan tetapi pada survei elektabilitas 2024 ini, hasil cukup mencengangkan bisa didapatkan oleh partai Demokrat. Berdasarkan survei tersebut partai Demokrat menduduki posisi kelima dengan persentase 8,6%. Banyak pihak yang mengungkapkan bahwa hal ini merupakan salah satu bukti dari kerja keras AHY.