Nama Ganjar-Puan Digadang Menjadi Pasangan Untuk Pilpres 2024

Meski sebelumnya sempat diisukan bersitegang di kalangan internal PDIP Perjuangan pada pilpres 2024 mendatang. Kini Gubernur Jawa Tengah yakni Ganjar pranowo dan Ketua DPR RI yakni Puan Maharani justru digadang-gadang  akan dipasangkan untuk menyambut kontestasi politik tersebut.

Hal tersebut disampaikan lewat konsolidasi dari sejumlah elemen masyarakat yang bernama Dewan Pimpinan Pusat atau DPP front Ganjar-Puan.

Muchtar Muhammad selaku ketua dewan pembina front Ganjar Puan menyatakan, jika keduanya memiliki peluang kemenangan yang cukup besar jika dipasangkan untuk maju pada pilpres mendatang.

“Tentunya ini diciptakan hetrik pada pemilu legislatif yang akan digelar pada 2024 mendatang.”  Kata Muchtar dalam keterangannya pada senin (20/12/2021).

Tidak hanya sekedar memasangkan saja, menurutnya terdapat beberapa indikator yang juga menjadi alasan dalam mengukur potensi keistimewaan dua tokoh tersebut. Yang pertama yakni pada ambang batas presidensial tersebut. Karena hanya PDIP Perjuangan sajalah yang mampu mpo88 mengusung pasangan capres dan cawapres dari internal sendiri. Yakni dengan memasangkan Ganjar dan Puan maka diyakini akan memiliki efek ekor jas

“Efek dari ekor jas partai yang mengusung kader-kadernya sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden tentunya akan berpengaruh terhadap perolehan suara serta kursi di legislatif  ada serta pilkada,” lanjut Muchtar.

Muchtar juga mengungkapkan pula jika Ganjar pranowo sangat berpotensi menarik preferensi para pemilih partai yang tidak memiliki calon presiden sendiri.  Sehingga munculnya nama Ganjar pranowo tentunya akan diklaim oleh banyak partai menjadi magnet terutama bagi para swing voters.

Memicu semangat perjuangan para internal kader PDIP

Muchtar melihat dengan adanya tradisi PDIP Perjuangan jika memasangkan pasangan sesama kader partai. Tentu akan membangkitkan semangat juang para kader kader lainnya dalam meraih kemenangan.

“Tradisi tersebut sudah terbukti salah satunya pada Pilkada provinsi Bali kemudian di provinsi Sumatera Sulawesi Utara yang mengusung Olly Dondokambey dan juga Steven Kandouw. Selain itu pada Pilkada Jawa Barat juga yang menghasilkan beberapa  pemimpin dan wakil pemimpin yang berasal dari sesama kader PDIP Perjuangan seperti Kuningan, Cirebon, Majalengka dan juga Pangandaran pada Pilkada serentak tahun 2020 lalu,” terang Muchtar.

Sedangkan tingkat kepercayaan publik pada pilihan ketua umum PDIP Perjuangan yakni Megawati Soekarnoputri dan kader yang siap untuk dijalankan menjadi capres maupun cawapres sangatlah tinggi. Hal itu juga berkaca pada jatuhnya rekomendasi ketua umum PDIP Perjuangan pada Pilpres tahun 2014 lalu yang jatuh kepada Joko Widodo atau Presiden Jokowi

“Sehingga untuk Pilpres pada tahun 2024 mendatang tentunya ini juga akan menjadi sebuah variabel yang penting untuk dibicarakan,” tukasnya lagi.

Diketahui memang sebelumnya pihak internal PDIP sempat  mengalami perbedaan pendapat atau bersitegang terkait dengan ketentuan calon yang akan diusung pada pilpres 2024. Beberapa kelompok kader bahkan sudah ada yang menyatakan sendiri untuk mendukung Ganjar pranowo menjadi calon presiden RI, padahal sang ketua umum sendiri belum mengambil keputusan terkait dengan hal tersebut.  Tentunya hal ini juga sempat menjadi permasalahan di internal PDIP karena tidak hanya satu kelompok kader internal saja yang menyatakan untuk mendukung Ganjar sebagai calon presiden yang diusung oleh PDIP. Sedangkan tanggapan dari para petinggi PDIP mengatakan agar semuanya bersabar terlebih dahulu terkait dengan keputusan yang akan diambil oleh ketua umum. Terkait dengan siapa nanti yang akan ditetapkan menjadi calon presiden sebenarnya yang diusung oleh PDIP.

