Megawati Ingin Kaum Penyandang DIsabilitas Terus Berprestasi

caffreyforcongres.orgMegawati Soekarnoputri  selaku Ketua Umum DPP PDIP mendukung grup disabilitas dengan sangat yakin dan mampu capai prestasi demi membawa nama baik bangsa.

Menurut dia, seluruh instrumen negara telah letakkan kaum disabilitas sejajar bersama seluruh orang.

Adapun ini disampaikan Megawati selagi memberi sambutan pada acara pemberian penghargaan kepada para pengurus dan atlet Paralimpiade Tokyo 2020 di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Jumat (24/9/2021).

Ia menceritakan, kala berumur 13 th. pernah ditawari ayahnya Presiden Pertama RI Bung Karno ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Megawati kecil melihat tersedia orang yang dilahirkan berbeda, namun selalu punya sukacita.

“Lalu, saya melihat tetap menerus, mereka diajari, diberi alat bantu. Jadi saya melihat harusnya lingkungan pun kudu mengikutsertakan memicu mereka punya kebanggaan,” kata Megawati.

Dari pengalamannya tersebut, Megawati kala menjadi Presiden Kelima RI dan menjadi partai selalu mengingatkan untuk menjunjung presiden grup disabilitas. Khususnya atlet yang ikuti Paralimpiade.

“Karena saya menginginkan merangsang lagi bahwa kala saya menjadi presiden tersedia kebijakan yang saya buat, yang jelas-jelas sesungguhnya memicu mereka yang agen slot online terpercaya mempunyai kekurangan itu terlampau mampu bergerak seperti apa adanya, seperti manusia normal,” kata dia.

Megawati Soekarnoputri  sebagai Ketua Umum DPP PDIP dalam acara penyampaian penghargaan kepada para atlet dan pengatur Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendorong grup disabilitas yakin diri dan mampu capai prestasi demi mengharumkan bangsa.

Menurut dia, seluruh instrumen negara telah letakkan kaum disabilitas sejajar bersama seluruh orang.

Ia menceritakan, kala berumur 13 th. pernah ditawari oleh ayahnya Presiden Pertama RI Bung Karno ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Megawati kecil melihat tersedia orang yang dilahirkan berbeda, namun selalu punya sukacita.

“Lalu, saya melihat tetap menerus, mereka diajari, diberi alat bantu. Jadi saya melihat harusnya lingkungan pun kudu mengikutsertakan memicu mereka punya kebanggaan,” kata Megawati.

Dari pengalamannya tersebut, Megawati kala menjadi Presiden Kelima RI dan memimpin partai selalu mengingatkan untuk menjunjung presiden grup disabilitas. Khususnya atlet yang ikuti Paralimpiade.

“Karena saya menginginkan merangsang lagi bahwa kala saya menjadi presiden tersedia kebijakan yang saya buat, yang jelas-jelas sesungguhnya memicu mereka yang mempunyai kekurangan itu terlampau mampu bergerak seperti apa adanya, seperti manusia normal,” kata dia.

Beri Perlindungan

Kebijakan yang dimaksud Megawati adalah UU RI Nomor 23 Tahun 2002 perihal Perlindungan Anak dan UU RI Nomor 13 Tahun 2003 perihal Ketenagakerjaan. UU berikut sesuaikan peyandang disabilitas berhak meperoleh pendidikan dan rehabilitasi pemberian sosial dan juga perlindungan taraf kesejahteraan.

Tentang hal yg berhubungan dengan tenaga kerja , akses buat memperoleh latihan kerja dari entrepreneur mempekerjakan penyandang disabilitas kudu memberi perlindungan. Pebisnis juga tidak diperbolehkan laksanakan pemutusan pertalian kerja bersama alasan buruh atau pekjerja di dalam situasi cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena pertalian kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka selagi penyembuhannya belum mampu dipastikan.

“Jadi kudu selalu dilakukan. Jadi yang namanya PDI Perjuangan pun harusnya demikianlah untuk menambahkan pemberian khusus kepada anak-anak tersebut. Karena tentu saja dari anak-anak akan menjadi orang dewasa yang mereka akan bergerak hidup,” sadar Megawati.

Ketua Dewan Pengarah BPIP ini mengingatkan, peraturan itu juga sesuaikan jika pekerja buruh mengalami sakit berkepanjangan, mengalami cacat akibat kecelakaan kerja dan tidak mampu laksanakan pekerja sehabis lampaui batas 12 bulan mampu mengajukan pemutusan pertalian kerja. Selain itu, diberikan duwit pesangon dua kali, duwit penghargaan dua kali, dan duwit pengganti hak sesuai ketentuan.

“Kenapa ini ibu bacakan? Karena tampaknya saya merasa sepertinya itu sudah  agak jauh di sana. Saya menginginkan lagi memopulerkan bahwa ini telah merupakan UU Negara Republik Indonesia. Jadi jangan tidak yakin diri,” kata Megawati.