Susilo Bambang Yudhoyono Jalani Perawatan Kanker Prostat di Mayo Clinic Amerika Serikat

Kondisi kesehatan Presiden RI ke-6 yang di diagnosa menderita penyakit kanker prostat stadium awal menjadi pemuncak kabar terbaru Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam update terakhir, foto Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY saat menjalani aktivitas hariannya, tubuh SBY terlihat lebih kurus dalam balutan pakaian kaus bertulis SBY yang ia kenakan ketika menikmati hobi barunya melukis.

SBY Sudah Berada di Mayo Clinic

Menurut keterangan staf pribadi Susilo Bambang Yudhoyono, Ossy Dermawan, orang tua dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhy Baskoro Yudhoyono itu, saat ini mpo88 sudah berada di Mayo Clinic, Amerika Serikat untuk segera menjalani pemeriksaan dan perawatan penyakit kanker prostat yang dideritanya dengan di dampingi sejumlah keluarganya.

Negara Jamin Pengobatan SBY

Sebelum bertolak ke luar negeri, Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat menghubungi Presiden Joko Widodo terkait rencana melakukan pemeriksaan dan perawatan lanjutan di Amerika Serikat.

Presiden Joko Widodo pun merespon rencana pengobatan SBY dengan menugaskan sejumlah tim dokter kepresidenan untuk mendampinginya selama pengobatan.

Selain itu, sebagai mantan Presiden Republik Indonesia, negara menjamin seluruh pengobatan Susilo Bambang Yudhoyono selama berada di luar negeri sesuai dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1978 Mengenai Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden RI.

SBY Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

Sebelumnya, meski telah di diagnosa menderita penyakit Kanker Prostat, namun SBY masih tetap beraktivitas seperti biasa seperti menyalurkan hobi barunya yakni melukis, berolahraga harian hingga mengawas proses latihan klub bola voli Lavani yang ia bina.

Secara khusus, putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dalam cuitan Twitternya memohon doa terhadap kesehatan orang tuanya yang akan segera menjalani pengobatan di luar negeri agar bisa kembali pulih dan bisa berada kembali di Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu, Susilo Bambang Yudhoyono sempat menampilkan berbagai karya hasil lukisannya. Ia tampak menikmati hobi barunya itu.

Ini menjadi hobi sekaligus aktivitas baru SBY setelah tak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrat. Sebelumnya, SBY juga sempat menjadi pencipta sejumlah lagu.

Beberapa netizen bahkan memuji hasil lukisan SBY yang lebih menonjolkan nuansa alam Indonesia yang terkenal akan keindahannya itu. Uniknya lagi, sebagian besar karya lukis SBY terinspirasi dari karya fotografi mendiang istrinya, Ani Bambang Yudhoyono.

 

 

Perkembangan Kasus KLB Partai Demokrat

Sebelumnya, sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, pikiran SBY sempat terganggu dengan pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar oleh kubu Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSKP).

Informasi terakhir bahkan Mahkamah Agung menolak atau tidak menerima judicial review terhadap AD/ART Partai Demokrat yang berada di bawah kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono.

Dampak dari penolakan Judicial Review ini juga secara otomatis membuat gugatan pengurus Partai Demokrat versi KLB dari kubu Moeldoko akan tetap dilanjutkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Secara khusus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengaku akan fokus terlebih dahulu pada kesehatan orang tuanya, selain itu ia juga menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum terkait gugatan partainya itu kepada Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukumnya.

SBY Pasca Kepergian Ani Yudhoyono

Seperti diketahui pasca meninggalnya Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019 lalu, kondisi SBY terlihat terguncang bahkan pada peringatan tahun kedua kepergian mendiang istrinya itu pada 1 Juni 2021 lalu, SBY mengaku ingin segera “move on” dan tak ingin terus larut dalam kesedihan. SBY bahkan sempat menciptakan sebuah lagu khusus untuk mengenang kepergian istrinya, yang ia beri judul Pusaran Cinta.