Pendukung Koalisi Prabowo-Puan Minta Deklarasi Capres-Cawapres Lebih Dini

Deklarator pendukung dari poros Prabowo Subianto-Puan Maharani, yakni Andianto meminta agar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra. Segera mengumumkan secara resmi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Hal tersebut dilakukan demi persiapan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang yang lebih matang.

Menurut Andianto, dengan dilakukannya deklarasi dari koalisi pasangan capres cawapres lebih dini akan memberikan pendidikan politik. Serta masyarakat juga memiliki waktu yang lebih luas untuk menilai, menilai, dan memutuskan. Terkait dengan mana calon pemimpin yang tepat untuk dipilih demi masa depan Indonesia.

“Kami sangat sepakat sekali jika menggunakan gagasan partai politik mpo88 atau koalisi dari partai politik untuk segera mengumumkan secara resmi terkait dengan koalisi yang dilakukan secara lebih dini,” jelas Andiant dalam keterangannya Kamis (/12/2021).
“Ini juga menjadi salah satu tradisi yang positif untuk bisa memilih pemimpin Indonesia yang lebih tepat,” lanjutnya.

Dirinya juga sudah memberikan usul kepada PDIP dan Gerindra supaya pendeklarasian Prabowo-Puan sebagai bakal capres cawapres yang akan maju di Pilpres 2024. Tidak diumumkan di menit-menit akhir Pilpres 2024, seperti halnya yang dilakukan dalam Pilpres 2019 silam. Dan usulan yang diberikan tersebut mendapatkan respon positif dari kedua belah partai.

Faktor yang mengubah peta politik
Sebelumnya, Hasan Nasbi selaku pendiri lembaga survei dan konsultan politik Cyrus Network menjelaskan apa saja faktor yang bisa mengubah peta politik di Indonesia pada Pilpres 2024. Dan salah satu faktornya adalah koalisi lebih awal yang dilakukan antar parpol serta penentuan bakal calon yang juga lebih awal.

Menurutnya saat ini, publik memang benar-benar tidak tahu siapa saja sosok yang memiliki tiket untuk maju ke Pilpres 204 mendatang. Meskipun sebelumnya sudah ada berita terkait 3 parpol besar yang berpotensi mengusung kader sendiri dan hanya butuh tambahan satu parpol. Yakni PDIP, Gerindra dan Golkar.
“Terdapat dua hal yang bisa mengubah pet survei Pilpres 2024. Jika sudah dibungkus dengan rapi maka saya yakin jika orang akan mudah melihatnya, oh inilah yang sudah punya tiket,” terang Hasan.

Sedangkan dari Ketua DPP PKS, Ali Mardani menyatakan agar semua partai politik mulai membangun koalisi dan mendeklarasikan capres-cawapres yang akan maju di Pilpres 2024 mendatang.

Dia juga berharap agar para parpol baik yang mengusung bakal calon dari internal maupun secara koalisi tidak mendeklarasikan yang hendak diusung di waktu-waktu akhir. Terlebih ketika sudah menjelang penutupan pendaftaran seperti halnya yang sudah terjadi selama ini.

Jazilul Fawaid selaku Waketum dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menyepakati terkait usul agar para koalisi parpol yang mengusung capres-cawapres mengumumkannya sejak dini. Dengan begitu masyarakat ibaratnya tidak membeli kancing dalam karung pada Pilpres 2024 mendatang. Ia juga meminta agar para kandidat tidak bersikap malu-malu.

Namun beberapa pernyataan di atas tidak senada dengan salah satu politikus PDIP yakni Hendrawan Supratikno. Dirinya tidak mau melakukan deklarasi terkait pasangan capres-cawapres yang akan maju di Pilpres 2024 dilakukan lebih dini. Menurutnya kontestasi penyelenggaraan Pilpres 2024 masih jauh dan saat ini kepemimpinan kedua era Jokowi masih baru akan memasuki tahun ketiga.

“Untuk apa mendeklarasikan lebih awal. toh saat ini kepemimpinan Pak Jokowi periode kedua masih akan memasuki tahun ketiga. Bahkan awal tahun depan masih akselerasi pemulihan pasca pandemic dan juga penyelenggaraan pemilu masih lama,” ungkap Hendrawan.

Diprediksi Hadapi PDIP-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih terhitung sekitar 3 tahun lagi, namun sudah banyak pengamat politik yang mengeluarkan konfigurasi politik untuk 2024 mendatang. Salah satu pengamat politik, M. Jamiluddin Ritonga, mengeluarkan prediksi bahwa Golkar akan bertarung dengan PDIP dan Gerindra. Namun, diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis.