Kabar Politik Terkini

KABAR POLITIK Terkini

Aksi saling sindir antara partai Partai Demokarsi Pejuangan ( PDI – P ) dengan partai Demokarat saat ini menjadi kabar politik terkini yang terbaru. Kedua partai ini saling sindir mengenai kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dengan pemerintahan yang sebelumnya.

Hal ini dimulai oleh Sekertaris Jendral DPP PDI Perjuangan yang bernama Hasto Kristiyanto. Walau tak menyebut siapa tapi pihak partai demokrat menyakini kalau sindiran itu ditujukan kepada Pemerintahann di era Susilo Bambang Yudoyono.

Kabar Politik Hari Ini Mengenai Sindiran Kerja Jokowi Dan SBY

Mengenai kabar politik hari ini mengulas tentang sindiran kinerja Jokowi dan SBY saat masih memperintah. Berikut ini tanggapan dari kedua pihak saat saling sindir antara lain :

1. Pihak Demokrat Menyebut Hasto Sedang Bermimpi

Kamhar Lakumani sebagai Deputi Badan Pemenangan Pemilu ( Bappilu ) berpendapat kalau Hasto salah sasaran bila menilai SBY bila mengambil keputusan mpo88 sendiri saat mengadakan rapat di era pemerintahnya. Dia menilai prasangka yang dituduhkan Hasto tidak tepat. Karena dari keterangan Jusuf Kalla yang dulu merupakan wakil SBY tidak membenarkan hal tersebut.

2. Pihak Demokrat Menilai Kinerja SBY Lebih Cepat

Kahmar juga mengatakan bahwa kerja SBY dinilai lebih cepat dan efektif dalam mengambil keputusan. Dia menilai rekam jejak SBY sudah terbiasa menjadi pemimpin karena telah terlatih saat menjadi taruna di Akademi Militer Magelang.

Latar belakang SBY yang sudah terbiasa dengan dunia militer ini menjadi nilai lebih saat SBY memimpin Indonesia waktu itu. SBY telah mengenyam pendidikan sebagai Doktor dalam Bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertani Bogor dan Master of Art dari Management Webster University AS.

3. Pihak PDI – P Akan Memberi Beasiswa Bila Ada Yang Ingin Mengaji Kinerja SBY Dan Jokowi  

Karena ingin membalas sindiran Kamhar pihak Hasto akan memberi tawaran untuk siapa saja yang ingin melakukan kajian mengenai perbandingan cara kerja antara pemeritahan Jokowi dan SBY. Saat ditemui di Kantor DPP PDI – P, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan atas nama pribadi akan memberi beasiswa bagi mereka yang melakukan kajian mengenai kinerja Jokowi dan SBY, Ungkapnya.

Hal ini sengaja ditawarkan karena Hasto mempercayai kinerja Jokowi yang objekif sehingga mencapai hasil kerja yang tepat. Dilihat dari banyaknya pembangunan pelabuhan, jalan tol, lahan pertanian, bendungan – bendungan yang di tujukan untuk rakyat Indonesia saat ini.

4. Pihak PDI – P Menuding Adanya Kecurangan Saat Pemilu 2009

Masih soal kabar politik hari ini Sekjen PDI – P juga menuding telah terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2009 silam. Hasto mengatakan kalau perekrutan anggota KPU saat itu menggunakan orang – orang dari sejumlah partai guna mengamankan suara penguasa.

Tokoh – tokoh yang direkrut menjadi anggota KPU berhubungan dengan aspek kualitatif untuk memberikan dukungan elektoral penguasa dan memanipulasi Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) saat itu.

5. Menilai Hasto Yang Gagal Move On Saat Kalah Di Pemilu 2009

Terbaru pihak partai Demokrat kembali memberikan tanggapan tentang pernyataan Hasto saat menuding adanya kecurangan saat pemilu 2009. Pihak Partai Demokrat juga menilai kalau kubu Hasto ini sangat berlebihan saat menawarkan beasiswa untuk membandingkan kenerja Jokowi dan SBY.

Dirasa hal itu karena pihak Hasto kalah telak saat pemilu tahun 2009 silam dan menyebut kalau Hasto gagal move on sampai saat ini.

Demikian ulasan tentang kabar politik terkini, semoga bermanfaat.