Sarmuji, politikus Golkar, mengatakan bahwa pemilihan presiden 2024 masih tiga tahun lagi. Maka, saat diprediksi hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: politik dinamis. Menurut Sarmuji, konfigurasi politik masih dinamis atau dapat berubah. Pihak Golkar mengklaim bahwa partainya dapat berkoalisi dengan siapapun untuk pilpres 2024, asalkan mempunyai visi terkait Indonesia yang majemuk.

Diprediksi Hadapi Pdip-Gerindra, Golkar: Politik Dinamis. Inilah isi Prediksinya!

Prediksi pertama datang dari Jamiluddin yang merupakan seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul. Prediksinya inilah yang kemudian menimbulkan komentar-komentar dari setiap partai. Inilah beberapa prediksi yang sempat Jamiluddin sampaikan!

  1. Panggung pertarungan pemilu 2024 akan diisi oleh partai Golkar, PDI Perjuangan, dan Gerindra.
  2. Ketiga partai tersebut akan mencalonkan Capres (Calon Presiden) dari kader partainya masing-masing.
  3. PDI Perjuangan memenangkan pemilu 2019. Kini, Capres yang dipersiapkan adalah Puan Maharani.
  4. Kader Golkar yang akan diusung menjadi Capres adalah Airlangga Hartarto.
  5. Untuk kader Gerindra, yang akan diusung menjadi Capres adalah Prabowo Subianto.
  6. Partai Gerindra dan PDI Perjuangan mpo88 tampak sudah cukup untuk menjadi Capres dan Calon Wapres.
  7. Prediksinya, Capres akan diisi oleh Prabowo Subianto (Gerindra) dan Calon Wapres diisi oleh Puan Maharani (PDI Perjuangan).
  8. Lalu untuk Golkar, tampaknya dibutuhkan satu atau bahkan 2 mitra yang berkoalisi dengan partai menengah agar kader Golkar dapat diusung menjadi Capres.
  9. Terkait siapa yang menang, tergantung dari solidaritas dan relawan masing-masing partai.

Jamiluddin mempertimbangkan prediksi tersebut karena belakangan ini terlihat ada wacana terkait pencalonan Capres dari masing-masing partai politik. Selain itu, sebelumnya terdapat pula rumor bahwa Prabowo dan Megawati akan berkoalisi untuk pemilu 2024 jika Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi. Hal inilah yang melahirkan prediksi Jamiluddin terkait koalisi Prabowo dan Puan Maharani.

Prediksi 3 Poros di Pemilihan Presiden 2024

Selain dari Jamiluddin, sebelumnya terdapat pula prediksi dari Gun Gun Heryanto yang merupakan pengamat politik. Gun Gun memprediksi bahwa akan adanya 3 poros pada pemilihan presiden 2024 mendatang. Inilah pembagian 3 poros tersebut!

  1. Poros pertama: PDIP dan Gerindra. Pada poros ini, diprediksi bahwa Prabowo Subianto dan Puan Maharani akan menduduki posisi Capres serta Wakil Capres.
  2. Poros kedua: Golkar, NasDem, dan PKS. Poros kedua diprediksi bahwa Airlangga Hartarto akan diusung menjadi kandidat. Airlangga berpotensi untuk dicalonkan dengan kepala daerah yang memiliki keterpilihan tinggi (Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Prabowo).
  3. Poros ketiga: Demokrat, PKB, PPP, dan PAN (partai menengah). Pada poros ketiga, Gun Gun memprediksi diperlukan adanya figur atau sosok yang kuat agar dapat diterima oleh seluruh partai politik.
  4. Skema partai sangat diperlukan untuk kekuasaan.

Berbagai prediksi konfigurasi politik dan poros partai untuk pemilihan presiden 2024 telah bermunculan dari pengamat politik. Namun, pihak partai masih menganggap itu hanya sebagai spekulasi saja. Karena pilpres akan berlangsung sekitar 3 tahun lagi, sehingga konfigurasi tersebut masih bersifat dinamis atau dapat berubah sewaktu-waktu.

Nama Puan Muncul Dalam Pilpres 2024, Begini Tanggapan Publik

Belakangan ini tengah ramai disebut-sebut bahwasanya Ketua DPR RI yakni Puan Maharani bakal menju ke kontestasi Pilpres pada pemilu 2024 mendatang. Meskipun elektabilitas yang dimiliki Paun masih tertinggal dibawah beberapa tokoh publik lainnya, seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anis Baswedan. Namun berbagai pihak dari kalangan tetap meyakini bahwa Puan akan tetap diusung oleh Aprtai Kepala Banteng (PDIP) untuk maju dalam Pilpres.

Iqbal Themi selaku Direktur Eksekutif Veritas Data menilai pengusungan Puan dalam Pemilu 2024 untuk maju capres-cawapres mendatang merupakan solusi tengah atas soliditas mesi politik PDIP.

Sedangkan menurut Ujang Komarudin selaku Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), PDIP akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan elektabilitas Puan demin siap maju dalam kompetisi Pilpres 2024.

“Bocoran dari Internal partai, jika PDIP akan tetap mengusung Puan sebagai Kandidat dalam capres 2024. Menurut mereka jika menang bersama, kalah pun juga mpo88 harus tetap bersama dan hal tersebut sudah memang resiko, karena untuk mendorong figur dengan elektabilits yang rendah,” jelas Ujang.

Adapun beberapa tanggapan yang muncul dari berbagai pihak terkait dengan  isu muncul nya nama Puan Maharani yang akan maju ke Pilpres 2024 mendatang:

Tanggapan berbagai Pihak atas diajukannya Pan menjadi Capres 2024

IPR (Indonesia Political Review)

Direktur utama dari IPR Ujang Komaruding meyakini bahwasanya pihak PDIP akan tetap mengusung puan untuk maju menjadi kandidat Capres Pemilu 2024. Oleh karena itulah, saat ini PDIP tengah gencar dalam menaikkan elektibilitas Puan agar siap dalam berkompetisi pada Pipres 2024.

Ujang juga meyakini terkait dengan pengusungan Puan Maharani unjuk maju ke Pilpres dibandingkan dengan kader lainnya disebabkan karena beberapa faktor.

Pertama yakni Puan merupakan Putra Mahkota dari Megawati Soekarnoputri, dan yang kedua karena dirinya merupakan tokoh sentral dalam partai, maka sangatlah layak untuk diajukan.

Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia juga menyebutkan, jika PDIP akan menempuh berbagai cara demi mendongkrak elektabilitas puan. Seperti dengan mensosialisasikan lewat baliho, pembagian semako, blusukan, hingga keikutsertaan dalam kunjungan kerja Jokowi ke beberapa daerah.

Ujang juga menambahkan lagi jika jabatan Puan sebagai Ketua DPR bisa mendongkrak elektabilitasnya jika  membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya pro rakyat.

Veritas Data

Diusungnya Puan Maharani sebagai Capres 2024 merupakan solusi jalan tengah untuk solidaritas mesin politik PDIP.

“Puan mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect atas asosiasi Puan tehadap PDIP yang sangat kuat,” jelas Iqal Direktur Eksekutif Veritas pada Minggu (31/10/2021).

Menurutnya, pertimbangan utama yang membuat Puan digadang menjadi capres yang diusung adalah karena terkait kapasitas serta pengalamannya di lembaga eksekutif dan legislatif. Dulu Puan pernah menjadi Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan saat ini Puan menjadi Ketua DPR.

Tidak hanya  terkait kapasitasnya saja, namun juga elektabilitas Puan memang patut menjadi pertimbangan untuk maju dalam Pilpres 2024.

“Soal elektabilitas dapat dilihat jika pada Pileg 2019 Puan mendapat banyak suara di Dapil Jateng. Sehingga masih ada waktu tersisa untuk membuat elektabilitas tersebut lebih optimal lagi,” tutur Ujang.

Pengamat Politik Universitas Paramadina

Hndri Satrio seorang pengamat politik dari Universitas paramadina mengatakan, sebagai Ketua DPP PDIP, Puan tidak perlu khawatir terkait dengan elektabilitasnya yang masih tertinggal dari beberapa tokoh internal lainnya. Sebab jika sudah ditetapkan menjadi capres maupun cawapres 2024, elektabilitasnya akan meroket.

“Berkaitan dengan elektabilitas Puan sendiri tidak perlu khawatir, karena hal tersebut akan otomatis naik jika sudah ditetapkan menjadi capres/cawapres 2024,” terang Hendro.

Dunia Politik Hari Ini, Puan Menargetkan Generasi Z

Hampir seluruh warganet yang aktif di media sosial masuk kategori generasi Z. Pasti pernah mendengar slogan, “Kepak Sayap Kemerdekaan” atau setidaknya melihat banner ini di pinggir jalan. Puan Maharani sendiri menjadi politikus berbasis di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Bahkan beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD. Pengamat dunia politik hari ini mengamati target Puan adalah generasi Z.

Dunia Politik Hari Ini, Puan Punya Strategi yang Menargetkan Generasi Muda

Seluruh partai politik yang ada di Indonesia harus menunjukkan kegiatan positif untuk menarik simpati masyarakat. Proses melakukan aktivitas juga harus berlangsung terus-menerus. Tidak hanya dilakukan sekali saja atau semasa kampanye. Penting bagi seluruh partai politik untuk selalu memberlangsung aktivitas positif yang sifatnya membangun negara.

Aktivitas yang dilakukan dengan segenap hati, pasti akan memberikan hasil nyata. Niat baik tersebut akan tersampaikan ke rakyat. Salah satu partai politik yang terus mencoba memberikan partisipan positif terhadap perkembangan negara yakni PDIP. Banyak program yang dibuat dengan tujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat, menggencarkan vaksinasi, maupun memberikan bantuan sosial.

Berdasarkan Sindonews, kegiatan positif yang berdampak baik disampaikan oleh Direktur Prameter Politik Indonesia bernama Adi Prayitno. Beliau juga menjelaskan bahwa Puan Maharani selaku Ketua DPR giat mengawasi jalannya vaksinasi Covid-19 di sejumlah wilayah Jakarta. Pengawasan diperlukan untuk menilai efektivitas dan meningkatkan performa pemerintah.

Tentunya semua itu akan berbuntut terhadap elektabilitasnya.  Sedangkan menurut pengawasan dari Dosen Politik UIN Jakarta, setidaknya aktivitas yang dilakukan oleh Puan Maharani memiliki efek positif. Dampak positifnya adalah meningkatkan persepsi masyarakat terhadap mpo88 dirinya secara positif. Selain itu, proses pengawasan langsung terhadap eksekutif dapat meningkatkan kecepatan vaksinasi.

Semakin cepat masyarakat Indonesia divaksinasi, maka dapat menciptakan negara yang tangguh menghadapi pandemi. Imunitas tinggi secara mayoritas dapat membantu perekonomian negara kita untuk cepat bangkit. Kegiatan lain yang pernah dilakukan Puan dan berdampak positif adalah mengunjungi acara mahasiswa maupun organisasi kepemudaan yang ada di Jakarta.

Kegiatan mengunjungi mahasiswa dan organisasi kepemudaan akan memberikan kesan baik di hadapan generasi muda. Dengan menargetkan para generasi milenial dapat meningkatkan kemungkinan terpilih pada tahun 2024. Kemungkinann peningkatan bisa lebih dari 50%. Dalam menyikapi pemilihan 2024, hampir setiap parpol sudah berfokus melakukan kegiatan positif untuk mencari perhatian masyarakat.

Sebagai pejabat publik, penting untuk hadir di tengah masyarakat secara langsung. Penilaian proses vaksinasi secara langsung tetap berbeda dibandingkan hanya melihat hasil laporannya dari secarik kertas. Hal positif senada juga diungkapkan oleh Akademisi bernama Wildan Hakim yang berasal dari Universitas Al Azhar.

Dengan terjun secara langsung di tengah masyarakat akan bisa membuat mereka semakin mengenal sosok Puan Maharani. Masyarakat mengenal Puan bukan hanya dari layar kaca maupun gambar di banner. Terjun langsung ke lapangan dalam menjalankan program parpol bisa menjadi terobosan positif. Terlebih lagi cara blusukan ini juga sering dipakai oleh Presiden Jokowi.

Kehadiran Puan langsung di tengah masyarakat bisa membuat pihak terkait yang menjalankan program jadi memberikan performa terbaik. Proses hadir langsung akan semakin baik bila dilakukan beberapa kali dengan waktu yang tidak dijadwalkan. Wildan Hakim menilai bahwa Puan menjadi contoh politikus perempuan yang sukses dan berdedikasi sebagai Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia.

Berdasarkan Kompas Media, keturunan Soekarno ini mencatat sejarah baik dalam dunia politik hari ini Indonesia. Terlebih lagi Presiden Jowo Widodo juga menunjuknya sebagai menteri koordinator pada periode 2014 hingga 2019.

Baju Adat Puan Maharani Dipuji Tokoh Minangkabau

caffreyforcongress.org – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menggunakan pakan adat dari Minangkabau ketika membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76 di Istana Merdeka, Selasa 17 Agustus 2021. Hal itu sontak langsung mengundang respon dari beberapa elemen masyarakat asal tanah Minangkabau.

Puan menggunakan pakaian kurung warna krem. Pakaian tersebut adalah pakaian batabue [baju bertabur] dan terbuat dari benang emas yang disulam serta jasi simbol kekayaan alam ddari Sumatera Barat. Dia melengkapinya dengan tingkuluak ataupun penutup kepala wanita dengan bentuk mirip rumah gadang.

Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib selaku Ketua Umum Organisasi Bundo Kanduang Minangkabau, Sumatera Barat,mengaku sangat bangga menyaksikan cucu Proklamator Republik Indonesia Soekarno tersebut menggunakan baju adat asal Minangkabau.

“Secara tak langsung, Puan turut memperkenalkan budaya dari Minangkabau melalui baju adat yang dikenal dengan sistem matrilineal,” ujar Raudha Thaib saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Selasa 17 Agustus 2021.

Menurutnya, baju yang dipakai Puan tersebut adalah pakaian adat yang berasla dari daerah Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat. Tapi, beberapa detailnya sudah dimodifikasi.

Sastrawan asal Minangkabau tersebut menyatakan bahwa baju adat bernama ‘Takuluak Tanduak Balenggek’ iini dipakai oleh wanita keturunan asli raja Minang judi online terpercaya atau anak dari penghulu ketika pesta pernikahan atau masyarakat disana menyebutnya dengan baralek.

Takuluak sendiri berarti kain yang menutupi kepala dan rambut. Lalu, Tanduak berarti tanduk, sebab merujuk pada tanduk kerbau yang jadi ciri khas kota Minangkabau. Sementara balenggek adalah bertingkat.

“Baju tersebut digunakan oleh wanita Minangkabau ketika baralek gadang [pesta pernikahan]. Akan tetapi, yang boleh mengenakan baju tersebut hanyalah kemenakan rajo ataupun anak penghulu Minangkabau,” ungkapnya.

Raudha Thaib menjelaskan bahwa baju itu adalah simbil kemegahan, kebesaran, serta kemuliaan wanita Minangkabau. Kebesaran dan kehormatan wanita Minangkabau diperlihatkan lewat baju yang dia pakai.

Baju tersebut memperlihatkan bahwa wanita Minang tak berada dibawah otokrasi suami. Wanita Minang dimana saja akan memakai baju sesuai asal nagarinya masing-masing.

Di daerah Minang sendiri, wanitalah yang mempunyai harta pusaka, bapandam bapakuburan, sehingga dia tak akan terpengaruh budaya yang dibawa suaminya, oleh sebab itu dia tetap memakai baju kebesaran nagari dimana dia berasal,” imbuhnya.

Tiap nagari mempunyai baju adat yang beda satu dengan lainnya. Hal ini yang menjadikan wanita Minang gampang dikenali darimana dia berasal lewat baju yang dia gunakan, jika dia menikah bukan dengan pria yang lahir dari nagari yang serupa.

Selain Raudha Thaih, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, mengaku bangga serta menyebutkan bahwa Puan Maharani terlihat sangat anggun dan cantik dengan pakaian itu.

“Ibu Puan terlihat lebih cantik dan anggun saat beliau memakai baju adat ini,” ungkap Audy di Istana Gubernur Sumatera Barat.

Audy pun juga yakin bahwa Puan sangat bangga menggunakan baju adat Minang sebab mempunyai garis keturunan asal Minangkabau. Kebanggaan yang serupa juga dirasakan seluruh masyarakat Sumatera Barat.

“Pastinya seluruh masyarakat Sumatera Barat bangga sekali melihat Puan menggunakan pakaian adat tersebut. Begitu juga dengan beliau di sana.”

Puan Maharani Masih Memiliki Keturunan Minangkabau

Raudha mengungkapkan bahwa Puan adalah anak Datuak Minangkabau. Tak hanya itu saja, bahkan Megawati Soekarnoputri pernah diberikan gala [gelar] kekerabatan Puti Reno Nilam dari Istano Salinduang Bulan Pagaruyung saat beliau masih berstatu Presiden Indonesia. Oleh sebab itu, Puan pantas menggunakannya. “Dari keturunannya, Puan adalah anak Datuak asal Nagari Sabu, Tanah Datar. Menurut beberapa sumber, neneknya berasal dari tanah pesisir Minangkabau,” tandas Raudha.